On three two one, it’s 2013!!

Bismillah, Happy new year all πŸ™‚

Rasanya belum lama deh nulis Review tahun 2011, kok sekarang sudah awal tahun 2013 aja. Lots of HUGE things happened last year and most of it was always been a resolutions for sooo many years πŸ˜€

Firstly, tahun 2012 dibuka dengan salah satu milestone yang selalu menjadi resolusi akhir tahun sejak beberapa tahun sebelumnya. I am getting married. Tepatnya tanggal 3 Maret 2012 kemarin, Alhamdulillah saya dan Reza resmi sudah menjadi sepasang suami istri. The event was very beautiful, everything went really well. Meskipun rombongan saya sempat telat sampai di lokasi akad, dan keduluan sama rombongan keluarga Reza. Hampiiiir saja gagal diumpetin di belakang mimbar masjid, tapi untungnya banyak yang kooperatif, jadinya Reza berhasil nggak lihat saya dulu sampai waktunya pembacaan akad πŸ˜€

03.03.2012
03.03.2012

I was really nervous that time, moment di saat keluar dari persembunyian, dan melihat Reza, Bapak, penghulu, dan dua saksi di meja kecil itu rasanya nggak bisa hilang dari memori. Apalagi saat dengan lantangnya Reza menjawab akad nikah yang dihaturkan bapak padanya. Saya sempat kaget juga mendengar betapa Reza rasanya seperti berteriak tegas, mengatakan “Saya terima nikah dan kawinnya Sitty Asiah binti Darmadi dengan mas kawin yang tersebut tunai!”. Itulah pernyataan cinta paling indah yang pernah saya dengar selama hidup. Terimakasih sayangku, terimakasih karena sudah bersedia menjadi Imamku πŸ™‚

Acara resepsi juga berlangsung lancar, saya bahagia banget lihat banyak teman-teman yang meluangkan waktu untuk datang. Hermesian bahkan sempat sumbang suara menyanyikan lagu Satu Dalam Sejuta Hasta bareng-bareng. Murid-murid SIF Al Fikri juga banyak yang datang, i was really surprised seeing them, i wanted to just hug them one by one. One of the best moment in life banget deh pokoknya. Start of my new beginning πŸ˜€

USG Pertama

After those firstly, came another HUGE news. I am pregnant. Di awal bulan Juli akhirnya muncullah dua garis di dua test kehamilan yang saya ambil. Nggak ada kata-kata yang bisa menggambarkan bagaimana campur aduknya perasaan saya saat itu. Senang tentu saja, tapi sekaligus takut dan kebingungan hahaha.. I was about to become a mom, ada bibit manusia baru yang tumbuh di dalam rahim saya. Akhirnya sering sekali tanya dan baca sana sini tentang kehamilan ini. Hari ini kehamilan saya sudah memasuki trimester akhir. Insya Allah bulan Maret tahun ini akan hadir anak pertama saya dan Reza di rumah tangga kami. Banyak hal saya lalui berkaitan dengan kehamilan ini, dari mabuk berat di trimester pertama sampai makan apapun nggak selera. Sampai akhirnya menggila di trimester kedua sampai berat badan sempat naik drastis dan dibilang kegemukan sama bidan dari Puskesmas Tebet. Lalu kemarin waktu terakhir kali check up, detak jantung baby sempat mencapai 170/menit (normalnya max 160/menit). Saya dinyatakan animea sedangkan tekanan darah terhitung tinggi. Wuah.. panik luar biasa deh saat itu. Minta maaf beeerkali-kali sama anak dan suami, akhirnya sejak saat itu rajin sekali minum vitamin dan kali ini minumnya lebih lengkap dari biasanya. Haha.. balada bunda malas minum obat πŸ˜€

Dua kejadian penting itu ditutup dengan resign nya saya dari pekerjaan yang sudah saya tekuni selama dua tahun terakhir. I am leaving my children at school, hiks 😦 Akhirnya resmi menjadi a stay at home housewife lah saya. Dan dengan diterimanya Reza di kantor barunya, kami juga pindah domisili ke Rasamala.

Well, nggak begitu banyak yang bisa saya ceritakan tentang tahun 2012. But yet satu tahun ke belakang merupakan satu tahun yang sangat berkesan bagi kehidupan saya. Begitu banyak rencana untuk tahun 2013 ini, semoga Allah selalu berikan jalan yang terbaik untuk saya dan keluarga kecil saya.

Di tahun 2013 nanti Insya Allah saya dan Reza akan…

  1. Pindah ke apartemen kecil di daerah Ancol, membangun keluarga kecil kami. Thanks ayah for the opportunity, Bismillah we can do this πŸ™‚
  2. Melahirkan anak pertama kami, Insya Allah di Puskesmas Tebet. Semoga nggak ada aral melintang dan saya bisa melahirkan dengan proses normal dan lancar. Amin Yaa Rabb.
  3. Membuka bisnis kuliner kami yang pertama, Ayam Abaik (ayam organic, Halalan Thayiban) di Pondok Kelapa. Semoga Allah membukakan pintu Rezeki untuk usaha baru kami ini. Amin.
  4. Untuk saya, semoga di tahun ini saya bisa menulis kembali dan menghasilkan karya yang real dan jual-able. Amin πŸ˜€
  5. Insya Allah akan pindah ke rumah BSD ketika pembangunannya sudah selesai. Semoga bisa menemukan jalan keluar untuk transportasi Reza menuju tempat kerjanya di Tanjung Priuk, amin.
  6. Semoga saya bisa membahagiakan Ande dan Bapak, apapun itu caranya.

After all, saya berharap kehidupan di tahun 2013 ini bisa lebih baik dan saya bisa membesarkan anak kami dengan baik dan adil. Amin yaa Rabb.

Bee

Psst! Do not tell, it’s a jinx!

Tapi sebelumnya izinkan saya update sebentar, about being pregnant. Hehe πŸ˜€

So what i learn about being pregnant is…

  1. AMAZING!! kemarin saat saya harus kembali ke rumah sakit lebih awal dari jadual berkunjung Obgyn yang sudah ditetapkan, thanks to those flek-flek merah yang muncul weekend kemarin, bunda panik luar biasa, takut kamu kenapa-kenapa, nak. Despite those scary experience while i have to sit in front of my doctor’s face opening my leg widely. GOSH!! that was traumatic :,( Thankfully, seconds later i get to see my baby inside through USG. Bunda lihat degup jantung kamu nak, kamu hidup. Sangat hidup. Thankfully i was sane enough not to cry like a baby seeing that heart beat. I can’t even describe how i feel. It was just amazing.
  2. Wee bit unusual. Name it, everything that i used to like, now it’s like a nightmare to me. Everybody know how much i love cooking, sekarang tiap liat dapur rasanya mau hueeek aja. Tiap buka tudung saji, hueek lagi. Tiap liat gorengan (hell yeaaa risol) mata langsung pengen memejam saja. OMG what’s with this? i feel like so much not me.
  3. Now i understand what ngidam is. So, seperti yang saya sebutkan di atas. Di awal-awal kehamilan ini selera makan saya sangat menurun drastis. Hari ini saja saya baru makan dua kali (pertama waktu ikutan sahur sama keluarga, yang kedua barusan ini, lima menit yang lalu). Makan itu udah kayak nightmare buat saya. Serba salah, dimasukin makanan mual nggak dimasukin kasihan anakku 😦 So, apa itu ngidam? Ngidam (kayaknya) adalah saat ibu hamil (dalam hal ini saya) yang susah makan ini tiba-tiba terbesit satu jenis makanan tertentu lalu muncul keinginan untuk makan makanan itu saat itu juga. Nah, daripada nggak ada yang masuk ke perut, sangat dianjurkan bagi orang-orang di sekitarnya untuk segera mencari makanan tersebut dan menyajikannya ke hadapan si ibu hamil. Cuma biar si ibu hamil ini pokoknya masukin makanan ke perutnya. Meskipun seringkali hasilnya ya sama saja. Si ibu hamil tetap mual dan makanan hanya masuk secuil. Bhahaha.. sounds like reasoning ya πŸ˜›

Now that was things i learnt about being pregnant so far. Sebenernya masih banyak lagi sih, tapi kayaknya boleh di-save buat postingan selanjutnya karena bisa-bisa nggak keterusin deh ini tema yang sebenarnya mau disampein 😐

Okay, back to the topic!

Jadi weekend kemarin, saya dan teman-teman Hermesian kumpul di Taman Menteng untuk buka bersama sekaligus merayakan ulang tahun The Hermes yang ke tiga. Saat itu badan saya sebenarnya agak kurang fit, juga waspada. Pasalnya malam sebelumnya saya sempat mengalami flek. Flek adalah munculnya bercak-bercak darah yang mengindikasikan adanya luka di organ dalam ibu. Salah satu hal yang harus diwaspadai oleh ibu-ibu hamil. Apalagi jika usia kandungan masih sangat muda seperti saya. Karena keluarnya flek adalah salah satu gejala awal keguguran.

Saya sempat sedikit lega saat paginya flek sudah mulai berkurang. Namun setelah makan malam, saya kembali check ke kamar mandi gedung tempat kami makan. Flek kembali muncul dan kali ini terlihat lebih pekat dari sebelumnya. I panicked, but act soooo zen. I can’t show it to my friends, especially on our happy day.

But then saat di taksi saya nggak bisa menahannya lagi. Saat itu Jia, sahabat saya, ikut dengan taksi yang saya dan suami tumpangi. Saat masih ada Jia, saya bilang ke suami “Sayang, kayaknya besok aku bener-bener harus periksa deh”. Suami hanya mangangguk saja saat itu. Saya bercerita semuanya ke Jia yang terlihat cukup kebingungan. Jia sempat terdiam, lalu berkata “Sebenernya kalau usianya masih muda banget, nggak usah sebarin berita dulu kali ya”. Di sanalah pembahasan ini dimulai.

Tahu kan Jinx? itu lho, semacam kutukan yang terjadi ketika seseorang menceritakan sebuah kabar baik yang masih sangat prematur. Saya pernah menjadi orang yang sedikit percaya tentang hal ini. Dan memang, hal ini sudah sangat bercokol di benak kebanyakan orang, saat itu salah satunya adalah Jia. Tapi mungkin, Jia hanya terlalu kuatir saja pada saya dan kandungan saya.

Dulu saat baru mendapati kalau saya hamil, saya sempat bimbang untuk menyebarkan kabar gembira ini kepada semua teman-teman saya. What if this wont work? what if this only for temporary? (naudzubillah min dzalik). Tapi kemudian saya kembali berpikir, jika saya sebarkan berita baik ini pada teman-teman saya, lalu saya minta mereka mendoakan kesehatan dan keselamatan janin ini, siapa yang tahu Allah akan mendengarkan doa salah satu dari mereka. We never know which prayer will be answered. By this reason, i started spreading the news, dengan ditambah permohonan doa untuk kesehatan dan keselamatan anak saya. I tried to always do that. Because it’s not bragging what i aim to do. Saya sangat mengharapkan doa-nya. Karena saya sangat percaya pada doa. Doa siapa saja, karena Allah adalah Maha Kuasa, Maha mengabulkan doa-doa.

So i don’t believe in such things as jinx. If this is really not working (naudzubillah min dzalik) it’s not because i am spreading the news. Pasti ada alasan yang jauh lebih reasonable dari itu. Lagipula bukankah kebahagiaan akan terasa berlipat-lipat ketika kita berbagi? Sekarang coba bayangkan, saat kabar bahagia dipendam sendiri saja, lalu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan setelahnya, then people will eventually know it. They will ask you “How come we didn’t know what happened? How did it happened?” and then you have to repeat those sad story over and over again. Duh, rasanya gimanaaaa gitu ya. So, don’t hesitate people, just spread the good news. It’s worth it πŸ™‚

And oh, Jia agreed with me by the way πŸ˜‰

Have a wonderful day people.

Bee

Happy 3rd Birthday, Dear Hermesian!!

This slideshow requires JavaScript.


Happy birthday to us dearest all Hermesian. Nggak nyangka udah 3 tahun aja. Since i met you guys, my life was never the same. It was full of awesomeness. It’s great meeting such a unique people in live. And with you guys, my life full of the rainbow colour. I love you, i love us.

HAPPY BIRTHDAY!! cup cup mmuuach πŸ˜‰

Wisata Ngidam

Mengutip salah satu tulisan Jia di akun twitternya,

NGIDAM adalah saat pergi ke FX cuma buat makan spaghetti saus telur asin, truss balik lagi.

Dan kami sepertinya memang sedang ngidam-ngidamnya. As for me ini memang tidak bisa dinyana lagi. Pasalnya beberapa saat sebelum sesi makan sore di FX itu, saya baru saja selesai sesi makan siang bersama keluarga besarnya Reza. Tapi memang sudah sejak lama saya ingin mencicipi kembali masakan ini. Pernah beberapa kali mencoba membuat di rumah, tapi hasilnya nol besar. Saya jadi sebal, sepertinya saya memang penasaran saja yah. Kali ini penasaran yang lumayan menguras isi dompet. Meh!

Me and Jasmine Tea

Saya dan Jia sampai di FX sekitar jam setengah lima sore. Langsung saja naik lift ke lantai paling atas dan jalan mantap memasuki resto yang ada di pojokan deket lorong menuju toilet. Setelah memilih satu tempat duduk yang sepertinya cozy kami langsung buka-buka buku menu. Jia malah langsung memesan Spaghetti saus telur asin ke Mas Maulana (waiter kami saat itu) tanpa buka buku menu. Saya masih mau lihat-lihat dulu, siapa tau ada yang lebih menarik. Kata Siska kepiting soka saus telur asin di sana juga juara, tapi saya nggak menemukan makanan itu di buku menu. Saya takut pas sudah dipesan nanti harganya malah melebihi budget. Heuu.. Jadilah akhirnya ikutan Jia pesan Spaghetti saus telur asin. Minumnya kami sama-sama pilih teh hangat. Saya pilih jasmine tea, sedangkan Jia pilih lemon tea.

welcome bread

Sambil menunggu pesanan datang saya merasa dingin sekali. Ternyata tepat di atas saya ada lubang AC yang menyemprot angin dingin ke arah saya. Kebetulan belakangan ini kondisi badan saya sedang nggak fit, saya nggak mau ambil resiko dengan tetap duduk di spot itu, meskipun sepertinya cozy. Akhirnya saya minta pindah ke pojok yang lain. Tak lama kami duduk di sana, seorang waiter membawakan minuman pesanan kami, ditambah satu keranjang berisi dua roti polos dan dua stick keju. Ada juga tambahan butter dan pesto untuk olesan roti. Jia langsung saja menyambar salah satu roti yang ternyata masih hangat dan memotongnya menjadi dua, mengolesi butter dan pesto sambil nyerocos “Eh sumpah ya, ini enak banget loh. Yang ijo-ijo ini enak banget loh, apaan sih ini namanya? gimana ya cara bikinnya?”. Well Jie, itu namanya pesto, cara bikinnya tinggal ulek semua daunnya truss tambahin olive oil, salt and pepper. Begitu sih yang sering saya lihat di food channel hahaha.. *sok tau padahal belum pernah coba bikin* πŸ˜›

The famous spaghetti with spicy duck egg sauce

Nggak lama setelah roti dan stick kejunya habis kami gerogoti, datanglah dua pesanan utama itu. Saya pernah beberapa kali mencoba bikin sendiri di rumah tapi selalu gagal. Di percobaan pertama saya pakai telur asin yang sudah matang (boiled) dan warna saus nya nggak sekuning gambar di atas, lalu bentuknya masih berupa gumpalan-gumpalan gitu. Meskipun secara rasa sih sudah bisa disamakan lah ya.

Percobaan kedua saya coba pakai telur asin yang masih mentah. Jadi yah ternyata kuning telur bebek yang sudah diasinkan ini, meskipun mentah bentuknya sudah mengeras gitu. Kalau kita pecahkan telurnya, maka putihnya akan mengalir keluar, sedangkan kuningnya masih bertahan dengan bentuk bulatnya. Saat itu saya baru sadar kalau blender di rumah rusak 😦 jadi agak kesulitan menghancurkan si kuning telur ini. Mungkin di percobaan selanjutnya saya akan coba menghancurkannya dengan ditambahkan air panas. Semoga teksturnya bisa jadi cair.

Sebagai makanan yang memang sudah kami idam-idamkan, rasanya nikmat sekali bisa menghabiskan satu porsi itu sendirian ahahaha.. Spaghetti ini adalah salah satu makanan yang wajib dicicipi siapa saja yang suka wisata kuliner. Meski bandrol harganya bikin mikir beberapa kali dulu buat mampir, tapi worth the try kok πŸ™‚

Seperti yang saya bilang di awal tadi, selesai makan, saya dan Jia keliling-keliling sebentar lalu langsung pulang. Bener-bener wisata ngidam ini namanya πŸ˜›

Bee

Spaghetti Telur Asin IDR 71k |Β Hot Jasmine Tea IDR 19k |Β Hot lemon tea IDR 19k

*semua harga di atas belum termasuk PBI dan service

And So It Was…

I never good on memorizing things, apalagi yang sudah lewat beratus-ratus hari yang lalu. Makanya nggak pernah berhasil bikin postingan kilas balik. And it’s a good thing to write actively for this one year. I manage to take a look back to almost all important things happen in the whole year. Thanks to this blog πŸ˜›

Jadi tadi pagi saya buka lagi postingan-postingan di blog ini selama tahun 2011. Ini dia ringkasannya.

Januari

Awal tahun kemarin dibuka dengan kabar duka dari salah satu senior di Sastra Cina -Tika (@tikuyuz)- yang meninggal dunia karena penyakit flek paru yang dideritanya. Saya sempat pergi ke rumahnya dan menghantarkan ke kuburan/ Sampai rumah saya menuliskan pengalaman saya saat mengidap penyakit yang serupa dengan Tika di tahun 2006 yang lalu di sini. Lots of people inspired by that post. Viona bahkan mengkopipaste keseluruhan post tersebut di blog pribadinya. Saya ingat menuliskan post tersebut karena membaca salah satu tweet teman yang perokok tentang bagaimana dia menghargai mereka yang tidak merokok. Karena terkadang para perokok suka lupa kalau ada satu kaum lagi di luar mereka yang perlu juga diperhatikan hak nya πŸ™‚

Dari catatan saya tertulis kalau awal tahun ini keinginan saya untuk menikah tumbuh semakin besar. Setelah gagal menikah karena nggak diberikan izin di akhir tahun 2010 kemarin, harapan terbesar saya untuk tahun 2011 adalah menikah. Yah well, harapan itu belum terwujud di tahun ini.

Pebruari

Untuk pertama kalinya saya mendapat undangan nonton bareng sebagai blogger. Salah satu Channel TV kabel ~AXN Asia~ mempromosikan serial terbaru mereka yang berjudul Blue Blood dengan mengundang beberapa blogger untuk makan malam sambil nonton bareng di Bloemings Cafe – Senayan. Di saat ini saya mendapat kejutan dari Anggie dengan berita kehamilan ketiga-nya, which is saat itu anak keduanya masih berusia 3 bulan. That was really a big shock from her, saya sampai terperangah sambil berteriak WHAT? di bar cafe tersebut. Baby Annisa (anak ketiga Anggie), lahir dengan persalinan Cesar bulan Agustus yang lalu, and she is really cute.

Di bulan Pebruari ini akhirnya buku Empat Elemen selesai dibuat. Dibantu oleh Helios Capital dan Yayasan Warna Warni, akhirnya saya dan teman-teman dari The HermesΒ berhasil menerbitkan buku perdana kami. Semua hasil penjualan bukunya akan disalurkan langsung kepada korban gunung Merapi di Jawa Tengah sana. Bulan Oktober yang lalu, Galuh, Jia, dan Astrid datang langsung ke SD Srunen Yogyakarta untuk penyaluran dana tahap pertama. Kamu bisa ikut project charity ini dengan membeli buku Empat Elemen yang pemesanannya bisa dilakukan dengan mengisi kolom pemesanan di bar sebelah kanan website The Hermes.

Maret

Di awal bulan saya terkena cacar air untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya adik bungsu saya, Annisah sempat tertular penyakit ini dari temannya di sekolah. Saya yang merasa sudah pernah kena cacar air nggak merasa kuatir dan tetap saja tidur satu kamar dengan dia. Alhasil berbarengan dengan mengeringnya bintik cacar di tubuh Nisah, muncul bintik serupa di kaki dan leher saya. Praktis lah saya absen mengajar sampai satu minggu.

Tanggal 26 Maret 2011 yang lalu saya dan teman-teman Hermesian mengadakan acara Launching buku Empat Elemen di Times Book Store Pejaten Village Jakarta. Acara yang awalnya kami kira akan berlangsung sederhana saja, malah menjadi ajang kumpul teman-teman sepenjuru twitter. Banyak banget orang ‘tak biasa’ yang datang ke acara ini. Bahkan Vege dan Mayang yang nggak pernah-pernahnya hadir di acara saya bersama Hermesian, saat itu meluangkan waktu mereka untuk datang. I was really happy having such an incredible moment like that. Malamnya saya dan Reza menghadiri pernikahan salah satu sahabat Reza, Agoy.

April

Bulan yang cukup membuat saya termenung. Untuk pertama kalinya (dan hopefully terakhir kalinya) saya kecopetan. Sempat lemes dan gemeteran banget saat sadar kalau kecopetan dan hape Nokia E 71 saya hilang. Malah sempat selalu tercekat setiap kali melewati jalan di mana saya duga ketiga sindikat copet itu menyerang saya. Ya maklum saja, saya sempat nggak sadar kalau sedang dicopet saat itu, para sindikan itu profesional luar biasa. Tapi Alhamdulillah Allah segera memberikan ganti yang lebih baik kok. Semoga pencopetnya segera sadar dan insyaf deh, kalau nggak ya kena hukuman dunia akhirat πŸ˜›

Di bulan ini pula Reza resmi dipanggil bertugas di Jambi. Beritanya datang mendadak banget, hanya selang satu hari setelah saya jatuh sakit di rumahnya. Jadi di hari keberangkatannya itu saya nggak bisa menemaninya packing sama sekali, apalagi mengantar ke bandara. I was really sick that day that i have to stay in bed all day. Di moment itu perasaan saya campur aduk, sempat kesal juga dengan permainan hidup yang disajikan Allah. Tapi berusaha untuk sabar dan ikhlas menjalani semuanya, Insya Allah memang untuk yang terbaik kok πŸ™‚

Mei

Bulan Mei dibuka dengan kelahiran keponakan pertama dari keluarga DMD. Azizah melahirkan putra pertamanya ~baby Sholih~ di Rumah Sakit Hermina Depok. Kami sekeluarga bahagianya bukan main. Apalagi si anak bayi ini pintarnya bukan main, setiap hari selalu bahagia, anak yang worry free banget, senyuuuum terus setiap saat. Duh ngangenin deh pokoknya. Saya hadir di proses persalinan baby Sholih, sempat nggak sengaja melihat tangan dokter yang berdarah-darah sambil memegang alat jahit organ yang bentuknya Masya Allah mencengangkan itu. Sempat selalu bergidik saat ingat itu, untungnya saya punya short term memory yang lumayan kronis. Jadilah memori itu sekarang sudah agak kabur dari ingatan. Pfiuuh..

Di bulan ini saya sempat panik karena kehilangan kontak dari Jambi selama satu malam. Nggak tau kenapa perasaan saya panik bukan main saat itu. Ternyata benar, itu adalah firasat. Terjadi musibah besar di tempat Reza bekerja. Salah satu anggota tim nya ada yang hilang dan baru ditemukan dua hari setelahnya dalam keadaan tak bernyawa. Saya sempat bingung harus bagaimana menyikapi hal tersebut. Ada rasa lega karena bukan Reza yang hilang, tapi juga sangat menaruh empati pada keluarga yang kehilangan. It could be me and Reza’s family. Masya Allah. Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kesabaran kepada keluarga tersebut. Amin.

Juni

Mendapat berita mengejutkan dari facebook di bulan ini. Buku Bunuh Diri Massal 2008 yang sempat diterbitkan Ufuk Press di tahun 2009 yang lalu saat itu diterbitkan ulang dengan tampilan dan judul baru “Negeri Tanpa Perasaan”. Penerbitan buku BDM pada tahun 2009 itu saja sempat menuai protes dari teman-teman yang tidak tahu menahu kalau karya mereka (termasuk karya saya) yang juga dimuat di dalamnya, diterbitkan. Bahkan Alanda Kariza sebagai salah satu penulis yang namanya tertera pada kaver tak pernah diberikan kabar sama sekali tentang ini, apalagi menandatangani kontrak. Dulu saya dan teman-teman sih diam saja, tapi tahun ini kami memilih untuk bersuara. Sempat menyuarakan aspirasi lewat facebook Ufuk Press, sampai akhirnya Alanda diundang bertemu dengan redaksi mereka. Tapi sayang sampai saat ini kami nggak pernah dapat benar-benar berdiskusi dengan pihak Ufuk. Jadilah akhirnya kami sepakat untuk meminta buku “Negeri Tanpa Perasaan” ditarik dari peredaran dan nggak dijual di Pesta Buku yang saat itu sedang berlangsung.

Di bulan ini, tepatnya tanggal 8, saya dan Reza resmi menjalin komitmen selama satu tahun. Karena kami sedang berjauhan dan Reza nggak punya hormon romantis sama sekali, kami cuma melewatkan hari itu dengan sebuah percakapan absurd. Saya malah mendapat kejutan dari Endy Daniyanto lewat wawancara radio bersama RKTI yang sebenarnya adalah untuk mempromosikan album VIVA! Hermesian yang versi free download nya dirilis di hari yang sama (tanggal 8 Juni). Nama saya dan Reza diucapkan berulang-ulang kali sampai wajah saya terasa panas karena malu. Padahal saya mendengarkan siaran itu sendirian di dalam kamar, praktis lah terlihat seperti orang gila karena nggak bisa berhenti tersenyum sendiri.

Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, di bulan ini pula album VIVA! Hermesian versi free download dirilis. Read the recording expierence, here.

Juli

Bulan Juli ini agak unik. Saya kehilangan salah satu anggota keluarga untuk selama-lamanya. Nenek Hani (ibu dari bapak saya) setelah sekian lama sakit dan menghabiskan waktunya tidak berdaya di tempat tidur, akhirnya menutup usia di bulan ini. Ada peristiwa yang cukup membuat saya tercekat saat itu. I don’t think i can re-explain it in here, just click the post for further story.

Beberapa saat sebelum kepergian nenek Hani untuk selamanya, saya, bapak, dan ande berkesempatan untuk bersilaturahmi ke rumah Reza untuk membicarakan kelanjutan hubungan kami. Alhamdulillah hari itu papa dan mama Reza akhirnya memberikan restu untuk kami menikah. Setelah perundingan yang cukup panjang dan menyita emosi, akhirnya muncullah sebuah tanggal yang Insya Allah akan menjadi hari pernikahan saya dan Reza. Just wait for it, i am so excited.

Agustus

Untuk pertama kalinya setelah berpisah berbulan-bulan, saya dan Reza berkumpul kembali. He stays for almost three weeks that time. I am so happy having him around again πŸ˜€ walaupun masih harus rela ditinggal lagi.

For the first time, i googled about Indonesian’s Independence history. Merasa terpana dengan proses proklamasi kemerdekaan RI, saya akhirnya menuliskan postingan ini. I always love history. It bring out the answer you never could found before.

September

Di bulan-bulan ini The Hermes lagi kebajiran kegiatan. Salah satunya adalah Social Media FestivalΒ di mana The Hermes meluncurkan E Novelette terbaru yang bertajuk Hikaya Nusantara. Untuk E Novelette ini, saya yang bertugas jadi editor. Dengan sentuhan Jia, akhirnya tampilan E Novelette terbaru The Hermes ini jadi lain dari biasanya. Jadi keren euyh, apalagi kavernya yang unik banget, buatan Dansapar. Kalau mau baca kamu bisa download gratis di sini.

Oktober

SAYA KE BEIJING!! owaaa owaaa owaaaa.. *moda norak: menyala*

Siapa yang nggak bakalan norak coba? bisa dapat kesempatan mengunjungi Beijing, GRATISAN. Naik maskapai terbaik Indonesia dan mendapat akomodasi yang sangat baik di sana. Setiap hari ada saja tempat yang saya (bersama teman-teman) kunjungi. Saya bahkan berkesempatan untuk mendaki Tembok Besar Cina. Ditambah lagi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan ide dengan banyak guru Mandarin dari berbagai negara (Australia, Amerika, Thailand, dll). The trip was perfect. I even wrote the story to four different post. This, this, this and this. Kalau dikasih kesempatan, saya mau banget balik lagi ke sana, di bulan yang sama, biar cuacanya senyaman bulan Oktober yang lalu itu :D.

Nopember

Pulang dari Beijing saya sempat dilanda kesibukan luarrr biasa. Di bulan ini saya memulai masa training penulisan skenario di Wahana Penulis. Bisa bertemu dan sempat ditutor langsung oleh Mas Salman Aristo, rasanya beruntung banget dikasih kesempatan ini sama Allah. Trainingnya masih berlangsung sampai sekarang, dan beberapa saat yang lalu sinopsis saya sempat dikirim ke salah satu Production House. Sampai saat ini masih menunggu kabar dari mereka, semoga aja lolos. Amin.

Hal hebat kedua yang terjadi di bulan ini adalah WORDISME. Saya mendapat kesempatan untuk menjadi salah satu panitia Workshop menulis gratis selama sehari yang diprakarsai oleh mbak Alberthiene Endah dan Ollie. Senang sekali bisa menjadi bagian penting dari acara sebesar ini. Event ini sepertinya akan berlanjut lagi di tahun mendatang, i just can’t wait to do the brainstorm with the team. Pasti acara selanjutnya akan lebih heboh lagi dari sebelumnya.

Desember

It’s the birthday month for me. Saya nggak pernah begitu mencitrakan hari ulang tahun sebagai hari yang sangat penting. Tapi di tahun ini (mungkin karena rasa rindu yang lumayan besar) saya merasa kesal sekali dengan keabsenan Reza di sisi. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa Reza lupa dengan hari ulang tahun saya itu. Meradanglah saya saat itu, sempat terjadi drama heboh di telfon. Tapi ya sudah begitu saja, saya mana betah sih menahan emosi berlama-lama? Beberapa jam setelahnya ya sudah lupa dengan rasa kesalnya. Atau saya kubur dalam-dalam? ah.. entahlah πŸ˜›

Di bulan ini, album VIVA! Hermesian versi fisik diluncurkan. Kami sempat melangsungkan acara peluncuran di Backyard Kemang, dan saya sempat bernyanyi begitu banyak lagu di sana. Sampai Chicko nyeletuk “Ini sih namanya sehari bersama Sitty Asiah” Ooops πŸ˜› The event went well and warm. Hampir semua Hermesian hadir di sana, Mbak Eni bahkan datang jauh-jauh dari Yogya untuk bisa menghadiri acara ini. Begitu juga dengan Arief MW yang rela menginap semalam di rumah Kiki demi bisa mengejar datang dari pagi. Ho.. Anggie juga nyempetin dateng loh!! dan di acara ini untuk pertama kalinya saya didampingi keluarga. Yup, Ande, Aziz, dan Mush’ab juga datang. They all made my day deh pokoknya.

Fiuhh… udah mulai pegel nih nulisnya πŸ˜›

So, tahun 2011 ini ditutup dengan pengalaman saya jalan-jalan sebagai turis bersama Jia dan Rahne di Solo. The trip was a whole new experience for me.

Nah, itu dia highlight tahun 2011 saya. Akhirnyaaa bisa juga bikin postingan semacam ini hehe πŸ˜€

Sebentar lagi tahun akan berganti. Tak sampai dua jam lagi tahun 2011 akan berlalu. Semoga di tahun baru nanti banyak hal yang nggak kalah baiknya terjadi di hidup saya. Dan semoga rencana pernikahan saya dan Reza di bulan Maret nanti diberikan kemudahan dan kelancaran. Allah bless us always. Amin.

Ciao readers, have a blasting new year. Let’s celebrate it with a good sleep..

Tee~~hee~~

Bee

Launching Album Viva! Hermesian

Ini sih namanya sehari bersama Sitty Asiah!

Begitu celetuk Chicko ketika saya naik panggung untuk yang kesekian kalinya. Benar juga sih, Launching album Viva! Hermesian tanggal 11 Desember yang lalu itu jadi seperti Showcase tunggal saya bersama Endy Daniyanto dan Filomonic Band, saking seringnya saya bernyanyi. Ya tapi mau bagaimana lagi? semua lagu di album itu sebisa mungkin dinyanyikan, tapi para penyanyinya nggak ada yang bisa ikut latihan, beberapa bahkan nggak bisa datang.

So, as i wrote hereΒ before, i’ve been joining Endy Daniyanto on our (Hermesian) music project, Viva! Hermesian. Awalnya album ini disebarkan secara gratis via website pribadi Endy. Tapi sejak tanggal 11 Desember yang lalu download nya sudah berbayar. $2 USD or more, begitu tulis Endy di website-nya itu. Dan berkat bantuan dari Nyoman dan Roy dari Trampolin Records, Viva! Hermesian kiniΒ sudah bisa dibeli dalam bentuk fisik, yeay! Saya sendiri sudah beli dooong, dan ditandatangani langsung sama Endy πŸ˜€

Nah! hari minggu yang lalu, tepatnya tanggal 11 Desember 2011, The Hermes dan Trampolin Records menggelar launching album ini di Backyard Cafe Kemang. Kesibukan mempersiapkan acara hari itu sudah dimulai sejak (sekitar) satu bulan sebelumnya. Kalau Endy mungkin sudah lebih lama dari itu. Saya sendiri baru mulai ikut latihan dua minggu sebelum hari H. Saat itu untuk pertama kalinya saya bertemu dengan Filomonic band, yang salah satu personilnya nggak lain adalah muridnya Endy. Saat itu ternyata, untuk pertama kalinya juga Filomonic mendengar lagu-lagu The Hermes dan berusaha untuk mengiringi dengan formasi band. Saya angkat topi pada Filomonic band atas usaha dan kemauan keras mereka untuk kelangsungan acara ini. Selama dua minggu itu mereka betul-betul berlatih intensif untuk bisa Β menciptakan musik yang mirip (atau bahkan lebih keren) dari versi album.

Singkat kata, datanglah hari itu di mana sejak paginya saya sudah deg-deg an dan mules-mules karena nervous. Membayangkan begitu banyaknya lagu yang harus saya bawakan hari itu. Teman-temn The Hermes berjanji untuk berkumpul di Backyard pukul 11 siang. Saya dan Jia datang hanya terlambat beberapa menit. Sesampainya di sana, karena masih sepi banget, kami memutuskan untuk mencari sarapan terlebih dahulu. Kami berjalan menyusuri jalan kecil Kemang, dan menemukan sebuah resto dengan papan nama bertuliskan Fish and Chips besar-besar. Mata saya langsung berbinar, haaa.. Fish and Chips for breakfast, sounds too much, but why not? πŸ˜› Lalu Jia menambahkan kembali dengan bilang “Eh, Nechan pernah nulis review tentang resto ini, aku pernah nyoba dan emang enak. Mau makan di sini nggak? udah buka nih”. Saya? langsung mengangguk-angguk semangat.

Saya pesan Fish burger (IDR 35k) dan Jia memesan menu Sailors Bite (IDR 37k) dan Potato Scalops (IDR 10k)Β untuk minumnya teh hangat tawar saja :D. The burger taste soo good, roti bun nya nggak seperti biasa kita temui di Mc.D (ya menurut looo?), isinya ada ikan dori goreng tepung, saus tar tar, dan keju. Nggak ada sayurnya sama sekali, si Reza pasti suka banget sama burger ini. Pesanan Jia, Sailors bite adalah potongan bite size ikan dori goreng tepung dengan kentang goreng dan saus tar tar. Sedangkan potato scalop adalah kentang goreng tepung berukuran lebar-lebar kayak scalop.

Harganya ternyata sudah naik sejak kunjungan Jia sebelumnya, saya menemukan foto ini dari salah satu review di blog ini, bisa dilihat kan perbedaan harga dulu dan sekarang? sungguh signifikan πŸ˜›

Tapi dari rasa dan porsinya, harga tersebut terbilang reasonable kok. Sepertinya mulai sekarang, kalau lagi ngidam fish and chips, instead of Β ke Fish and Co lebih baik ke sini aja. Ya, sayangku? πŸ˜€

Okay, lanjut ke launching album. Selesai makan kami kembali ke Backyard. Di sana Endy dan Filomonic band sudah mulai sound check, saya langsung gabung dengan mereka. Nggak lama kemudian, datanglah Alit Sastrajingga, vokalis yang ikut project Menyapa Tuhan Menyapa Alam nya Endy dan Oom Memed Budiarto (Romo nya Rahne). Kami sempat termangu sebentar saat melihat Alit di sana, takjub karena dia memutuskan untuk datang di tengah suasana berkabung. Ayah Alit beberapa hari sebelumnya dipanggil Tuhan untuk selamanya. Saya dan teman-teman langsung heboh menyabutnya dan bergantian menjabat tangannya sambil mengucap kalimat-kalimat duka. Alit pun menyambut kami dengan senyum cerahnya, suasana kembali ceria. Semoga ayah Alit sudah tenang di ‘sana’ πŸ™‚

Sekitar jam setengah 2 siang, acara kami mulai. Dibuka dengan stand up comedy dari salah satu MC andalan The Hermes -Chicko-, yang berdiri diam di atas panggung sambil disorot matahari mentereng dan literally standup lalu berpose komedi. Bisa banget ya si Chicko ini. Acara baru benar-benar dibuka ketika Endy naik panggung dan menyanyikan jingle Trampolin Records yang ternyata baru pertama kali diperdengarkan ke Owner dan Co-owner label tersebut, Nyoman dan Roy.

Acara hari itu dibagi menjadi tiga sesi, berikut rundown aslinya:

Sesi 1

  • Prelude – Memories of Night
  • Goodnight Andromeda
  • Hanya Allah
  • Love You So
  • Video #1
  • Hermes for Charity Vol. I
  • #DuaSahabatSayaJadian
  • Video #2

Sesi 2

  • Interlude – Memories of Rain
  • Aku Bersama/Hujan Kenangan Lama
  • Cinta Pasti Kan Ada
  • Sebaik-Baik Wanita
  • Someday Baby

Sesi 3

  • For My Happiness
  • Video #3
  • My Fantasy Is You
  • Gravity
  • Keeps Coming Back
  • Video#4
  • Potret Sebuah Negeri
  • Satu Dalam Sejuta Hasta
  • Satu Kosong

Judul lagu yang berwarna merah adalah lagu-lagu yang saya nyanyikan pada hari itu. So, sangat beralasan celetukan Chicko di atas tadi. Lha yang lain paling nyanyi dua lagu, saya LIMA sendiri. *tepok jidat*

Pada kenyataannya ada satu lagu yang tidak jadi ditampilkan, yaitu #duasahabatsayajadian (THANKGOD ini nggak jadi, ya Tuhan bisa merah muka saya nahan malu :P) dan beberapa lagu yang pindah posisi karena penyanyinya masih dalam perjalanan.

Ah! bicara tentang masih di perjalanan, ada peristiwa lucu terjadi di hari itu. Jadi di dua lagu terakhir kan ada lagu Satu Dalam Sejuta Hasta yang merupakan lagu andalan di album ini ya. Penyanyinya adalah Tasya dan Djawa. Tasya sudah standby di lokasi dari awal acara, tapi Djawa sampai jam setengah empat nggak muncul juga batang hidungnya. Saya dan Tasya sudah kelabakan nge-ping dia di bbm untuk nanya posisi. Pertama dia bilang masih di Bogor (ack! dunia serasa mau runtuh), update selanjutnya sudah ada di kereta (ini geregetannya udah kayak mau ngejambak rambut Djawa begitu dia sampe), truss setengah jam sebelum Satu Dalam Sejuta Hasta ditampilkan, dia masih di Pasar Minggu (Macha udah keliatan mau nangis, gigit-gigitin kuku nggak jelas),.AKHIRNYA beberapa detik setelah intro lagu SDSH berkumandang, saya yang menunggu di depan Cafe melihat seorang laki-laki dengan kemeja biru dan celana bermuda (warna entah apa saya lupa) keluar dari mobil dan berlari kocak ke arah saya. Langsung saya arahkan dia ke panggung dan nggak pakai nafas dulu, Djawa bergabung dengan Macha yang mukul-mukul pundaknya gemes. That was so close, Wa.. SOOO CLOOOSSEEE.. Masya Allah.

Lagu Satu Kosong menjadi pilihan Endy untuk menutup acara hari itu. Semua personil The Hermes naik ke atas panggung dan menyanyikan lagu ini. Chicko semangaaat banget nyanyi lirik bagiannya sendiri, beberapa Hermesian lainnya terlihat keki sendiri, sisanya terlihat antusias dan bahagia. Termasuk saya. I was soooo happy that the show went so well. Meskipun masih ada banyak hal minor yang terjadi, tapi semuanya masih bisa ditolelir.

Terimakasih banyak banget buat tamu yang hadir hari itu, especially Romo nya Rahne, Ande dan dua adik laki-laki saya (yes, ini untuk pertama kalinya keluarga saya datang ke acara The Hermes :D), dan juga temen-temen dari KartunetΒ yang dengan keterbatasan mereka menyempatkan datang ke Kemang dan mengikuti acara dari awal sampai habis. Saya terharu bukan main saat melihat sosok mereka di tengah-tengah kami saat itu. Terhitung baru satu pekan kami saling mengenal (stand kami bersebelahan di acara On|Off Indonesia 2011 yang lalu), mereka sudah menunjukkan apresiasi sedemikian besar untuk kami. Yah well, tunggu kolaborasi The Hermes dengan teman-teman Kartunet untuk E Novelette selanjutnya yah, it will be owesome!! πŸ˜‰

Last but not least, Terimakasih Allah untuk kesempatan dan berkah yang Engkau berikan kepada hamba dan teman-teman Hermesian selama ini. Berkahi kami terus untuk project ke depannya. Amin.

Bee

nb: Album Viva! Hermesian bisa juga dibeli di setiap pertunjukkan live Endy Daniyanto and friends, dengan promo pay what you want. Jadi, kamu bisa membeli album ini dengan harga berapapun yang kamu mau. Ada stempel tersendiri untuk harga-harga terntentu. Promo ini terbatas lho, makanya pantengin terus info live perform Endy di @EndyDaniyanto.

Late Post (Friday Night)

By that title, i mean is last weekend. πŸ˜›

Jadi internet di rumah nyala dan mati selama beberapa hari ini. Barusan teknisi speedy-nya datang ke rumah dan bilang kalau kabel internetnya (lagi-lagi) digigit tikus. Argh!! Emang nyebelin banget deh tikus-tikus di rumah ini 😦 Padahal saya banyak melakukan hal yang seru di akhir pekan yang lalu. Jadi telat banget kan posting nya 😦

Tapi customer service speedy cukup bisa diandalkan yah. Saya, kalau ada masalah dengan koneksi di rumah bisa langsung mention @DhaniSpeedy di twitter. Nggak perlu menunggu lama komplain saya langsung ditanggapi. Awalnya mereka tanya dulu nomor speedy atau nomor telfon yang dipasangi speedy. Lalu mereka akan meneruskan keluhan ke unit teknis. Kalau masalah nggak bisa diselesaikan dari sana, mereka akan langsung kirim teknisi ke rumah. Gratis, kecuali kalau memang ada alat yang harus diganti. Seperti saya, kabel internet digigit tikus, ya ganti biaya kabel baru, begitu. Thanks deh ya, siapapun kamu, @DhaniSpeedy πŸ˜€

ANYWAY.. mari kita kembali pada topik utama.

MIMPI: pertunjukkan dari Teater Tetas

Hari Jum’at minggu lalu, tepatnya tanggal 9 Desember 2011 Tasya dan teater Tetasnya menggelar pertunjukkan terbaru mereka yang berjudul mimpi. Pertama kali nonton pertunjukkan Teater Tetas adalah bulan Februari tahun lalu, saya baru saja pulang dari Solo dalam sebuah fase kontemplasi dan langsung ditodong Macha untuk nonton pertunjukkannya. Dan kali ini ceritanya hampir sama.

Sudah beberapa kali saya ketemu Macha dengan lebam-lebam biru bertebaran di sekujur badannya. Kalau sudah begitu, bisa dipastikan itu adalah hasil latihan intensif dengan Teater Tetas. Dan beberapa bulan belakangan lebam biru itu muncul lagi, dan benar saja, akhir Nopember yang lalu Macha mengundang saya via bbm untuk datang ke pertunjukan ini. Kali ini berjudul MIMPI, disutradarai oleh seorang prfesor musik dari Austria bernama Werner Schulze. Tidak seperti tahun lalu, pertunjukan mereka kali ini bersifat absurd dan perlu proses pemikiran yang agak lama untuk bisa menangkap pesan yang ingin disampaikan. Di akhir acara, saat kami bertemu Macha di luar panggung, dia mengaku bahwa dia pun tak begitu mengerti dengan jalan berfikir si Sutradara dari Austria ini, hmm.. saya rasa dia hanya merendahkan diri saja. Macha gitu, dia kan punya pemikiran yang sama absurd-nya hehe.. πŸ˜› *peace Cha*

Saya datang bersama Jia. Awalnya kami berencana untuk menghadiri acara Gerakan Indonesia Membaca Sastra terlebih dahulu di Cikini. Tapi karena ada distraksi yang cukup memakan waktu lama di kost Jia, akhirnya kami terlambat Β berangkat dan sudah tidak sempat lagi mampir dulu ke Cikini.

Ah! saya ingin bercerita dulu tentang distraksi ini. Hari Jum’at yang lalu, berlokasi di kamar kost Jia, saya mendapat kejutan manis. Saya lebih dulu datang ke lokasi, karena Jia masih di perjalanan pulang dari kantor. Saat muncul, Jia bukannya mempersilahkan saya yang sudah berkeringat kepanasan untuk masuk kamar, malah disuruh menunggu lebih lama. Katanya ada kado yang belum dibungkus. Ini aneh banget deh, memang sih sejak saya masih di rumah Jia sudah lebih dulu bilang bahwa dia punya kado buat saya. Tapi ya sudah sih, nggak usah dibungkus juga kalo nggak sempet, toh nantinya juga akan saya buka lagi. Ternyata eh ternyata, bungkus kadonya pun dipilihkan khusus untuk saya. Hwaaa.. terharuuuu :’)

She gave me yellow pashmina and a cook book. I was thrilled that time, bener-bener teriak kegirangan kayak anak kecil. Belum ada yang pernah memberi saya buku masakan sebelumnya. Saya masih ingat saat melihat seorang teman kuliah saya dihadiadi sebuah buku masakan dengan tema Pasta dari salah satu dosen, saya hampir mati karena iri *OK that was too much* πŸ˜› Dan kemarin Jia menghadiahi saya buku ini. Gimana nggak mau teriak-teriak kegirangan coba? Hari Jum’at dan sabtu itu saya menginap di kost Jia. Di hari minggu malamnya saat kembali tidur di kamar sendiri, saya tidur dengan memeluk buku ini, hahahaha..

So, that was the distraction, sekitar jam setengah 6 sore kami baru berangkat menuju TIM. Macet setengah mati di sebuah jalan menuju Mampang, saya dan Jia sampai turun dari bis dan memutuskan untuk jalan kaki dan mencari taksi. Sampai di TIM kami kelaparan, memutuskan untuk beli tiket terlebih dahulu lalu cari makan. Jia membawa saya ke sebuah kios makan yang menyediakan menu Ayam bakar goreng. Yah, kamu nggak salah baca, ada dua keterangan proses pemasakan ayam di sana πŸ˜› Atas rekomendasi Jia yang bilang kalau menu itu enak banget, akhirnya saya pesan itu. Setelah datang penampakannya seperti ini…

Ternyata ini adalah ayam yang dibumbui dengan rempah-rempah untuk ayam bakar, lalu digoreng lagi. Disajikan dengan satu porsi besar nasi putih, sambel, lalapan dan kremes kelapa. Everything was just perfect. Saya yang biasanya sangat menghindari nasi putih di malam hari, sampai nggak bisa bertahan dan berakhir dengan menghabiskan satu porsi itu sendirian. Ack!! sejak saat itu perut saya nggak pernah berhenti kelaparan kalau malam hari, NO.. bukan salah ayam ini kok, memang perut saya saja yang aneh -_____-

Kembali ke Teater Mini Taman Ismail Marzuki, kami bertemu Anji di pintu masuk teater. Dia mengucapkan selamat ulang tahun pada saya yang melompat-lompat kecil menahan kantung kemih yang kepenuhan πŸ˜€ Saya dan Jia, dengan rekomendasi salah satu panitia, mendapat duduk di posisi yang strategis. Kami bisa melihat semua yang terjadi di panggung dengan sangat sempurna. Walaupun orang-orang di depan kami berisik sekali dengan gadget mereka masing-masing, Jia sampai menegur salah satu dari mereka untuk diam hahaha..

Secara keseluruhan pertunjukannya berlangsung lancar. Selama dua jam itu mata dan telinga saya dimanjakan dengan tampilan yang epic. Para personil Teater Tetas ini lentur-lentur sekali ya badannya. Dan yang laki-laki kekar-kekar sekali yah. Dengan segala ke-absurd-an yang sulit saya mengerti -salah satu penonoton di kursi depan saya malah ada yang berbisik ke teman di sebelahnya “Eh, emang lo ngerti ini ceritanya tentang apa?” :-)))Β – saya cukup terhibur.

Jadi, itu yang terjadi di Jum’at malam satu minggu yang lalu. Sepertinya kepanjangan yah kalau saya sertakan yang terjadi di hari sabtu dan minggu. So, mari kita sambung lagi di post selanjutnya. Adios πŸ˜‰

Bee

ps: Kalau mau makan di Ayam bakar goreng TIM, dan kamu lebih suka ayam bagian paha, jangan lupa pesan khusus yah. Soalnya default di sana adalah ayam bagian dada. I just can’t understand why. *suara si penyuka paha*