Egois…

3 hal mengangkat derajat perempuan: Pengorbanan, kesetiaan, keutamaan. 3 hal menjatuhkannya: cinta dunia, egois, suka mengatur (suami).

Pagi ini saya mendapat bbm ini dari Reza, yah tepat di hari ulang tahun saya. Hari di mana saya ‘terlalu berharap’ menjadi hari yang istimewa. Pada kenyataannya bahkan orang yang melahirkan saya ke dunia ini 28 tahun yang lalu -pun lupa akan hari ini. Dan yes, Reza juga sama. Jadi bbm di atas dikirim bukan karena kebetulan ini hari ulang tahun saya, bukan juga karena ia ingin mencoba ucapan yang lain dari biasanya. Tapi murni untuk pengingat bagi saya.

Pagi ini saya terbangun (surprisingly) dengan langsung teringat kalau hari ini saya berulang tahun. Biasanya harus ada orang yang mengucapkan selamat terlebih dahulu, baru ingat. Saya aktifkan blackberry dan melihat sederetan notifikasi e mail, bbm dan twitter. VIVA! forum praktis menjadi orang (atau media) pertama yang mengucapkan kata selamat pada saya. Lalu menyusul Rahne, Abdi, (dan) atau mungkin Jia yang ternyata mengirim ucapan via sms (agak susah menangkap sinyal axis dari kamar saya, jadi sms biasanya nggak akan masuk sampai saya keluar rumah terlebih dahulu :D). Lalu berbondong-bondonglah teman-teman lainnya mengucapkan lewat media-media di atas tadi. Tapi, yang paling ditunggu nggak juga memberikan tanda-tanda akan muncul. Entah kenapa saya merasa sangat sedih. Saya nggak berhenti menangis siang tadi. Sambil melanjutkan pembuatan soal UAS untuk siswa, air mata saya nggak berhenti mengalir. Dan ya, saya merasa sangat konyol.

Lupa adalah hal yang biasa, dan saya tahu Reza hanya lupa saja. Dia nggak sengaja melakukannya. Sama seperti ande yang juga baru ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahun saya setelah diingatkan. Setelahnya, tentu saja saya dihujani banyak doa, usapan di kepala dan satu kecupan di pipi. Seperti yang selalu saya inginkan datang dari ande. Tapi entah kenapa pagi ini hati saya diliputi rasa yang terlalu mellow. Saya sedih berlebihan. Sampai saat sore harinya saya menelfon Reza, dan saat dia mengaku kalau benar-benar lupa, saya menangis seperti anak kecil. Lalu percakapan ini terjadi..

Saya: Aku nggak tau ada apa, tapi aku nggak bisa berhenti nangis dari tadi. Mungkin karena aku capek, belakangan aku nggak pernah benar-benar liburan. Bahkan waktu kamu pulang ke sini, kita sibuk ngurusin katering sama fitting baju. Kayaknya sejak pulang dari Cina kemarin aku nggak pernah keluar rumah cuma untuk jalan-jalan aja. Ada aja yang dikerjain, nyiapin wordisme, kegiatan hermesian, dan lainnya. Dan untuk hari ini, aku berharap terlalu tinggi, untuk bisa sama kamu. Aku kesepian, dan kamu jauh banget.

Lalu setelahnya saya mewek lagi kayak anak kecil, Reza diam sesaat truss menjawab.

Reza: Truss menurut kamu, kegiatan aku sehari-hari gimana?

Saya langsung diam, rasa malu langsung menyeruak. Rasanya baru kemarin saya baca tulisan Yasmin tentang rasa bosan yang menderanya setelah memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. Membaca bagaimana dia mencurahkan semua rasa bosannya itu pada suaminya, dan suaminya menjawab dengan bercerita tentang kegiatannya sehari-hari sebagai pegawai negeri.  Sekarang malah terjadi pada saya.

Reza, di Jambi sana. Di sebuah daerah yang jauh dari perkotaan, bangun setiap harinya jam 6 pagi untuk apel pagi bersama teman-teman satu tim-nya, merencanakan kegiatan hari itu. Lalu seharian (biasanya sampai jam 5 sore) dia akan berada di lapangan untuk memantau jalannya proyek perusahaan. Sepulangnya dari sana, ia hanya punya waktu dua jam untuk beristirahat di mess untuk kemudian kembali ke basecamp untuk meng-update progres hari itu dan meeting tim untuk perencanaan esok hari. Dan semua itu bisa berlangsung sampai jam 3 pagi, baru kemudian tidur. Keesokan paginya kembali bangun pukul 6 dan melakukan hal yang sama. Setiap hari, tanpa mengenal weekend. Semua itu dia lakukan demi ingin membuktikan bahwa dia layak menikah dengan saya. Lalu, saya malah menangis merajuk seperti anak kecil hanya karena ia lupa ulang tahun saya?

Yes indeed you are being riddicolous, Asiah!😦

Tentu saja dia marah saat tahu kalau hari sabtu yang lalu saya malah punya niatan untuk menghabiskan weekend dengan tanpa mengingat keberadaannya. Dengan melupakan bahwa ada dia di seberang sana, berjuang untuk saya (dan Insya Allah anak-anak kami nanti).

Maafkan aku Reza Ihsanku, aku nggak mau jadi wanita yang terjatuh karena 3 hal itu. Semoga Allah memaafkan keegoisanku ini.

Ps: I love you

Bee

6 thoughts on “Egois…

  1. selamat ulang tahun, asiah.
    lupa akan tgl lahir adalah hal yg biasa kok, percaya deh, reza pasti nggak akan lupa sama siapa dia bakal menikah dan menghabiskan masa depan.😉

  2. 🙂
    Well, akuilah perempuan emang suka berlebihan. begitu juga aku😀
    Endingnya kita yg malu sendiri. Mari menjadi perempuan yang tidak biasanya perempuan siah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s