[30 Days Challenge] Day 9: Pet Peeve

pet peevepet aversion, or pet hate is a minor annoyance that an individual finds particularly irritating to them, to a greater degree than would be expected based on the experience of others. The phrase analogizes that feeling of annoyance as a pet animal that one does not wish to give up, despite its objective lack of importance.

From Wikipedia

Sudah lama denger istilah ini, tapi selalu bingung sama maknanya. Karena mau menulis postingan ini, ku search dulu lah contoh-contohnya, lalu menemukan satu hal ini, Pet peeve saya. OMG this kind of person really got on my nerves.

Okay, my bigest pet peeve is an iresponsible guy a.k.a scumbag a.k.a asshole.

Semakin bertambah usia, perhatian kita terhadap sesuatu tuh akan semakin meruncing sebetulnya. We will care less on the matter that used to make us going crazy *cough* romance, but put more attention to things that we used to be ignorant of. For example, about raising a family.

Okay, boleh cerita dulu sedikit, ya.

Bestari and Mas J

Jadi beberapa minggu yang lalu, saya dan kakak-kakak kesayangan dari Bestari kumpul kembali setelah beeeertahun-tahun kami nggak ketemu, dan hanya kontak via WAG saja. Kami kumpul di rumah pelatih vokal kami, Mas J, yang dulu sempat sering kami datangi untuk latihan vokal, persiapan untuk membuat album.

Seperti yang biasa dilakukan kalau sedang reunian begini, kita pasti ngobrolin masa lalu. Sampailah kami pada topik tentang anak. Salah satu anak Mas J (yang sudah beranjak remaja) tiba-tiba lewat di dekat kami, lalu Mas J memperkenalkannya kepada kami. Terus terang, saya nggak punya memori apapun tentang anak ini. Padahal waktu persiapan membuat album itu, anak ini sudah lahir.

Tapi Mbak Y tiba-tiba saja berkomentar “Oh, ini si *nama anak Mas J* yang waktu itu bla bla bla itu ya?”. Okay, saya terdiam dan berusaha untuk mencari memori tentang bla bla bla yang sedang dibahas Mbak Y ini.

Nggak ada.

Saya nggak inget sama sekali. Lalu Mbak Y dan Mas J asyik nostalgia ke masa-masa anak ini baru lahir dulu, yang tentu saja NIHIL di memori saya. Lalu saya pun nyeletuk “aku, nggak punya memori apapun tentang yang lagi dibahas ini, lho” 😦

Sejujurnya saya bingung banget kenapa hal ini bisa terjadi.

Lalu setelah merenunginya matang-matang, saya menarik kesimpulan kalau memang dulu saya nggak menganggap hal-hal seperti keluarga, anak, rumah tangga, adalah hal yang penting. Saat itu saya masih duduk di bangku SMA, sedangkan para kakak-kakak ini sudah berumah tangga dan bahkan punya anak. Dunia mereka berbeda sekali dengan dunia saya. Maka dari itu, banyak kejadian-kejadian yang luput dari ingatan saya, karena saat itu saya nggak merasa perlu merekamnya di memori saya.

Tapi sekarang, tentu saya adalah orang yang berbeda. Rumah tangga, anak, dan keluarga adalah hal paling penting dalam kehidupan saya. Hal-hal tersebut selalu merupakan topik utama dalam percakapan sehari-hari dengan teman-teman.

“Buibu, hari ini masak apa?”

“Eh, katanya si *anu* hamil lagi ya? anak ke berapa ya?”

“Aku kayaknya mau unschooling anak-anak deh, kayak kamu, ada referensi yang bisa aku baca-baca nggak?”

Well, things like that.

Yang dulu, mana ada sih jadi pusat perhatian saya. Dulu yang saya pikirin kan baru nilai pelajaran, sekolah, dan betapa membosankannya kehidupan remaja saya. LOL. Banyakan bengongnya daripada mikirnya. Tentu saja banyak hal yang hilang dari memori saya.

Begitupun tipe laki-laki, dulu yang saya tahu cuma yang ini ganteng yang itu nggak. Kenapa yang itu suka sama saya tapi yang lain (yang saya jatuh hati banget sampe klepek-klepek) boro-boro ngelirik. Nggak pernah saya duga, bahwa ada satu tipe laki-laki yang sekarang amat sangat saya benci. Yaitu laki-laki yang nggak bertanggung jawab. To the point that count as an asshole.

Belakangan saya banyak mendapati istri-istri curhat tentang suaminya yang suka hilang entah ke mana, boro-boro biayain kehidupan keluarga, lha pulang cuma buat “buang hasrat” trus ngilang lagi kayak kentut. ATAU yang sehari-hari ongkang-ongkang kaki di rumah, sedangkan istri banting tulang cari uang. Boro-boro bantuin beberes, lha anak kelaperan pun doi nggak peduli. Tipe-tipe yang merasa dirinya keturunan dewa, tak hanya menuntut dilayani, tapi patut disembah. Semua sabda adalah titah, tapi nggak sama sekali memberi anugerah. SUNGGUH MANUSIA SAMPAH.

Kalau semua yang di atas itu masih ditambah lagi sama hobi bentak sana bentak sini, tampol sana tampol sini. Wah rasanya pengin buang aja mereka itu ke liang lahat, hidup-hidup. Supaya nggak semakin banyak jadi hajat di dunia. Ngabis-ngabisin stok oksigen aja.

Okay, i need to breath. Hufff… >_<

Tentu yang patut disyukuri adalah, stok manusia sampah semacam itu di dunia ini nggak sebanyak yang sebaliknya, sih. Saya masih lebih banyak menyaksikan bapak-bapak kece yang sangat mencintai keluarganya. Tak hanya menyejahterakan anak dan istri, tapi juga mengayomi orang tua dan selalu ada di setiap momen sedih dan juga bahagia. Selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang dicintainya.

Dan TIDAK ya, itu semua TIDAK mudah. Nggak cukup hanya dengan ongkang-ongkang kaki saja. Jadi buat laki-laki di luar sana yang berpikir setelah menikah, kehidupannya akan menjadi seperti raja, dilayani permaisuri dan bergelimangan harta. Maaf kalau saya meruntuhkan angan angan kelamaan itu. Kecuali kalau kamu lahir dari keluarga bersendok emas, TIDAK, kamu tidak bisa santai-santai saja di rumah setiap hari my friend. Perempuan yang dulu kamu pinang itu berhak diayomi, berhak diberikan nafkah, berhak dilindungi. Mereka bukan pembantu, mereka bukan robot, atau bahkan mesin penghasil uang. Kalau mereka bisa cari uang di sela-sela kesibukan mendampingi kamu berumah tangga, itu adalah sebuah rezeki lebih untuknya. Tapi kamu, tetap harus kerja, provide them a good life. Because that is your responsibility.

Ya ALLAH jauhkanlah hamba, keluarga hamba, anak keturunan hamba dari orang-orang yang dzolim dan tidak bertanggung jawab. Lindungi kami dari orang-orang semacam itu, ya ALLAH.

Aamiiin yaa robbal ‘alamiiin

Nnote: yang berniat untuk protes; Tapi kan nggak cuma laki-laki yang kayak begitu. Ada juga kok perempuan yang kelakuannya kayak sampah. Well, save it! kita kan lagi bahasa pet peeve saya, kalau mau protes, do make your own post 😉

[30 Days Challenge] Day 8: Three Things You Want To Say To Three Different People

Wow yang begini-begini nih yang susah hahahaha…

Hmm, gini aja deh;

To 10 years old Asiah

Just drink those juice, it works wonder to yourself. Don’t listen to that mean aunty, you are beautiful. Iya kamu gemuk, tapi itu nggak mengurangi nilai kamu sebagai perempuan. Nggak usah dengerin omongan buruk dari orang lain. Don’t let it make you devalue your self. Because all that matter is how you feel about your self, and it should be good. You are beautiful.

To 17 years old Asiah

Umur segini, banyak-banyakin prestasi aja, lah. Jatuh cinta boleh, tapi nggak usah ngarepin apa-apa dari perasaan itu. That boy won’t even have a little glance on you no matter what. Mau lu diet kayak orang gila, mau lu bersolek sedemikian rupa, he wont even accept your chocolate on Vday. Don’t waste your time. No, you don’t have to proof your self to ANYBODY, because those who don’t care, won’t care. Ada kok, ada yang peduli sama kamu, ada kok yang bangga sama kamu. Karena believe me, you’ve got all those potentials, it’s such a waste to just spend your days day dreaming about the idea of romance. It will come to you eventually, and it will be such an interesting journey.

To 20 years old Asiah

Kan, ape gue kataa.. ada kan romansa di hidup lo. You will feel like a princess once, then a third wheel another day. Somebody will loooove you like there’s no tomorrow, and another will ghost you like shit. You will experience many types of relationship and everything counts on your future. Semua pengalaman itu akan membuat masa depan kamu lebih menyenangkan. Nggak apa-apa kok, emang banyak banget sedihnya. Tapi nanti, kamu akan mengenang itu semua dengan senyuman dan giggle giggle gitu sedikit.

Masalah karir, YANG SERIUS COY COY COY… KERJA YANG BENER, CARI DUIT YANG BENER BIAR KEBELI ITU MOBIL SAMA RUMAH. Sebelum lo nggak bisa mengejar itu semua lagi karena ada 2 little angels (and a big boy) yang bikin lo nggak pernah mau jauh-jauh dari mereka barang sehari aja. There’s no more room for career once you become a mother, because you just devoted to the role (dan itu nggak apa-apa banget, kamu akan bahagia banget kok ngejalaninnya).

2 little angels, a big boy, and ME 😀

[30 Days Challenges] Day 7: Do You Read? What Are Your Favorite Books?

Hmm.. i don’t really reads, i listens to audiobook.

Jadi, di awal tahun 2016 saya pernah mengambil sebuah keputusan impulsif dan pindah domisili ke Solo. Saat itu saya pikir kehidupan kami bisa berubah di sana. Lebih mandiri, tinggal di rumah sendiri dan punya privasi. Long story short, semua itu salah besar. Memutuskan pindah ke Solo merupakan keputusan impulsif yang masuk ke dalam kotak “kesalahan dalam hidup”. Maka, pada bulan Juni 2017, setelah melahirkan anak ke 2 saya di Solo, saya minta ande untuk memboyong saya dan anak-anak kembali ke Depok. Suami saya, karena masih ada kewajiban pekerjaan di Solo, tinggal dulu di sana selama beberapa bulan. Kalau nggak salah, bulan Agustus di tahun yang sama, kami resmi pindah kembali ke BSD. Nothing wrong with our marriage, everything is fine. Hanya rezeki kami memang bukan di Solo, itu saja.

Apa hubungannya dengan tema? Ada, kok 😀

Jadi waktu tinggal di Solo ini, saya berkenalan dengan sebuah aplikasi bernama Audible. Audible adalah layanan aplikasi audio book online dari Amerika milik perusahaan Amazon. Dengan aplikasi ini kita bisa membeli audiobook dan mendengarkannya secara streaming. Berbekal sebuah kode diskon dari Michelle Phan, saya lalu berlangganan, yang memungkinkan saya membeli 1 buku setiap bulannya secara gratis (well tidak gratis, sih, kan saya bayar biaya berlangganannya). Tapi lumayan sekali, dengan credits 1 buku per bulan (dan bisa diakumulasi dengan bulan selanjutnya, jika bulan ini nggak ada buku yang kamu mau), saya bisa membeli buku dengan harga berapapun. Best buy saya selama menggunakan audible adalah buku Sherlock Holmes: The Definitive Collection yang berisikan beberapa judul buku, dan dibacakan oleh Pak Stephen Fry, hanya dengan 1 credits langganan saja.

Saat pertama kali berlangganan, saya benar-benar nggak tahu sama sekali mau beli buku apa. Sepertinya buku pertama yang saya beli adalah Crazy Rich Asian dan benar-benar saya dengarkan setelah beberapa bulan berlangganan. Saat itulah saya kemudian menyadari bahwa saya memang lebih cocok mendengarkan daripada membaca buku. Saya adalah tipe orang yang bisa mendengarkan buku sambil melakukan hal-hal lainnya, seperti memasak, menyetrika, bebersih rumah, dan pekerjaan–pekerjaan ibu rumah tangga lainnya yang sedari dulu akrab sekali dengan keseharian saya.

Pengalaman bersama Audible menjadi semakin menyenangkan saat terbit seri audiobook Harry Potter. Saya berterimakasih sekali pada Pottermore yang menerbitkan serial tersebut di tahun itu. Terlambat satu tahun saja, saya mungkin nggak akan lagi mampu membelinya hahahaha.. karena setelah 1 tahun diizinkan berlangganan, akhirnya suami saya menyerah di tahun ke 2. Lumayan juga soalnya biaya berlangganannya per bulan. Alhamdulillah saya berhasil mengumpulkan seri Harry Potter sampai lengkap.

Sekarang semakin banyak pilihan audiobook yang bisa dipakai. Aplikasi menulis online tempat sahabat saya, Jia, bekerja: STORIAL.CO juga menyediakan opsi audiobook untuk beberapa bukunya. Saya sedang mendengarkan audibook Rapijali milik Teh Dee Lestari di sana.

Saya juga sempat menjadi proof listener di sebuah aplikasi audiobook STORYTEL (sebuah layanan audiobook dari Swedia) yang juga akan membuka layanan buku-buku berbahasa Indonesia. Lumayan sekali, bisa bekerja sekaligus mendengarkan lebih banyak buku-buku secara gratis hehehe..

Jadi kesimpulan untuk tema hari ini, YA saya membaca (mendengar) buku. Buku favorit saya sampai hari ini adalah seri Harry Potter (tentu saja) dan juga seri Shopaholic milik Sophie Kinsela, dan kedua seri tersebut saya punya seri lengkapnya di Audible hehehe.. SENANG!!

-Bee-

[30 Days Challenges] Day 6: Band And Musicians That Are Important To Me

Wow… Day 6 is 8 years away hahahaha…

LIFE UPDATE: I’m a mom of 2 now. Well.. more to that mater, later 😀

A Band huh?

HANSON

Orang tua dan adik-adik saya pasti tahu, lah, bagaimana bucinnya saya dengan HANSON di masa kejayaannya dulu. Saat itu, untuk pertama kalinya saya punya koleksi. Koleksi yang dulu saya pikir sangat berharga. Koleksi yang sejak awal sudah dihakimi sebagai sampah oleh ibu saya 😀 Koleksi segala apapun tentang HANSON yang bisa saya temukan, secara gratis tentunya. Karena seingat saya, dulu sepertinya saya nggak punya uang jajan, deh. Ke sekolah diantar dan dijemput ibu saya. Sekolah full day, dulu snack dan makan siang disediakan oleh katering sekolah. Kalaupun diberikan uang jajan, kalaupun saya bisa menabung, saya betul-betul nggak punya referensi apapun tentang Hanson selain yang bisa saya baca di majalah atau nonton MTV. Aaaaah… MTV circa Sarah Sechan dkk, my youth will be boring without them.

Dari referensi seadanya itulah, maka koleksi HANSON saya mentok ke potongan-potongan majalah, atau koran, atau media cetak apapun yang ada kata HANSONnya. Pokoknya saya tergila-gila. Saya sempat punya teman pena dari Bogor yang sama-sama pemuja HANSON, namanya Winny. Saya pernah merengek ke orang tua saya untuk diantarkan ke rumahnya di Bogor demi melihat koleksinya secara langsung. Karena dari ceritanya di surat-surat kami, atau yang saya dengar dari percakapan lewat telepon, hobi Winny ini sangat didukung orang tuanya. Dia sampai menjadi member fanclub resmi HANSON. Saat akhirnya diizinkan (dan diantarkan, tentu saja) pergi ke rumah Winny, saya terpana dan iri sekali dengan koleksi yang dia punya. Kami mengobrol lama sekali, membahas HANSON tentu saja. Saya bahkan sudah nggak ingat sama sekali apa saja yang saya lakukan di rumah Winny saat itu. Sepertinya kami juga menonton VCD dokumentasi tur konser dunia mereka, deh. Saya sampai nggak mau pulang padahal sudah seharian bapak dan ande keliling-keliling Bogor demi anak sulungnya ini mengobrol dengan teman yang baru dia kenal itu.Kalau dipikir-pikir lagi sekarang, YANG ADA-ADA AJE SIH, LU ASIAH!!

Taylor and Natalie

Personil Hanson yang dulu sangat saya cintai (duile) ya siapa lagi kalau bukan Taylor. Cinta banget sampai waktu ada gossip kalau Taylor punya pacar, lutut saya sampai lemas sejadi-jadinya. Nangis-nangis nelepon Winny sambil berdoa kalau berita itu nggak benar. Hahahahaha… sekarang kalau lihat fans-fans Kpop Idol pada halu ngomel-ngomel karena bias nya punya pacar, saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Padahal dulu, pernah juga di posisi itu. HANSON mewarnai masa remaja saya dengan musik dan lirik yang bagus sekali. Yang membuat saya jadi cepat sekali belajar bahasa Inggris. Sejak suka sama HANSON nilai bahasa Inggris saya melesaaaaat naik. Saya bahkan sampai pernah menang lomba pidato bahasa Inggris berkali-kali. Lomba internal sekolah, sih. Tapi lumayan, citra “murid jago bahasa Inggris” ada banget lah di saya zaman-zaman SMP dulu. Malu sendiri kalo diinget-inget sekarang.

Taylor, Natalie, dan 5 anak mereka circa 2018 (tahun ini lahir anak ke 6 mereka). Awal tahun 2021 lahir lagi anak ke 8. Wow 3 tahun nambah 2 anak. Top lah..

Sebuah pesan untuk para pemuda dan remaja zaman sekarang. Nikmatilah perasaan termehek-mehek mengidolakan seseorang. Karena beranjak dewasa nanti, masalahmu nggak akan berkurang. Sekarang, mumpung yang kamu pikirin cuma sebatas; duh kok muka jerawatan ya? Cowok anu nggak ngelirik gue sama sekali, sih? padahal baru liat sepatunya muncul di gerbang sekolah aja, hati ini udah main gendang sejadi-jadinya. APAAAA? Bias gue kepergok lagi jalan sama cewek antah berantah sambil pegangan tangan mesra? meleleh dengkulku. Nikmatin semua rasanya, nak. Melelehin aja semua badan kamu, melelehin sampai abis. Karena beberapa tahun lagi, kamu akan menikah, punya anak dua dan bias kamu, yang dulu kamu cemburuin itu, tau-tau udah punya anak 8 aje. Masya ALLAH Bapak Taylor ajib punya lah, jempol..

-Bee-

[30 Days Challenges] Day 5: Five Places You Want To Visit

Okay.. where were we? …. errr where have i been? Hahahaha.. such a long hiatus right? :p

Life has been really surprising lately. Me and my family went for our first out of town trip, it was to Solo to attend my niece’s wedding. But two days before departing date, my daughter got fever. And it didn’t got better even on the day we should go. So we decided to went seperately, my husband took the train as we planned on the first place, while me and my daughter went by car with my parents.

In Solo my daughter’s fever got up and down, really confusing. We decided to make a stay for a bit longer, waiting for my daughter to get better. But my husband left earlier, because he had to work. Probably the worst 2 weeks of my life, i hope it will NEVER ever happen again on the future. Aamiin.

My daughter are so much better now, she seems like catching up with her own health. Although she got flu these past 3 days. Probably because of the weather. I am not in a very healthy condition also. But not that unhealty to write this post down :p

Alrighty, back to the topic. 5 places i want to visit.

1. Mecca Al Mukarramah.

Why? Do i really have to explain why? Hahaha… of course, as a muslim i really want to visit Mecca and Madina to do Hajj. I really hope ALLAH will give me a chance to do Hajj at least once in my life. Aamiiin.

2. South Korea
3. Japan
4. London
5. Italy

Well, i actually want to visit all of beautiful places around the globe. If i have to explain why i write those particular country on number 2 to 5 was probably because i have to write down five. And around the globe is too much for just 2,3,4,5, right?

So, yeah.. the most important thing is actually not really the destination, but the company. As long as it’s with my husband and Sabriyya, even the short trip to Bandung will always do ♥