Family Vacation (Mercure Hotel)

So, suatu hari sebelum lebaran Papa (mertua) sempat buat pengumuman kalau punya voucher senilai 3 juta rupiah dari Antatour untuk produk apa saja, yang masa berlakunya habis akhir tahun ini. Waktu itu karena merasa masih jauh dari akhir tahun, ya kami anak-anaknya nggak begitu menanggapi, selain itu kami juga sedang merencanakan liburan lebaran ke Malang saat itu. But then, as time goes by, akhirnya Desember pun datang. Sebagian besar dari kami sudah lupa tentang voucher itu. Untung papa masih ingat. Akhirnya setelah diskusi panjang, kami memutuskan untuk menukarkan voucher itu dengan akomodasi menginap di Hotel Mercure Ancol. Pertimbangannya, lokasinya masih di Jakarta, jadi perjalanan menuju lokasi nggak bikin para ibu hamil (saya dan kakak ipar) encok pegel linu, hahaha.. dan lokasi ini dekat dengan Tanjung Priuk, tempat Reza bekerja. Yup, karena hari Sabtu pun Reza masih harus bekerja, jadi dipilihlah lokasi liburan sekitar Ancol yang nggak susah untuk dicapainya. Jadilah kami menukarkan voucher tersebut dengan 4 kamar Superior di Mercure Ancol.

Hari Sabtu (8 Desember 2012) pagi-pagi saya sudah dipanggil Mama untuk menyiapkan burger sebagai sarapan. I was really happy because Arby (Reza’s nephew) who is actually don’t really love eating, enjoyed my burger so much😉 Saya senang sekali, kali itu adik dan kakak Reza yang masing-masing sudah punya keluarga kecil sendiri sama-sama bisa meluangkan waktu untuk liburan ini. Especially this little family:

20121208_122635

So, here was the itinerary:

Sabtu (sekitar jam 8) pagi berangkat ke Ancol dan main di Gelanggang Samudra, lihat lumba-lumba, ikan pesut, dll sampai siang. Siangnya langsung check in hotel dan leyeh-leyeh sebentar. Sekitar jam 3 sore jalan-jalan ke pantai, main air dan pasir di sana. While emak-emak hamil menikmati angin cepoi-cepoi berharap nggak masuk angin di pinggir pantai. Menjelang malam, jalan ke Bandar Jakarta untuk makan malam di sana, merayakan *ehem* hari ulang tahun saya, padahal yang nraktir tetep aja Papa Mama, hahaha😛 Pulang dari Bandar Jakarta, langsung ke Hotel, then spend the rest of the day at our own room. Terserah deh tuh para pasangan mau ngapain aja😛

the hotel room

the hotel room

While, in reality, this was what exactly happened:

Sabtu, sekitar jam 12 siang kami baru berangkat dari rumah Rasamala. Langsung menuju pantai sambil menunggu kedatangan keluarga kecil Mbak Nia (kakak pertama Reza). Nggak lama setelah mbak Nia datang, saya, Mama dan Mbak Nia berangkat ke Hotel lebih dulu untuk check in. Proses check in ternyata lumayan memakan waktu, karena kamar yang kami minta (Superior dengan 1 king size bed) nggak tersedia di satu lantai. Jadi kami harus legowo dengan 2 kamar dengan 1 king size bed, dan 2 kamar dengan 2 kasur single kalau ingin ada di lantai yang sama. Sempat berdebat-debat juga sih dengan resepsionis, that’s why it takes more time. Nggak lama setelah Mama mendapat semua kunci kamar, rombongan pantai pun datang dengan baju basah. Masuklah kami semua ke kamar masing-masing dan saya memutuskan untuk Shalat dan leyeh-leyeh sebentar. Nggak lama, Reza menelfon kalau dia sudah on the way ke Ancol, Mas Reno (suami mbak Nia), Mama, dan Saya menjemput Reza di Gerbang Utama Ancol. There we go, husband and wife reunited, yeaaaayy.. *levhay*😛

husband and wife reunited

husband and wife reunited

Sore menjelang malam kami memutuskan untuk naik kereta gantung, dengan ini resmi sudah kunjungan ke Gelanggang Samudra dibatalkan😛 Abis itu, ganjel-ganjel perut dengan CFC (hell yeah junk food), cemana pulak sih CFC dibilang ganjel-ganjel perut *d’oh*. Saya sempat mengira kalau agenda dinner di Bandar Jakarta juga dibatalkan, karena setelah dari CFC kami kembali ke Hotel. Padahal saya sudah ganti baju dengan piyama, siap untuk bobok cantik. Eh tiba-tiba ada telp dari adik bungsu Reza, Yudith, mengajak ke Bandar Jakarta. Ya sudah, ganti baju lagilah saya. Sebelum ke Bandar Jakarta, kami sempat berhenti di pinggir pantai (tempat banyak pasangan mesra-mesra an) untuk makan duren. Bayangkan, satu keluarga besar, consist of: Papa Mama, Mbak Nia suami dan 1 anak, Saya dan Reza, Yudith suami dan 2 anak, menyerbu tempat sejoli sejoli sayang-sayangan, sambil menenteng duren dan bersiap untuk pesta duren di sana. Nggak sampe lima menit kok para pasangan itu satu per satu bubar, ngahahaha.. muups yaw😛 Padahal mah durennya juga ternyata belum matang, duren ini memang hasil jatuhan pohon duren di depan rumah. Ternyata jatuhnya bukan karena matang, tapi karena hujan angin beberapa hari sebelumnya😦

Selesai pesta duren yang gagal total, akhirnya mampirlah kami ke Bandar Jakarta. Makan malam enak di sana. Saya sempat teler sebentar, bener-bener deh sejak hamil ini gampang banget capek dan ngantuknya. Tapi makanan di Bandar Jakarta agak susah ditolak yah. Yang saya paling suka saat itu adalah cumi goreng tepung dan kangkung tumis bawang putihnya. Saya sempat kaget waktu intip-intip bill makan malam saat itu. Kami sekeluarga besar, terdiri dari 8 orang dewasa dan 3 anak kecil, makan bersama dengan lauk yang lumayan menggiurkan, cuma habis sekitar IDR 350k. That was IDR 35k/person. Murah yah ternyata.

Dinner at Bandar Jakarta

Hari minggunya kami bangun pagi-pagi untuk sarapan di Hotel. I usually always love hotel breakfast. So many variety and the quality are often good. Tapi di hotel Mercure ini menu sarapannya kurang menggiurkan. Macamnya sih ada banyak, tapi dari segi kualitas rasa, biasa banget. That’s a huge turn off for me😦

Setelah sarapan, Reza dan Mas Reno menemani anak-anak berenang di kolam renang hotel. Lumayan, mereka punya slide yang lumayan seru untuk anak-anak. Saya memutuskan untuk take another nap di kamar. Sebagian besar hari itu kami habiskan di hotel sampai waktunya check out. Iky, anak bungsu Yudith sempat histeris terkunci di lift hotel saat kami semua sibuk bersiap check out. Saya sempat bengong saat mendengar suara tangis histeris anak-anak di dalam lift, yang ternyata malah keponakan sendiri mwahahaha.. But it didn’t take long when finally the door opened again. Iky langsung kapok, seharian itu dia nggak melepaskan gandengan tangan ibunya sekalipun. Setelah check out kami kembali ke Bandar Jakarta untuk makan siang. Ternyata suasana Bandar Jakarta siang hari berbeda jauh dengan suasana malam sebelumnya. The music are Overly loud and not really comfortable. Belum lagi meja kami mendapat waiter yang kurang friendly. Malam sebelumnya waiter meja kami memberikan banyak rekomendasi seafood enak dan murah. Siang itu, si waiter malah memberikan rekomendasi seafood-seafood mahal. Akhirnya makan siang kali itu menghabiskan biaya dua kali lipat sebelumnya. Pelajaran untuk yang mau mampir ke Bandar Jakarta, waspada sama waiter yang suka iming-iming seafood mahal. Menurut saya, chef di Bandar Jakarta sudah oke punya untuk mengolah semua jenis seafood. So, be smart choosing the variety of fish or shrimp. Otherwise you might pay way too much that you actually have to.

Sejak dulu, diam-diam saya selalu memimpikan mendapatkan pasangan yang dekat dengan keluarga. A family man, they often called it. Dan Reza adalah family man sejati, Alhamdulillah hubungan saya dengan semua anggota keluarga Reza juga sangat baik. Liburan kemarin adalah salah satu harapan saya yang menjadi kenyataan. I always love a family vacation, and for next year hopefully we will have lots of it. Akan lebih seru lagi, karena saat itu kami sudah menggendong anak pertama kami. Amin yaa Rabb.

Allah, please take care of my little family. Give us a healthy and happy life, until the end. Amin.

Bee

2 thoughts on “Family Vacation (Mercure Hotel)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s