[30 Days Challenges] Day 4: The Meaning Behind Your Blog’s Name

Sungguh? lama amat sih cuma mau nulis penjelasan di belakang nama blog aja.

Image

A Happy Ending Seeker. Okay, kalau diterjemahkan secara bebas, artinya pencari akhir yang bahagia. Dulu saya pernah membaca sebuah kutipan yang berbunyi seperti ini:

Life must have a happy ending, if it’s not happy, then it’s not the endΒ (Hidup harus memiliki akhir yang bahagia, kalau belum bahagia, maka belum (harus) berakhir).

Dibaca saat hampir menyerah karena sedih yang datangnya bertubi-tubi. Saat itu saya sangat terpengaruh, dan semangat hidup kembali menyala. Jadilah kutipan tersebut menjadi kutipan yang paling disukai dan mulai memproklamirkan diri sebagai pencari akhir yang bahagia.

Lalu, bagaimana dengan kutipan di bawah nama blog tadi?

In the end, it’s not romance that makes you stay (Pada akhirnya, bukan romansa yang membuatmu bertahan).

Kutipan ini adalah hasil pemikiran sendiri (cieee :P). Saya pernah sangat muak dengan romansa-romansa yang bertebaran di lingkungan saya dan orang-orang yang sangat memujanya. Romansa itu, bagi saya penuh dengan omong kosong dan rayuan gombal. Saat itu, pikir saya, saya butuh yang lebih. Karena pada akhirnya nanti, bukan romansa yang akan membuat sebuah hubungan bertahan.

Kemunculan suami saya yang datang dengan tidak menawarkan romansa apapun, justru membuat saya sangat tertarik. Dengannya, semua terasa berbeda dengan apa yang pernah saya rasakan terhadap lawan jenis. Saya tidak pernah merasakan letupan yang terlalu dahsyat, hati saya tidak membuncah pecah dalam hitungan detik. Sebelumnya, jika saya jatuh cinta, semuanya terasa sangat berlebihan. Hati saya pecah berantakan. Bersama suami saya, degup hati saya seperti menghasilkan dendangan lagu yang menenangkan. Ternyata, sayapun bisa merasakan jatuh cinta yang seperti itu. Yah, orang yang penuh drama seperti saya bisa jatuh cinta perlahan-lahan. Rasanya aneh sekali. Tapi itu yang paling saya suka πŸ˜‰

Jadi, bukan romansa yang membuat saya bertahan sampai hari ini. Dan bukannya saya dan suami miskin romansa juga, kami setiap hari masih selalu saling mencurahkan cinta. Tapi hidup saya jadi nggak melulu tentang romansa, hidup saya jadi jauh lebih berwarna.

Begitulah, ternyata panjang juga ya menjelaskan tentang nama blog saja. Baguslah, berarti gairah menulis saya sudah mulai tumbuh kembali, kan? πŸ˜‰

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

Bee

[30 Days Challenge] Day 3: Your Day in Great Details

Okay, i’m back for another day of challenge.

My day in great detail. Hmm.. this is interesting, since i have a daughter now, so my days are completely different from those when i was still single, or pregnant.

My gets up from bed time was constantly changing, due to my daughter’s sleeping time. It’s really up to her. She wakes up, i wake up too. But, she will not sleep until more than 6 o’clock. So, let’s say 6 o’clock is the time i wake up in the morning.

05.00 : wake up for my Subuh. And then sleep again, until the baby wakes up.

06.00 : The baby wakes up, time to jump from bed too πŸ˜‰ During this time, i will put her in her bouncer and switch on the TV to Baby First channel. While i make my pre-breakfast drink. because my stomach haven’t totally ready for heavy meal, so i made a glass of honey (mix with water) for me and husband, i also preparing spirulina for my husband and some of vitamin dose (Green Palapa, Gama Life, Natura Omega Squa, Harumi) for me. Then, i will prepare breakfast for husband and my daughter who are now still 6 months old, so she still eats only fruits puree. Made the puree then feeds her. After that, i will make protein mix for me, drink that while preparing warm water and clothes for daughter.

07.00 : bath my baby daughter. I want to get my daughter used to take a bath twice a day (unlike her parents who only take a bath once a day bhahaha.. *gross, i know* :D) So, when she was still exclusively breastfeed, she will take her first bath right after she wakes up in the morning. But now, since she already given solids, so take a morning bath is scheduled a moment after she finished her breakfast. So that when she is being bathed, her stomach wont still be very full. Fortunately, my daughter realy loves taking a bath, so she enjoys this routine even when her eyes sometimes screams for a nap hahaha..

07.15: Taking daughter back to sleep. After finish her bath, Sabriyya will have her morning nap right away. The nap wont take really long, an hour is the longest time. And because of the condition of our bunk bed, which always producing a noise when we make a move while sleeping, so during this nap time, i will probably spend half of it sleeping in her side, sometimes opening path or instagram.

08.00: Sabriyya wakes up from her morning nap, and i put her in her bouncer again. During this time i will eat my breakfast, the heavy meal one. After that, if Sabriyya still in her mood, i will take a bath. If not, i will stay beside her, playing with her. Sabriyya now already able to rolling around the bed, so i am not sure to leave her alone.

10.00 : Two hours after her first nap, Sabriyya usually ask for breastmilk again. So, i breastfeeds her again. If she is in the mood to sleep again, she’ll sleep. If not, she will continue playing and rolling around the bed. And me, as usual accompany her.

(alrighty this getting sooo boring, right. But, welcome to my life hahahaha…)

12.00 : Changing Sabriyya’s diapers. And, if Sabriyya is in her mood again, i will (surely) take a bath. After that i will give Sabriyya Extragreen (spirulina and honey mix). She already given this mix from newborn, it’s for her body endurance, antivirus, etc. So, who says honey is not good for baby, if you could choose the right honey, it will actually great for your baby. Rasulullah gave us the example to drink honey for our health, so why we now againts it? or the right question is, who makes us against it? πŸ˜‰

13.00 : Eating lunch. And Sabriyya usually will have her day nap around this hours. And sometimes, if i’m in the mood for walking, we will walk around the blocks until Sabriyya sleeps again.

14.30 : Preparing Sabriyya’s second meal. Sabriyya still only have two meals a day, and she is not really fond of eating, so she don’t do snacking although i will be so happy if she would want one.

16.00 : Bathing Sabriyya again. After that i will have my dinner.

19.00 : Hubby arrives home and i will prepare his clean clothes and dinner. Sometimes i will hand Sabriyya to him so i can have a little me time, watching Running Man, bhahaha… *so much for a quality time* πŸ˜›

21.00 : Sabriyya will already sleepy around this time, and that’s when i called it a night.

That’s all, the life of a housewife with one child. I don’t really explain my Shalat time, because i don’t think i have to hahaha.. Do the Shalat on the time. When i look again this post, i realize how boring it looks like, but really having one daughter who is so cute and smart, couldn’t make you bored. And usually around those activity, i still can update my social media oftenly and being a full time housewifes gives you more stretch time to meet your friends on weekdays. Especially those who are also a full time housewifes. I enjoy my life so much although sometimes i missed being alone and having so many me time hahahaha.. and a day in a beauty salon, having a spa. Hwaaaa… when do i get to taste those again? anyone?

Bee

[30 Days Challenges] Day 2: 10 Likes and Dislikes

10 Hal Yang Disukai:

  • Suka salah tingkah kalo makan nggak ada kerupuk atau yang kriuk-kriuk
  • Suka banget masak tapi sekarang udah jarang punya waktu panjang, kadang masih suka maksain masak meski kemudian anak nangis-nangis karena kelamaan ditinggal >_<
  • Suka banget dimsum dan sushi
  • Suka lebah dan warna kuning, dan kadang terkesan terobsesi :p
  • Suka minum air putih
  • (Lebih) suka lihat gambar daripada tulisan
  • Suka nonton youtube, apalagi waktu hamil dan sudah resign. Sehari-hari kerjaannya makan, minum, Shalat, dan nonton youtube.
  • Suka ngobrol, apalagi sama suami karena pasti selalu ada ilmu baru dan nggak pernah kehabisan topik.Β  Meskipun hampir selalu ada yang jadi perdebatan hahaha..
  • Suka dengar cerita masa lalu, rasanya selalu menarik melihat bagaimana proses sesuatu bisa menjadi seperti sekarang. Apapun itu, sejarah nabi, sejarah negara, otobiografi, bahkan sampai cerita sehari-hari.
  • (Lebih) suka produk Samsung daripada produk Apple. Terimakasih suami yang sudah membuka mata saya lebar-lebar πŸ˜‰

10 Hal Yang Tidak Disukai:

  • TIdak suka sayur oyong, beri saya sayur apa saja asal jangan sayuran aneh yang satu itu :-&
  • Tidak suka diganggu jadual sehari-harinya. Jadi setiap hari saya punya jadual. Bangun tidur lalu langsung mengerjakan apa lalu apa lalu apa. Kalau di tengah-tengah itu tau-tau ada yang menyelak dengan apapun, saya suka bete sendiri.
  • Tidak suka online shop. Maaf ya, baru 3 kali saya belanja online dan 2 kali kecewa dengan barang yang datang. Memang belanja langsung di toko dan melihat langsung terlebih dahulu barang yang ingin saya beli lebih cocok untuk saya.
  • Tidak suka orang yang besar omong padahal kosong. Seperti Vicky siapalah itu yang kemarin (atau masih?) tenar itu. Saya merasa orang seperti itu sudah sepantasnya diasingkan ke galaksi lain. Terimakasih.
  • Tidak suka soda. Titik, nggak pakai penjelasan lanjutan.
  • Tidak suka obat-obatan dokter (kimia). Sejak 2006 saya sudah berhijrah ke pengobatan alami a la nabi. Alhamdulillah punya ande yang sudah lama mendalami ini jadi kalau sakit perginya ke ande. Diakupuntur, dibekam, atau dipijat refleksi. Meskipun saya…
  • Tidak suka pijat refleksi. Saya nggak tahan sakitnya, Masya Allah. Kalau memang harus pijat refleksi, pasti saya dan ande kayak lagi berantem, tendang-tendangan >_<
  • Tidak suka sensasi habis muntah (lagian, memang ada yang suka?). Waktu hamil, rasanya tersiksa banget setiap abis muntah. Hufff.. tapi saya nggak kapok kok, hamil πŸ™‚
  • Tidak suka orang yang mengandalkan mbak dalam melakukan apapun. Kalau bisa dikerjakan sendiri, kenapa harus suruh mbak? Kalau nggak suka dengan hasil yang dikerjakan mbak, ya kerjain sendiri dong. Begitu aja kok, repot :p

Hoho.. akhirnya berhasil juga menulis dengan bahasa indonesia, kecuali judul dan online shop. Post selanjutnya, mari kita kembali melatih kemampuan menulis dalam bahasa Inggris.

Sampai jumpa di post berikutnya πŸ˜‰

Bee

30 Days Challenge (in an attempt to write again)

30 days challenge-1

Blog ini terbengkalai sekali, sih 😦

Sebenarnya sudah lama sekali saya ingin sering update blog ini seperti dulu, tapi kehidupan saya belakangan ini nggak jauh-jauh dari mengurus anak sih ya, jadi yaaah.. for some people it was so boring reading blogs who talked only about the kids hahaha.. maka dari itu, perkembangan Sabriyya saya simpan sendiri di blog ini.

Sudah lumayan lama saya mengikuti blog Febie, dan sejak bulan lalu ia posting tentang 30 days challenge ini. Awalnya saya pikir, ehm yaaah, nggak dulu deh, kayak punya waktu banyak aja buat nge-blog. Ikut 30 days photo challenge di Instagram aja nggak bisa nyelesein, apalagi ini yang harus duduk diam di depan komputer dan mengetik post baru setiap hari. But then lately i was thinking, hey! i could do it everytime i want. 30 hari kan nggak harus setiap hari berturut-turut gitu, seminggu sekali update post baru selama 30 minggu juga bisa dinamakan 30 hari, kan? *pembenaran* πŸ˜‰

Akhirnya saya putuskan untuk ikut tantangan 30 hari menulis ini. Saya belum sanggup ikutan yang 30 hari menulis fiksi, just because. So, marilah mulai kembali rutin menulis dengan tantangan ini. Walaupun untuk tantangan hari ke 22, err.. do i really have to post my picture wearing my so-emak-emak daster? haha *doh*

Bee – in an attempt to write again