[Resto Review] Warung Jepang Samurai

Sebenarnya tempat ini masih belum pantas disebut resto. Banyak orang menyebutnya dengan warung makanan Jepang saja. Letaknya tepat di seberang gerbang kompleks tempat tinggal saya, dan tempat ini sudah menjadi langganan tetap keluarga saya kalau seisi rumah lagi pada males masak semuašŸ˜€

Suasana Warung

Seperti yang saya tulis di judul, warung masakan Jepang ini diberi nama Samurai. Di atas adalah suasana warung dari tempat saya duduk beberapa hari yang lalu, saat mengajak keluarga yang berkunjung dari Solo untuk makan malam di sana. As you can see, tempatnya belum begitu berkompeten untuk diberi gelar restoran, but cozy enough to eat with you big family.

The open kitchen

Tepat di belakang pengamen dari foto pertama, adalah open kitchen dari warung ini. Ini baru namanya open kitchen, kita benar-benar bisa merasakan panas dari kompor yang mereka pakai hehehehešŸ˜€ Dulu sekali waktu saya baru-baru mengenal warung ini, saya sempat datang ketika warungnya masih baru banget mau buka (sekitar jam 4 sore). Pegawainya masih sibuk mempersiapkan ini itu, termasuk kuah teriyaki yang rasanya lain dari yang lain. Saya sebenarnya ingin sekali mengambil foto adonan kuah yang masih mereka masak di sebuah wajan super besar itu. Tapi nggak enak sama pegawainya, kayaknya itu secret recipe mereka. Saya berusahan untuk mengingat-ingat kembali bumbu apa saja yang bisa saya lihat di wajan itu. Tapi sampai sekarang saya masih saja lupa. They really take this sauce seriously. Banyak banget herb yang mereka pakai di sana. Menurut informasi dari mereka sih, saus ini biasanya dibuat 4 hari sekali, dengan jumlah yang sama. Dan selama 4 hari tersebut sausnya dipanaskan setiap hari hingga rasanya jadi lebih Ā special.

Untuk makan malam kemarin, saya dan suami memesan menu di atas ini. Chicken katsu untuk saya (IDR 17k), beef teriyaki untuk suami (IDR 14.5K), Salad (IDR 5.5K), nasi putih untuk saya dan suami (@ IDR 2k), minumnya kami sama-sama memesan teh manis hangat (@ IDR 2k). Percaya atau tidak, untuk salad tambahan, yang memesan adalah suami saya. Vegetables is his worst nightmare, tapi di resto ini dia makan semua saladnya dan bahkan memesan satu porsi lagi (meskipun akhirnya nggak dimakan di sana sih).

Chicken katsu di resto ini adalah daging bagian paha ayam yang dipotong bite size dan digoreng dengan tepung tempura. Dilengkapi juga dengan saus celup yang beraroma jahe. Kalau kamu nggak terlalu suka jahe, jangan lupa minta saus celupnya yang tanpa jahe. Beef teriyakinya, seperti terlihat di gambar adalah potongan daging sapi yang disiram saus teriyaki buatan mereka sendiri. Kedua menu tersebut dilengkapi juga dengan salad. Saladnya sendiri adalah irisan kol (lots of it), wortel, dan lettuce yang disiram dengan mayonaise racikan mereka sendiri juga. Sayangnya warung ini nggak menyediakan paket-paket tertentu. Semua makanan dijual terpisah, termasuk nasi putihnya. Minumannya juga nggak terlalu special, ya teh manis biasašŸ™‚

Bagi kamu yang tinggal di daerah Depok Dua Tengah atau dekat jalan Raden Saleh, boleh banget mampir ke resto ini. I swear i did not know the owner so they didn’t pay me anything for this review. I just want to share a good place to eat and the price is so reasonable. Andai saja ada tempat makan semacam ini di margo city (hahaha.. ngayal).

Warung Jepang Samurai

Jl. Tole Iskandar

(Seberang Gema Pesona Estate)

-Bee-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s