Tanpa Perasaan Adalah…

Finding this picture on your facebook page…

and realize that your writings is once again being published without your permission.

Saya kaget bukan main waktu melihat foto itu di facebook, langsung saya buka halaman foto tersebut dan memberi komentar. Berikut adalah komentar saya dan teman-teman pada halaman foto tersebut:

Buku tersebut adalah buku Bunuh Diri Massal yang pada tahun 2009 yang lalu sempat diterbitkan oleh Ufuk Press dan kini di-republish kembali. Bunuh Diri Massal sendiri adalah sebuah serial yang ditulis oleh Fajar Nugros dan Alanda Kariza di facebook dan multiply yang menjadi besar dan banyak dibaca setelah dimuat di website sebuah band Trip Hop yang bernama Everybody Loves Irene. Widi Asmoro yang bertanggung jawab atas penyajian kolaborasi BDM dan ELI ini benar-benar piawai dalam mengemas karya tersebut. Semakin banyak orang kemudian membaca serial ini, lalu disusul oleh semakin ramainya penulis yang menuliskan side-story versi mereka. Lalu sampailah serial ini menjadi sebuah fenomena di mana sekitar 165.000 orang membacanya, dalam jangka waktu satu bulan.

Mungkin karena fenomena inilah kemudian Fajar Nugros memutuskan untuk membawanya ke penerbit untuk kemudian dikomersilkan. Ufuk Press menyambutnya dengan senang hati. Dikemaslah Bunuh Diri Massal menjadi sebuah buku dengan tebal 186 halaman dengan mencantumkan nama Fajar Nugros dan Alanda Kariza pada kavernya. Dan ajaibnya, Alanda nggak tahu apapun tentang hal ini. Apalagi saya. Padahal tulisan saya juga dimuat di dalamnya.

Awalnya saya merasa senang-senang saja dengan penerbitan buku ini, apalagi dengan konfirmasi dari Fajar kalau royalti buku akan disumbangkan. Tapi sampai saat ini, Fajar nggak pernah memberikan kejelasan kepada siapakah royalti tersebut akan disumbangkan. Awalnya Fajar bilang mau menyumbangkannya pada The Cure For Tomorrow milik Alanda, tapi sampai saat ini Alanda bahkan tak pernah diajak bicara tentang hal ini. Semua prosesnya menjadi semakin membingungkan ketika saya akhirnya bertanya tentang keberadaan Perjanjian Penerbitan pada Fajar. Banyak sekali alasan yang dia lontarkan dan nggak pernah sama di setiap pengucapannya. Bahkan ketika saya meminta kontak penerbit pun, tak pernah dia berikan. Saat inilah saya mulai merasa ada yang salah. Apalagi ternyata Alanda pun mengalami hal yang sama dengan saya. Ini Alanda lho, dia yang namanya ikut dicantumkan di kaver.

Dua tahun kami menutup mata, mulut dan telinga tentang buku ini. Sampai akhirnya gambar di atas muncul. Ini seperti membuka luka lama. Dan sebagai penderita yang ingin sembuh, kami langsung bereaksi. Tindakan pertama yang kami lakukan adalah menuliskan komentar pada halaman facebook tersebut. Sampai akhirnya Ufuk mengundang Alanda untuk bertemu. Beberapa saat setelahnya Alanda mengirimkan draft surat perjanjian penerbitan buku dan beberapa point hasil pertemuannya dengan Ufuk, via e mail.

Saya teruskan e mail tersebut kepada teman-teman penulis side-story lainnya untuk mengkonfirmasi izin penerbitan karya mereka pada buku ini. Satu penulis langsung menyatakan tidak mengizinkan tulisannya diterbitkan lewat media manapun. Dan penulis lainnya masih ingin merelakan tulisan mereka dengan catatan adanya kejelasan ke mana royalti buku ini diberikan. Kami hampir bersepakat kalau royalti tersebut ditujukan untuk yayasan yang menangani mereka yang pernah hampir bunuh diri atau semacamnya, kami hampir bersepakat untuk meminta Ufuk mengemas buku ini dengan lebih baik. Karena ternyata ada beberapa hal yang tertinggal di cetakan pertama dulu. Kami hampir bersepakat untuk mempromosikan buku ini dengan baik. Kami seolah melihat sebuah pintu terbuka untuk buku ini. Namun sekali lagi Fajar Nugros meruntuhkan semuanya. Berkomentar lah ia pada e mail tersebut yang saya rasa nggak pantas untuk saya tuliskan di sini. Komentar yang cukup membuat kami bersepakat untuk tidak memberikan izin penerbitan tulisan masing-masing pada buku tersebut.

Tapi ternyata semuanya sudah terlambat. Di saat Ufuk mengundang Alanda bicara, buku tersebut sudah rilis. Jadi apa point dari semua ini?

Saya menuliskan post ini lebih karena rasa kecewa saya. Nggak pernah terjadi dalam hidup saya, begitu tidak bahagia melihat tulisan saya diterbitkan. Tulisan saya mungkin hanyalah sebuah karya kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan karya di dalamnya. Siapalah saya yang begitu besar kepalanya memohon-mohon mereka untuk menghargai karya saya. Saya memang bukan siapa-siapa. Tapi karya tersebut tetap milik saya. Dan dengan ini, saya menyatakan tidak bersedia karya tersebut diterbitkan secara komersil dalam bentuk apapun.

Pengantin Padang milik saya sudah saya berikan kepada Bunuh Diri Massal versi website ini sejak tahun 2008 lalu. Dan sampai saat ini, hanya di sanalah saya ingin karya ini bisa dibaca. Semoga mereka yang masih punya perasaan bisa mengerti. Terimakasih.

Bee

11 thoughts on “Tanpa Perasaan Adalah…

  1. Don’t you just love copyright? And people who think they are above the law.

    Don’t worry Miss – people who disrespect other people’s rights will one day have their own rights disrespected. I would not want to be that person on that day. He just has to realize he has it coming.

    Cheers,

  2. yikes!..I though’t it’s only happening in Music Industry…never cross in my mind actually book publisher were also doing this! they are eventually publish “something” without any copyright holder permission…..ihhhh gemesss…sabar ya Mba! Insya Allah kebenaran akan datang..walau takes time!

  3. pas pegang buku itu ….
    rasanya ….
    kalo lg syuting adegan sinetron bisa jadi aku robek2 deh itu buku
    okay lebay, namun ya gitu juga caranya, untuk kedua kalinya dan berulang lagi

  4. Pingback: And So It Was… « A Happy Ending Seeker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s