My Singing Expierence, VIVA! Hermesian

GOD knows, beside writing, cooking, and watching movies, i also LOVE singing. Ada bagian dalam hidup saya yang berisi rekaman dan bernyanyi di beberapa panggung kecil dan stasiun TV lokal (yakalee MTV muter lagu kami, gak sampe segitunya sih๐Ÿ˜› ) Saya nggak akan bercerita banyak tentang fase hidup saya yang itu, karena masa tersebut sudah berakhir bertahun-tahun yang lalu. Saya sempat berfikir saat itulah karier menyanyi saya berakhir. Tapi bertemu Hermesian dan Endy Daniyanto mengubah semuanya.

Pertemuan pertama saya dengan Endy adalah saat menonton pertunjukkan Everybody Loves Irene di EX. Adit (Ting-ting) yang sudah lebih dulu saya kenal dan juga merupakan personil dari Blue Summer Band (bersama Endy) adalah orang yang memperkenalkan kami. Hobi saya berjalan-jalan di notes facebook (saat itu belum begitu suka blog walking) lah yang kemudian kembali mempertemukan saya dengan Endy. Saat itu saya jatuh hati dengan lagu Fransisco Bay ciptaan Endy yang ditulis untuk Adit dan Sari. Saya menuliskan apresiasi saya pada notes facebook yang Endy tulis dan itulah awalnya komunikasi terbuka.

Komunikasi selanjutnya adalah pada status saya (masih di facebook) tentang proyek Hermes For Charity 1 bersama teman-teman Hermesian. Saat itu Endy muncul di kotak komentar, menuliskan sebuah ide untuk membuat soundtrack pendamping karya tersebut, langsung saja saya sambut dengan gembira. Dan itulah kali pertama Hermesian dan Blue Summer Music berjalan beriringan.

Behind The Song (Keeps Coming Back)

Lalu, tibalah saya pada perjalanan hati yang penuh pembelajaran. Saya jatuh cinta, pada orang yang kurang tepat. Kisah cinta yang cukup complicated dan menarik untuk dituang menjadi sebuah lagu. Di suatu event nonton bareng film pendek karya pertama seorang sahabat -Artasya Sudirman- saya mencurahkan kisah saya ini pada Endy. Saat saya mengatakan kalimat “I know that this is wrong Ndy, but it keeps coming back to me. I don’t know what to do” Endy malah nyeletuk “Ah! itu dia judulnya. Keeps Coming Back!” dan tak sampai satu bulan setelahnya lagu tersebut betul-betul terwujud. Endy yang mengaransemen musik dan liriknya, saya yang menyanyikannya.

Pertama kali saya dengar lagunya adalah di senin pagi setelah malam sebelumnya terlibat sebuah percakapan panjang dan berat dengan dia yang menginspirasi lagu ini. Saya baru pulang jam 4 pagi saat itu, dan Endy mengirim contoh lagu dan lirik pada saya. Langsunglah saya download dan saat mendengarkannya, air mata saya kembali berurai. Endy betul-betul meneriakkan apa yang selama ini hanya bercokol di dalam hati saya saja. Keseluruhan lirik dalam lagu tersebut benar-benar menggambarkan apa yang terjadi. Langsung saja saya membuat janji bertemu dengan Endy di Citos. Selebihnya persis seperti yang Endy tuliskan di sini.

Behind The Song (#DuaSahabatSayaJadian)

And yes, penulisan judul lagunya memang seperti itu๐Ÿ˜€ Lagu ini ditulis oleh Rizki Januarsaputra sesaat setelah saya dan Reza mempoklamirkan hubungan kami. Rizki adalah sahabat baik Reza sejak duduk di Sekolah Dasar, dia juga teman baik yang saya kenal lewat karya BDM di tahun 2008 yang lalu. Rizki yang memperkenalkan saya pada Reza saat launching buku Adriana (lagi-lagi karya pertama Artasya ;)).

Masa-masa pendekatan saya dan Reza berlangsung dengan Kiki (hampir) setiap hari berada di sisi Reza. Karena mereka memang sedang mengerjakan suatu project bersama. Percakapan yang kemudian berujung pada terjalinnya komitmen saya dengan Reza pun sepertinya juga berlangsung saat Kiki sedang berada di rumah Reza. Namun percakapan kami yang memang hanya via bbm itu, tak pernah terbaca oleh Kiki. Ujungnya adalah saat saya mengubah status relationship di facebook. Kiki langsung membahasnya di twitter dan kemudian hebohlah teman-teman saya (terutama Hermesian, termasuk Endy) di sana. Muncul beberapa hashtag berkaitan dengan hal ini, sepeti #sitijangandiam #sitipecahkendi (yes, in that case they called me Siti, jangan ditiru! :P) dan tentu saja #duasahabatsayajadian yang dibuat oleh Kiki.

Lewat hashtag #duasahabatsayajadian itulah Kiki mengapresiasikan perasaannya tentang hubungan saya dan Reza. Dan hal ini kemudian disambut oleh Endy yang meminta Kiki untuk menuliskan lirik pada lagu yang akan ditulisnya. Kiki menuliskan sebagian liriknya di Bandung, saat ia dan Reza mengadakan pelatihan di sana, sambil menonton Reza yang saat itu sedang menelfon saya di Depok. Menyusul kemudian Pia Zakiyah datang khusus dari Bandung untuk rekaman di studio mini milik Endy, duet dengan Kiki. Tak lama setelahnya diluncurkanlah lagu ini dengan judul yang betul-betul Endy ambil dari hashtag buatan Kiki tersebut. Sampai saat ini saya masih selalu tersenyum saat mendengar lagu ini, terutama ketika sampai pada satu kata terakhir. That’s the signature for this song.

Behind The Song (KKAM [Kini Ku Akan Mencintaimu])

Ini adalah lagu spontanitas. Take vocal nya cuma boleh dilakukan satu kali, hal ini menjelaskan efek hampir terkikik-nya Ikal pada awal-awal lagu๐Ÿ˜›

Lagu ini, menurut Endy, dibuat dan ditulis secara spontan juga. Ia duduk di depan piano, memencet beberapa nada dan keluarlah nada lagu ini. Lalu bersama dengan nada tersebut ia bernyanyi, dan lirik awal lagu ini tercipta. Dan Endy merekam semua proses spontan tersebut, lalu membaginya dengan kami. Ikal sangat menyukai lagu ini dan meminta Endy untuk mengizinkan merekam suaranya untuk lagu ini. Rekaman dilakukan di satu sesi yang sama saat merekam lagu Satu Kosong (soundtrack Hermes For Soccer). Saat itu teman-teman Hermesian yang lain sudah pamit pulang untuk urusan masing-masing. Tinggal-lah Ikal, Emmy, saya, Kiki, Galuh, Chicko, dan Astrid di studio tersebut. Merasa nggak ada hal seru lain yang bisa kami lakukan, jadilah kami menuliskan beberapa lirik tambahan untuk lagu ini bersama-sama dan merekamnya bersama-sama pula. Lumayan lama saya menunggu hasil akhir dari lagu ini, sampai kemudian sesaat sebelum Viva! Hermesian dirilis, Endy mengirimkan link private untuk kami yang terlibat di lagu ini. Dan pada versi awal itu, endingnya benar-benar EPIC! suara Astrid betul-betul membuat lagu ini menjadi lengkap. Tapi sayang, dia tak mengizinkan Endy merilis versi tersebut. Ngambeknya itu lhoo, nggak nahan cyin hehehe… peace Trid!๐Ÿ˜€

Tiga lagu tersebut kemudian dikumpulkan dan disandingkan dengan lagu-lagu lainnya yang merupakan soundtrack Hermes E Magazine. Dikemas dengan kaver yang ciamik karya Dansapar dan dirilis dengan bentuk free limited download. Semua lagunya bisa didengar dan di-download secara gratis, namun terbatas. Sampai hari ini limit download nya belum habis, jadi kamu yang ingin mendengarkan suara saya dan teman-teman Hermesian bisa langsung men-download di sini:


Player not showing? Click here

Karya kami mungkin belum bisa disandingkan dengan para musisi terkemuka di Indonesia, tapi cukup segar untuk dijadikan teman santai sehari-hari. Semua lagu pada album ini punya kisahnya tersendiri, dan kisah versi saya sudah saya tuliskan pada post ini. Kamu bisa mengikuti kisah-kisah lengkapnya di website milik Endy. Selamat download dan mendengarkan. Let me know what you think about it here yaa..๐Ÿ˜‰

Bee

6 thoughts on “My Singing Expierence, VIVA! Hermesian

  1. Ha! That’s how we got the title! I forgot that part!

    Ya ya ya, pas lagi nonton filmnya Tasya ya. What was it called? “Menggapai Mimpi”?

  2. Pingback: Launching Album Viva! Hermesian « A Happy Ending Seeker

  3. Pingback: And So It Was… « A Happy Ending Seeker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s