[Beijing Fall, 2011] Arrival

Akhirnyaaa dapat juga kesempatan untuk pergi ke Beijing. GRATIS. What else can i say? I am blessed😀

Beberapa bulan yang lalu, teman saya -Ratih- bbm saya mengabarkan ada sebuah pelatihan guru di Beijing, yang diselenggarakan oleh Hanban University. Dia mengajak saya untuk mendaftar bersama-sama dan tak lupa pula menambahkan informasi (menekankan lebih tepatnya lagi) kalau segala bentuk akomodasi –tiket pesawat PP, tempat tinggal, makan pagi siang malam- akan ditanggung oleh pihak penyelenggara. Caranya hanya dengan mendaftar saja lewat website penyelenggara. Ratih mengusulkan agar kami mendaftar bersama-sama lewat Universitas Al Azhar. Di sana akan ada dosen dari Cina yang membimbing kami mengisi formulir online itu. Saat Ratih mendaftar, saya sedang tidak ada waktu. Akhirnya saya baru mendaftar beberapa hari setelahnya. Saya datang sendirian ke Al Azhar, bertemu dengan 老 师* yang ada di sana, lalu mengisi formulir langsung di komputer milik 老 师 nya.

Tunggu punya tunggu, Ratih mengabarkan kalau dia sudah diterima. Saya agak kurang percaya diri, karena kurang optimal saat mengisi pertanyaan-pertanyaan yang ada pada formulir. Tapi saat saya buka lagi akun saya pada website hanban, saya sempat termenung saat melihat tulisan ACCEPTED di bawah foto. This is unbelievable. Saat itu sekitar satu bulan sebelum keberangkatan. I was like “so, am i really will go to Beijing? for free? REALLY?” Udik banget kan? EMANG. Dan oh, cerita selama di sana lebih udik lagi.

Welcome to Beijing

Jadi menurut jadual yang diberikan panitia, kelas kami (Putaran ke 4/ Kelas D) seharusnya dimulai sejak hari senin, 10 Oktober 2011. Tapi kemudian saat kami menerima tiket pesawat di sana tertera tanggal keberangkatan adalah hari Selasa, 11 Oktober 2011 pukul 10 malam. Jelas dong kami akan melewatkan dua hari pelatihan. Saya dan teman-teman yang dikirim dari Indonesia lainnya (yang kemudian bekomunikasi lewat e mail) sangat kecewa dengan hal ini. Tapi apa boleh buat, tiket sudah fix untuk tanggal tersebut.

Akhirnya hari Selasa malam itu kami berkumpul di terminal 2E Bandara Soeta, seharusnya sih di Solaria. Tapi karena kesalah pahaman info, akhirnya kami baru benar-benar berkumpul saat check in. Saya yang sudah nggak sabar menunggu sejak paginya (sempat ngajar dulu loh itu) sudah berasa agak-agak pusing dan panas. That’s what happens when i get nervous actually hoho😀

Sempat ketar ketir mengikuti teman-teman lainnya yang jelas sudah lebih gape mengurusi segala printilan dan proses-proses yang harus dilakukan di bandara. As i never gone abroad before, so in this case i’m newbie.

Sampai pesawat alangkah kecewanya saya karena nggak bisa duduk berdekatan dengan teman-teman lainnya. Saya malah duduk di samping pasangan muda dari Cina yang sepertinya habis honeymoon di Indonesia. Yang perempuan seringkali bolak balik ke toilet, melewati saya tentunya. Yang laki-laki pasang tato (terlihat temporary) di lengannya yang besar. Dan saat saya sedang asyik memperhatikan gambar-gambar di layar kecil di depan saya. Mereka malah berciuman. HAAAKKK!! sungguh bukan cara yang tepat terbang ke luar negeri untuk pertama kalinya. Beruntung kami diberikan tiket pesawat Garuda Indonesia yang walaupun beberapa pramugarinya bermuka masam, tapi film-film yang disajikan di layar kecil itu update semua. Jadilah saya puas menghabiskan enam jam perjalanan dengan menonton film-film yang selama ini (hanya) berniat saya tonton. Dan pasangan itu, urgh!! GET A ROOM PLEASE..

Kami sampai di Beijing sekitar pukul 06.30 waktu setempat. Pada email-email yang dikirimkan oleh panitia kami diberitahukan bahwa mereka hanya akan menjemput peserta yang sampai bandara pada malam hari (pukul berapa saya lupa). Jadi kami yang dijadualkan tiba pukul enam pagi harus naik taksi sendiri ke hotel tempat kami akan menginap selama lima hari itu. Panitia hanya memberikan kami alamat hotel, lengkap dengan denahnya. Beruntung saya pergi dengan 5 orang teman kuliah saya dulu. Jadi kami sudah bersepakat untuk patungan taksi saja.

Tapi sampai bandara kami melihat dua orang pemuda yang membawa papan bergambarkan logo Hanban. Kami segerombolan guru dari Indonesia langsung menghampiri dua orang tersebut dan bertanya apakah mereka adalah panitia yang bertugas menjemput kami. Tapi sayangnya, mereka adalah panitia dari lokasi pelatihan yang berbeda dengan kami. Pelatihan guru ini (dari sepengetahuan saya) memang diselenggarakan selama dua bulan sekali di beberapa universitas berbeda. Saya dan teman-teman mendaftar untuk pelatihan di 北京师范大学 (Beijing Normal University).

Kecewa bahwa penjemput itu bukan untuk kami akhirnya saya dan teman-teman mulai memisahkan diri dari rombongan untuk mencari taksi. Namun salah satu peserta (yang juga ternyata adalah dosen Ratih dan teman-teman lainnya di Al Azhar) bersikeras meminta kami untuk menunggu. Tak berapa lama beliau malah bertemu dengan orang dari kedutaan Indonesia di Beijing yang terlihat kebingungan melihat begitu banyak orang Indonesia di bandara Beijing. Ia rupanya tak mengetahui info apapun tentang pelatihan ini. Saya mulai merasa ada yang ganjil dan berdoa semoga ini hanya perasaan saya saja. Saya dan teman-teman mulai bimbang antara ikut permintaan Pak dosen untuk menunggu atau nekat mencari taksi sendiri.

UNTUNG SAJA kami menuruti permintaan bapak dosen itu. Karena tak lama kemudian seorang wanita berambut panjang dengan memakai kaus yang sama dengan gambar yang dikirimkan panitia lewat email, memegang bendera kecil berlogo Hanban muncul dari pintu. Kami langsung menghampirinya dan rasanya mau nangis lega, karena ternyata dia adalah panitia yang bertugas untuk menjemput kami. Di luar sana, di lapangan parkir sudah menunggu sebuah bus besar untuk mengangkut kami semua ke hotel. Kami langsung berlarian mengikuti panitia tersebut yang berjalan terburu-buru sambil membawakan salah satu koper saya.

Satu langkah kami keluar bandara tersebut, udara dingin langsung menyerang. Awalnya saya bingung karena pilot pesawat sempat mengatakan bahwa suhu udara Beijing saat itu adalah 12 derajat. Tapi di dalam pesawat dan bandara hangat-hangat saja tuh. Saat berlarian mengejar nona panitia itulah saya baru percaya. Dingin sekali di sana. Wajah dan telapak tangan saya langsung terasa dingin.

Rasa lega kembali terasa saat kami semua duduk di dalam bus tersebut. Kami tak hanya bisa menghemat beberapa Renminbi, tapi kami juga terhindar dari kemungkinan nyasar di negeri orang. Sampai di hotel kami langsung diberikan Students kit dan juga buku-buku yang sebelumnya kami pesan bersamaan dengan mengisi formulir. Saya sendiri mendapat satu kardus buku-buku menarik yang pastinya sangat membantu kegiatan saya mengajar sesampai di Indonesia nantinya.

Satu hal yang tak berhenti saya panjatkan di dalam hati saya. Rasa syukur yang nggak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Bagaimana Allah menjawab hampir semua doa saya dengan sempurna. Ini keajaiban, ini bahkan bukan mukjizat. Allah memang maha Besar. Allahuakbar. Tak pernah terbayangkan sama sekali oleh saya bisa menginjakkan kaki di Beijing dengan gratis. Bahkan terbang dengan maskapai terbaik di Indonesia. Dan pelatihan yang saya dapatkan selama lima hari di sana, benar-benar penuh manfaat. Allah memang Maha Tahu kapan waktunya saya harus menerima ini. Terimakasih Allah.. Terimakasih.

Bersambung...
Bee

* 老 师 (lǎo shī) –> guru/dosen.

5 thoughts on “[Beijing Fall, 2011] Arrival

  1. Saya sungguh penasaran, pelajaran di sana diberikan dalam bahasa apa?🙂
    Jika bahasa Mandarin, mengertikah?
    Atau jika bahasa inggris, jelaskan orang Tiongkok melafalkan bahasa inggris?🙂

    • Pelatihannya dalam bahasa mandarin tentu saja, dan ya saya ngerti because i speak chinese too🙂

      Dan yep, susah nemuin orang sana yang bisa bahasa Inggris. Jadi pas mereka nggak ngerti sama apa yang kita omongin, terpaksa pakai bahasa isyarat hehehe..😀

  2. btw, gue juga suka naik itu garuda
    sayang klo balik ke klaten via jogja, film belum kelar udah ‘dipaksa’ turun duluan, ahahaha, lha terbangnya gak sampe sejam ;p

  3. Pingback: And So It Was… « A Happy Ending Seeker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s