Kuliner Malang: Warung Wareg (Gurame Sadis)

Liburan lebaran kemarin (well, setelah liburan lebaran selesai lebih tepatnya lagi), saya ikut orang tua mudik ke Solo lanjut ke Malang untuk mengantarkan si bungsu yang bersekolah di salah satu pesantren di sana. Sabriyya tentu saja ikut serta. Surprisingly (well not really, actually), she seems OK for a long road like that, considering that we went on car. Ande saya mengatur bangku belakang sedemikian rupa hingga mirip dengan kasur untuk tidur Sabriyya. Alhamdulillah Sabriyya nggak rewel sama sekali saat saya rebahkan di bangku belakang itu, ia bahkan tidur nyenyak sekali. Kayaknya goyangan mobil dan sejuknya AC membuat ia tidur lebih nyaman. Kami sempat menginap 2 hari di Solo lalu sambung ke Malang.

Nggak terlalu banyak tempat kami kunjungi di Solo, karena Solo memang sudah menjadi destinasi hampir setiap tahunnya sejak kami kecil. Jadi makan di nasi liwet sini dan tahu koprak sana sepertinya sudah biasa saja. Nah, ketika di Malang kami sempat makan di beberapa tempat makan, tapi restoran satu ini layak diberikan review karena nggak hanya tempatnya yang nyaman, tapi juga harga yang nggak sama sekali menguras kantong (for my opinion).

warung wareg 1Menemukan tempat makan ini waktu jalan pulang dari mengunjungi tante suami di Malang menuju Villa tempat menginap di Batu. Perut saya sudah minta diisi lagi setelah sari-sari makan sebelumnya hampir habis jadi ASI untuk Sabriyya. Celingukanlah kami di jalan, mencari tempat makan yang menarik. Sebenarnya saat melihat spanduk besar yang bertuliskan Warung Wareg Gurame Sadis ini, saya sudah antipati duluan. Pasalnya kalau di Jakarta, makanan apapun yang punya embel-embel sadis pasti nggak jauh-jauh dari sambal rawit dan bawang yang kalau dijadikan teman makan nggak ubahnya malah jadi pengganggu saja. Udah nutupin rasa sedap lainnya, setelah makan masih ditambah perut panas segala. Hufft.. no way hose.

Tapi setelah celingukan berkali-kali, kok ya nggak ada lagi tempat makan yang terlihat menarik. Instead, Warung Wareg ini malah terus terngiang-ngiang di kelapa. Ya sudah, berbeloklah kami memasuki halaman parkirnya. Halaman parkir tempat makan ini sangat luas, saat itu bahkan ada satu bus wisata yang parkir di sana, dan masih tersisa banyak ruang untuk sekitar 10 atau lebih mobil lagi. Area makan terlihat jelas dari luar, karena konsep ruangannya yang memang minimalis tanpa banyak sekat. Pilar-pilarnya bahkan terlihat masih hanya tertutup semen kasar. Salah satu yang menjadi daya tarik pengunjung adalah satu lapangan kecil terbuka yang menyediakan tempat main anak-anak, jadi kalau bawa anak makan di sini, nggak perlu kuatir anak-anak akan bosan dan mulai mengacak-acak makanannya.

Area bermain anak-anak

Area bermain anak-anak

For foods? awalnya saya sempat kuatir juga dengan embel-embel sadis tadi, jadi agak menghindari menu makanan dengan embel-embel sadis di belakangnya. Tapi tanya punya tanya, yang mereka sebut sadis itu ternyata adalah saus asam manis. So, Gurame sadis = gurame goreng tepung dengan saus asam manis. Wah, kalau itu sih saya suka banget haha.. so, we ended up memesan:

20130818_125148

Gurame menthor (kiri) Gurame sadhies (kanan)

20130818_125225

Sambal Terong

20130818_125231

Tahu Penyet

Ditambah tempe penyet dan cah kangkung yang luput dari jepretan kamera :p

jeruk manis hangat (kiri) es milo (tengah) es teh tarik (kanan)

jeruk manis hangat (kiri) es milo (tengah) es teh tarik (kanan)

Dan jeruk nipis hangat juga se antri stress (which is jus timun campur sereh kalo nggak salah), mereka juga luput dari jepretan kamera😀

Nggak cuma porsinya yang besar, rasa semua makanannya juga enak. Terutama menu andalan mereka si gurame-gurame goreng itu. Saya kalau bisa, mau deh menghabiskan itu semuanya sendiri (guramenya loh yaa :D). Bagaimana dengan minumannya? hmm.. nggak ada yang istimewa, bahkan teh tariknya adalah teh tarik instant sachetan itu. Tapi minuman anti stress itu sepertinya cukup membuat ande saya mengangguk-angguk puas.

Okay, mata dan perut sudah bahagia. Bagaimana dengan dompet pak boss? Saya sempat kuatir bapak saya bakal geleng-geleng kepala lagi (seperti saat kami makan di salah satu restoran khusus ayam goreng kampung di perjalanan menuju Solo). Tapi ternyata, total harga semua makanan dan minuman yang cukup memuaskan tersebut hanya sejumlah Rp. 205.000 saja saudara-saudara. Really worth it. Official sudahlah, nanti kalau ke Batu lagi, pasti kami akan mampir ke resto ini lagi. Hmm.. kalau keluarga Reza lagi mudik ke Malang, mau nggak ya saya ajak makan-makan di sini? karena katanya gurame menthis nya oke punya.

-Bee-

3 thoughts on “Kuliner Malang: Warung Wareg (Gurame Sadis)

  1. Pingback: 4 hari 3 malam di kota Batu, Malang | just saying

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s