3 days to catch, #WordIsMe


November 19th 2011

If you go to twitter and search for hashtag #wordisme you will find how big this event is. Dipelopori oleh mbak Alberthiene Endah, saya merasa sangat beruntung bisa berpartisipasi menjadi bagian dari ‘orang belakang layar’. Padahal pada awalnya saya justru mendaftar menjadi peserta.

Saya ingat sekali waktu Jia mengajak saya untuk menjadi peserta di workshop ini. Saat itu juga saya langsung menulis e mail semi curhat untuk mbak AE. I cc’d it to Jia and she said the e mail was beautifull, err actually it’s a bit embarassing. I was about to post it here, but i couldn’t find it on my sent e mail, not in my desktop nor my blackberry. Ah, mungkin memang sudah seharusnya yang memalukan disimpan sendiri yah hehehe..😀

So that was the plan, sampai suatu hari di Cina saya akhirnya bisa online pakai laptopnya temen (nggak bawa laptop sendiri karena takut disita di bandara, huff). Niatnya sih mau gtalk sama Reza, tapi disapa berkali-kali nggak dijawab, ya udah buka-buka e mail aja. Eh, ada si Jia curcol di situ hahaha.. gatel dia berhari-hari nggak curhat😛 Pas saya lihat y!m nya Jia online, ya udah saya sapa. Di sela-sela curhat dia malah ngomong “Asiah, lo gue masukin ke daftar panitia pelatihan menulisnya mbak AE yah! (waktu itu belum ada nama resminya)”. I was like “LAH? waktu itu lo nyuruh gue jadi peserta, gimana ini?”. Si Jia jawab lagi “Iya, tapi lo udah gue masukin jadi konsumsi, gue kan jadi seksi acara”. Dan begitulah akhirnya saya malah nyemplung jadi panitia. Saya pulang dari Cina hari minggu siang, selasa malam nya ikutan meeting di Foodism FX. Saat itulah saya mencicipi Spaghetti telur asin Foodism yang ternama itu. Nyum nyumm.. *oke ilang fokus*

Di rapat perdana (untuk saya, untuk yang lainnya adalah rapat yang kedua, atau ketiga gitu) akhirnya nama Wordisme muncul. Dan ide-nya datang dari *ehem* saya, hihi..😀 Well, itu sebenernya dateng dari lokasi rapat hari itu, Foodism. Then i came out with that Wordism idea, lalu disempurnakan oleh Ollie yang menambahkan huruf E di belakang. So, we spell the word as Word Is Me, NOT wordisme as in an isme for word. Yah, you know what i mean, kenapa jadi ribet gitu ngejelasinnya? hahaha.. *duh*.

Di rapat ini saya berkenalan dengan mbak AE secara proper. Sebenernya dulu pernah kenalan waktu Launching Empat Elemen, tapi kayaknya nggak ngeh deh mbak AE-nya, saya kan agak invisible gitu, bisa ilang, puff. So there i am menjadi salah satu personil orang di belakang layarnya Wordisme.

Ini dia mbak Alberthiene Endah itu

Sekilas tentang acaranya. Wordisme ini adalah workshop penulisan gratis yang digawangi oleh (sekali lagi) mbak Alberthiene Endah (just google it if you don’t know her, but come on!).

Dibagi menjadi 5 sesi; Jurnalisme, biografi, blog, fiksi, dan skenario. Pembicaranya adalah orang-orang yang kompeten di masing-masing 5 bidang tersebut. Di sesi Jurnalisme ada mbak Petty S Fatimah dan mbak Reda Gaudiamo yang sampai meluangkan waktu meeting berdua untuk mengemas suguhan di sesi ini. Sesi biografi diisi oleh mbak AE sendiri yang memang udah banyak banget nulis biografi orang-orang terkenal, dari selebritis sampai salah satu mantan presiden Indonesia. Di sesi blog akan ada Ollie dan Raditya Dika yang ya udah lah ya nggak perlu dijelasin lagi bagaimana mereka bisa sukses lewat blog pribadi mereka. Untuk yang pengen banget nerbitin novel, ada Windy Ariestanty dan Hetih Rusli, dua orang editor ternama yang bisa ngasih banyak tips agar naskah kamu bisa mencuri perhatian editor dan diterbitkan. Last but not least, tentu saja Salman Aristo, Aditya Gumay, dan Alexander Thian yang nggak diragukan lagi kiprah-nya di dunia penulisan skenario Indonesia.

Kayak kesemua pembicara itu kurang keren aja, workshop ini juga dibanjiri dengan buanyak goodie bag dan doorprize. Saya dan teman-teman panitia lainnya cuma bisa ngelap-ngelap iler dengerin daftar goodie bag peserta dari mbak AE. Nggak saya tulis di sini yah, biar surprise aja, in case ada peserta workshop yang baca postingan ini, muehehe😛

Seperti judul di atas, workshop akan berlangsung 3 hari lagi. Pendaftaran endespreh endebleh nya sudah ditutup berhari-hari yang lalu. Jadi buat yang telat, ya maaf yaaa.. we’re fully booked already. Kalau mau tunggu workshop selanjutnya aja yah, Insya Allah nggak akan berhenti di satu ini aja, amin.

Kru Belakang Layar

And last but not least, kami para kru belakang layar Wordisme mohon doa restunya. Semoga acaranya lancar dan berkah. Semoga semua peserta puas dan feedback-nya bagus semua. Dan semoga setelah ini bisa dilanjut dengan Wordisme roadshow keliling Indonesia, Masya Allah, Amiiinnn.. Err.. sayangku Reza Ihsan, izinkan aku ikutan kepanitiaan sampai setelah 3 Maret nanti yah hohoho.. *wink*

Bee

8 thoughts on “3 days to catch, #WordIsMe

  1. Pingback: And So It Was… « A Happy Ending Seeker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s