It’s Meant To Be

Kalau emang bukan jodoh, mau bagaimanapun juga ya pasti akan pergi. Saya sering sekali mendapati berita buruk dari teman-teman yang kehilangan hape mereka. Beberapa jatuh saat mengendarai motor, ada yang hilang saat berlibur, dan kebanyakan dari mereka hilang karena diambil copet profesional. Nah kalau yang terakhir itu, saya baru saja mengalaminya.

Satu hal yang langsung terbesit dalam otak saya begitu sadar hape itu hilang adalah betapa hebatnya para sindikat copet itu. Semuanya terjadi cepaaat banget. Nggak ada sampai tiga menit loh. I am serious.

So, yang saya sangat ingat adalah ada seorang cacat masuk angkot kami. Bau badannya nggak enak banget. Dia sempat duduk di dekat pintu lalu pindah ke depan saya bersama satu orang lagi yang berbadan tinggi besar agak chinese. Then, satu orang lagi yang saya yakini adalah si pemegang hape nggak begitu bisa saya ingat kapan dia naik angkot itu.

Saat itu, angkot memang sepi. Ditambah lagi satu per satu penumpang turun. Tinggallah saya bersama tiga copet dan satu orang bapak yang sejak saya naik angkot sudah sibuk mengetik sesuatu di hape nya. Setelah saya ingat-ingat lagi, inilah kronologis aksi mereka saat itu:

  1. Saya mengeluarkan hape untuk kirim sms ke ande, minta nomornya Imam karena sejak siangnya saya susah sekali menghubungi Azizah adik saya. (by this time, i don’t know what those three doing to switch their alarm ring on)
  2. Saya masukkan hape ke dalam tas dan langsung menutup tas saya. (saat ini, laki2 chinese di depan saya menutup hidungnya dengan tas besarnya. Saya nggak curiga apapun, karena saya pikir dia memang terganggu sama bau badan si cacat yang duduk tepat di sampingnya)
  3. Si cacat tiba-tiba saja kejang-kejang sampai jatuh ke pundak si Chinese yang langsung melompat ke samping saya karena jijik. (Still dong nggak ada kecurigaan apa-apa, karena saya termasuk sering melihat anak ‘special’ sedang ‘kumat’)
  4.  Si Chinese langsung teriak-teriak minta turun. Diikuti sama si cacat. NAH! laki-laki yang kemungkinan saat itu sedang memegang hape saya pura-pura shock dan memegang perutnya. Mukanya pucat, akting ketakutan dan panik ditampilkan dengan sangat maksimal. (Saya dengan naif-nya menenangkan bapak itu dengan bilang kalau laki-laki cacat itu nggak gila, dia nggak ayan juga, dia hanya special, nothing to worry about)
  5. Nggak berapa lama, sambil terus mengerang kesakitan dia menyetop angkot dan turun di daerah Pocin. (Voila, semua sindikat berhasil melarikan hape seorang wanita naif)
  6. By the time that third syndicate gone, bapak supir angkot baru bicara “Itu tadi copet ya? tiga orang itu?” (DANG!!! saya langsung buka tas saya, cari-cari hape, dan lemas seketika. It’s gone, beautifully out of sight)
  7. Saya langsung confirm ke supir dan bapak yang masih tulis-tulis sesuatu di hapenya itu kalau mereka memang copet. Hape saya hilang. Saya stop angkotnya, turun di kober dan bapak itu pindah ke kursi dekat supir.
  8. Selesai.

Saya lemas sejadi-jadinya. Rencana awal yang mau pergi ke kost Rahne langsung batal. Saya nyebrang jalan lagi dan berencana untuk pergi ke rumah Imam saja, menenangkan diri di sana (ditemani Azizah) karena di rumah sedang nggak ada orang. Saya sempat nggak bisa mikir apapun, menyetop angkot pun sudah nggak sadar aja. Kalau dipikir lagi saya menyetop angkot yang tidak tepat kemarin itu. Tapi mungkin memang ALLAH sudah atur tangan saya untuk melambai pada angkot tersebut, karena di dalamnya ada teman saya. Karena pinjaman hape darinya-lah akhirnya saya bisa menghubungi ande dan tahu kalau Azizah sedang tidak di rumah Imam. Karena bicara pada dia lah akhirnya saya bisa lebih tenang dan berfikir lebih jernih.

Hape tersebut sepertinya memang sudah waktunya hilang. Amazingly, ALLAH seperti sudah memberikan saya peringatan terlebih dahulu. Siangnya saya menghapus semua contact yang ada pada phonebook untuk kemudian saya upgrade kembali. Jadi kekhawatiran nomor teman-teman dan client saat bekerja di kantor lama dikirimi pesan macam-macam lumayan kecil. Message dalam inbox juga beberapa hari yang lalu sudah saya babat habis, pasalnya memory hape tiba-tiba saja low. Namun memang indeed ada beberapa informasi penting lain yang saya simpan di sana, segera saja saya ganti password semua account socmed dan media lainnya. I was like newbie in this kind of situation. But hopefully everything i’ve done yesterday was enough to save all of my personal information.

Untuk para copet. Semoga memang kalian hanya kepepet dan sedang butuh uang banget aja ya. Tapi kalau memang malas cari kerja dan sedemikian putus asanya sampai memilih jalan pintas tersebut, semoga ALLAH memberikan pelajaran sangat tepat untuk kalian. Karena mengkianati rezeki ALLAH itu, cukup berat lho hukumannya. Dan vice versa, semoga ALLAH memberi saya pengganti yang lebih baik lagi. Amin.

Bee

9 thoughts on “It’s Meant To Be

  1. Yeah, happened to me once too.

    Ada yang pura-pura kejang-kejang terus minta bantuan dipegang buat direnggang kakinya. Sepertinya pas lagi begitu, orang yang disebelah diam-diam mengambil cellphone saya. Baru nyadar setelah mau ambil buat sms teman.

    Kejadian di angkot juga. Pas cek forum di kampus, ternyata memang banyak caranya, dan kejang-kejang itu salah satunya.

    Kalau di Bandung, motif termasuk antara lain:

    [1] Pura-pura jatuhin koin receh banyak-banyak terus minta bantuan diambilin.
    [2] Pura-pura mual dan minta dibuka jendela.
    [3] dsb

    Pokoknya kalau di angkot mah, gerak-gerik mencurigakan sedikit udah langsung minta turun aja🙂

    Cheers,

    • Nah itu dia Ndy, saking nggak aware nya sama gerak gerik mencurigakan akhirnya luput deh dari keselamatan. Gue malah curiganya orang2 yang turun duluan itu udah pada feeling kali ya kalo itu komplotan tuh copet?

  2. Pingback: ran for my life. « laughing out loud anytime anywhere

  3. wohh… ternyata gaya copet kejang-kejang yak??
    saya juga pernah mengalaminya -__-”
    dan yang diembat adalah dompet saya, hehehe

  4. Pingback: And So It Was… « A Happy Ending Seeker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s