Launching Album Viva! Hermesian

Ini sih namanya sehari bersama Sitty Asiah!

Begitu celetuk Chicko ketika saya naik panggung untuk yang kesekian kalinya. Benar juga sih, Launching album Viva! Hermesian tanggal 11 Desember yang lalu itu jadi seperti Showcase tunggal saya bersama Endy Daniyanto dan Filomonic Band, saking seringnya saya bernyanyi. Ya tapi mau bagaimana lagi? semua lagu di album itu sebisa mungkin dinyanyikan, tapi para penyanyinya nggak ada yang bisa ikut latihan, beberapa bahkan nggak bisa datang.

So, as i wrote here before, i’ve been joining Endy Daniyanto on our (Hermesian) music project, Viva! Hermesian. Awalnya album ini disebarkan secara gratis via website pribadi Endy. Tapi sejak tanggal 11 Desember yang lalu download nya sudah berbayar. $2 USD or more, begitu tulis Endy di website-nya itu. Dan berkat bantuan dari Nyoman dan Roy dari Trampolin Records, Viva! Hermesian kini sudah bisa dibeli dalam bentuk fisik, yeay! Saya sendiri sudah beli dooong, dan ditandatangani langsung sama Endy😀

Nah! hari minggu yang lalu, tepatnya tanggal 11 Desember 2011, The Hermes dan Trampolin Records menggelar launching album ini di Backyard Cafe Kemang. Kesibukan mempersiapkan acara hari itu sudah dimulai sejak (sekitar) satu bulan sebelumnya. Kalau Endy mungkin sudah lebih lama dari itu. Saya sendiri baru mulai ikut latihan dua minggu sebelum hari H. Saat itu untuk pertama kalinya saya bertemu dengan Filomonic band, yang salah satu personilnya nggak lain adalah muridnya Endy. Saat itu ternyata, untuk pertama kalinya juga Filomonic mendengar lagu-lagu The Hermes dan berusaha untuk mengiringi dengan formasi band. Saya angkat topi pada Filomonic band atas usaha dan kemauan keras mereka untuk kelangsungan acara ini. Selama dua minggu itu mereka betul-betul berlatih intensif untuk bisa  menciptakan musik yang mirip (atau bahkan lebih keren) dari versi album.

Singkat kata, datanglah hari itu di mana sejak paginya saya sudah deg-deg an dan mules-mules karena nervous. Membayangkan begitu banyaknya lagu yang harus saya bawakan hari itu. Teman-temn The Hermes berjanji untuk berkumpul di Backyard pukul 11 siang. Saya dan Jia datang hanya terlambat beberapa menit. Sesampainya di sana, karena masih sepi banget, kami memutuskan untuk mencari sarapan terlebih dahulu. Kami berjalan menyusuri jalan kecil Kemang, dan menemukan sebuah resto dengan papan nama bertuliskan Fish and Chips besar-besar. Mata saya langsung berbinar, haaa.. Fish and Chips for breakfast, sounds too much, but why not?😛 Lalu Jia menambahkan kembali dengan bilang “Eh, Nechan pernah nulis review tentang resto ini, aku pernah nyoba dan emang enak. Mau makan di sini nggak? udah buka nih”. Saya? langsung mengangguk-angguk semangat.

Saya pesan Fish burger (IDR 35k) dan Jia memesan menu Sailors Bite (IDR 37k) dan Potato Scalops (IDR 10k) untuk minumnya teh hangat tawar saja😀. The burger taste soo good, roti bun nya nggak seperti biasa kita temui di Mc.D (ya menurut looo?), isinya ada ikan dori goreng tepung, saus tar tar, dan keju. Nggak ada sayurnya sama sekali, si Reza pasti suka banget sama burger ini. Pesanan Jia, Sailors bite adalah potongan bite size ikan dori goreng tepung dengan kentang goreng dan saus tar tar. Sedangkan potato scalop adalah kentang goreng tepung berukuran lebar-lebar kayak scalop.

Harganya ternyata sudah naik sejak kunjungan Jia sebelumnya, saya menemukan foto ini dari salah satu review di blog ini, bisa dilihat kan perbedaan harga dulu dan sekarang? sungguh signifikan😛

Tapi dari rasa dan porsinya, harga tersebut terbilang reasonable kok. Sepertinya mulai sekarang, kalau lagi ngidam fish and chips, instead of  ke Fish and Co lebih baik ke sini aja. Ya, sayangku?😀

Okay, lanjut ke launching album. Selesai makan kami kembali ke Backyard. Di sana Endy dan Filomonic band sudah mulai sound check, saya langsung gabung dengan mereka. Nggak lama kemudian, datanglah Alit Sastrajingga, vokalis yang ikut project Menyapa Tuhan Menyapa Alam nya Endy dan Oom Memed Budiarto (Romo nya Rahne). Kami sempat termangu sebentar saat melihat Alit di sana, takjub karena dia memutuskan untuk datang di tengah suasana berkabung. Ayah Alit beberapa hari sebelumnya dipanggil Tuhan untuk selamanya. Saya dan teman-teman langsung heboh menyabutnya dan bergantian menjabat tangannya sambil mengucap kalimat-kalimat duka. Alit pun menyambut kami dengan senyum cerahnya, suasana kembali ceria. Semoga ayah Alit sudah tenang di ‘sana’🙂

Sekitar jam setengah 2 siang, acara kami mulai. Dibuka dengan stand up comedy dari salah satu MC andalan The Hermes -Chicko-, yang berdiri diam di atas panggung sambil disorot matahari mentereng dan literally standup lalu berpose komedi. Bisa banget ya si Chicko ini. Acara baru benar-benar dibuka ketika Endy naik panggung dan menyanyikan jingle Trampolin Records yang ternyata baru pertama kali diperdengarkan ke Owner dan Co-owner label tersebut, Nyoman dan Roy.

Acara hari itu dibagi menjadi tiga sesi, berikut rundown aslinya:

Sesi 1

  • Prelude – Memories of Night
  • Goodnight Andromeda
  • Hanya Allah
  • Love You So
  • Video #1
  • Hermes for Charity Vol. I
  • #DuaSahabatSayaJadian
  • Video #2

Sesi 2

  • Interlude – Memories of Rain
  • Aku Bersama/Hujan Kenangan Lama
  • Cinta Pasti Kan Ada
  • Sebaik-Baik Wanita
  • Someday Baby

Sesi 3

  • For My Happiness
  • Video #3
  • My Fantasy Is You
  • Gravity
  • Keeps Coming Back
  • Video#4
  • Potret Sebuah Negeri
  • Satu Dalam Sejuta Hasta
  • Satu Kosong

Judul lagu yang berwarna merah adalah lagu-lagu yang saya nyanyikan pada hari itu. So, sangat beralasan celetukan Chicko di atas tadi. Lha yang lain paling nyanyi dua lagu, saya LIMA sendiri. *tepok jidat*

Pada kenyataannya ada satu lagu yang tidak jadi ditampilkan, yaitu #duasahabatsayajadian (THANKGOD ini nggak jadi, ya Tuhan bisa merah muka saya nahan malu :P) dan beberapa lagu yang pindah posisi karena penyanyinya masih dalam perjalanan.

Ah! bicara tentang masih di perjalanan, ada peristiwa lucu terjadi di hari itu. Jadi di dua lagu terakhir kan ada lagu Satu Dalam Sejuta Hasta yang merupakan lagu andalan di album ini ya. Penyanyinya adalah Tasya dan Djawa. Tasya sudah standby di lokasi dari awal acara, tapi Djawa sampai jam setengah empat nggak muncul juga batang hidungnya. Saya dan Tasya sudah kelabakan nge-ping dia di bbm untuk nanya posisi. Pertama dia bilang masih di Bogor (ack! dunia serasa mau runtuh), update selanjutnya sudah ada di kereta (ini geregetannya udah kayak mau ngejambak rambut Djawa begitu dia sampe), truss setengah jam sebelum Satu Dalam Sejuta Hasta ditampilkan, dia masih di Pasar Minggu (Macha udah keliatan mau nangis, gigit-gigitin kuku nggak jelas),.AKHIRNYA beberapa detik setelah intro lagu SDSH berkumandang, saya yang menunggu di depan Cafe melihat seorang laki-laki dengan kemeja biru dan celana bermuda (warna entah apa saya lupa) keluar dari mobil dan berlari kocak ke arah saya. Langsung saya arahkan dia ke panggung dan nggak pakai nafas dulu, Djawa bergabung dengan Macha yang mukul-mukul pundaknya gemes. That was so close, Wa.. SOOO CLOOOSSEEE.. Masya Allah.

Lagu Satu Kosong menjadi pilihan Endy untuk menutup acara hari itu. Semua personil The Hermes naik ke atas panggung dan menyanyikan lagu ini. Chicko semangaaat banget nyanyi lirik bagiannya sendiri, beberapa Hermesian lainnya terlihat keki sendiri, sisanya terlihat antusias dan bahagia. Termasuk saya. I was soooo happy that the show went so well. Meskipun masih ada banyak hal minor yang terjadi, tapi semuanya masih bisa ditolelir.

Terimakasih banyak banget buat tamu yang hadir hari itu, especially Romo nya Rahne, Ande dan dua adik laki-laki saya (yes, ini untuk pertama kalinya keluarga saya datang ke acara The Hermes :D), dan juga temen-temen dari Kartunet yang dengan keterbatasan mereka menyempatkan datang ke Kemang dan mengikuti acara dari awal sampai habis. Saya terharu bukan main saat melihat sosok mereka di tengah-tengah kami saat itu. Terhitung baru satu pekan kami saling mengenal (stand kami bersebelahan di acara On|Off Indonesia 2011 yang lalu), mereka sudah menunjukkan apresiasi sedemikian besar untuk kami. Yah well, tunggu kolaborasi The Hermes dengan teman-teman Kartunet untuk E Novelette selanjutnya yah, it will be owesome!!😉

Last but not least, Terimakasih Allah untuk kesempatan dan berkah yang Engkau berikan kepada hamba dan teman-teman Hermesian selama ini. Berkahi kami terus untuk project ke depannya. Amin.

Bee

nb: Album Viva! Hermesian bisa juga dibeli di setiap pertunjukkan live Endy Daniyanto and friends, dengan promo pay what you want. Jadi, kamu bisa membeli album ini dengan harga berapapun yang kamu mau. Ada stempel tersendiri untuk harga-harga terntentu. Promo ini terbatas lho, makanya pantengin terus info live perform Endy di @EndyDaniyanto.

2 thoughts on “Launching Album Viva! Hermesian

  1. Pingback: And So It Was… « A Happy Ending Seeker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s