Happy Teachers Day

Kreatif dan bertalenta, itulah yang membuat siswa mengagumimu Bu Asiah. Happy Teacher Day🙂

I got that little note attached in a kit kat bar the other day. Ya, sesuai dengan yang kita ketahui bersama, hari Jum’at yang lalu adalah hari guru Nasional, here in Indonesia. My school of course celebrate it also.

Seperti biasanya, hari Jum’at saya baru datang ke sekolah pada pukul 10 siang. Tapi sudah sejak pagi-pagi sekali saya mendapat ucapan selamat hari guru dari teman-teman via twitter. It feels like a birthday to me, but yet the day is still a week away *ehem, reminder please*😀 Sesampai di ruang guru saya langsung disambut oleh teman-teman guru lainnya yang mengucapkan selamat hari guru pada saya, tentu saya menyambut mereka dengan senyum dan ucapan yang sama. Tak lama setelah itu, salah satu orang tua murid memberi saya sebuah mug kaca yang ditempeli sticker Komite Sekolah. That was the first present for that day.

Para orang tua murid mengenakan seragam sekolah anak-anak mereka saat itu, lalu membuat poster-poster dengan kalimat yang lucu. But that’s not all, setelah jam sekolah siswa berakhir, masih ada acara lagi untuk kami.

Setiap hari Jum’at memang selalu diadakan sharing seluruh guru dengan pihak yayasan. Waktunya bisa sampai lewat pukul empat, saya biasanya kabur tepat pukul empat haha😛 Tapi kemarin i manage to stay until almost maghrib. Kalau Aaz nggak nelfon minta saya cepat pulang, i think i’ll stay until the show is over. Pasalnya ada persembahan khusus untuk kami (para guru) dari Yayasan, orang tua murid, dan siswa.

Acara dibuka dengan persembahan dari orang tua murid yang menyanyikan lagu (well i don’t know the title😛 ), itu loh yang liriknya “Terpujilah wahai engkau, ibu bapak guru” … If you know the title, please do tell me😀 Then dilanjutkan dengan persembahan dari salah satu siswa grade 9 yang menyanyikan lagu You Raise Me Up nya Josh Groban. I actually felt a little bit worried when she said she will sing that song, considering the song is not that easy😛 but she manage to sing it very well. I think i might wanna ask her to sing that song again on my wedding😀

Lovely note from students

Lalu acara dilanjutkan dengan persembahan dari tim Choir yang menyanyikan dua lagu untuk kami. Lagu pertama belum pernah saya dengar sebelumnya, i think it’s an old song, but the lyric and the rythm are very good. Setelah lagu ini mereka menyanyikan “I Can’t Smile Without You”nya Barry Manillow. Di pertengahan lagu tiba-tiba saja para personil Choir itu berhamburan menghampiri kami sambil membagikan kartu-kartu berwarna hitam dengan dua permen eclair dijepit di salah satu sudutnya. Saya mendapat kartu yang bertuliskan:

Dirimu membukakan jendela hatiku ke dunia luar yang luas. Terimakasih guru.

Aww.. how lovely ♥. I almost cried when i see those little eyes smiling at us. Anak-anak ini, seharusnya mereka sudah ada di rumah beristirahat dan memulai akhir pekan mereka. Tapi hari itu, mereka masih ada di sana, membagikan kami kartu-kartu dengan kalimat cinta, tersenyum lebar. They really thanked us for being their teacher. Dan rasa capek rasanya berkurang buanyak banget. Mungkin ini yang akan saya rasakan nanti yah, ketika capek pulang kantor dan disambut anak-anak di rumah. Ah.. indah :) Persembahan terakhir siswa hari itu adalah dari tim string (biola) yang memainkan dua buah lagu untuk kami. Saya sudah lupa lagu apa saja yang mereka mainkan. Blackberry saya terlanjur lowbat, jadi nggak bisa mengabadikannya dalam bentuk video.

Setelah seabreg persembahan itu, kami juga dihujani dengan hadiah-hadiah. Jadi beberapa hari sebelumnya sempat diadakan lomba choir guru dan karyawan, saya sebenarnya diajak Bu Alam untuk ikut dengan grup mereka. Tapi di hari perlombaannya saya nggak bisa tinggal lebih lama karena harus pergi fitting baju bersama Reza. It’s too bad, because the price is a shopping voucher at Centro for Rp. 300.000 purchase. That’s not a small amount. I can buy new shoes with it hehehe..😀 ya sudahlah, bukan rezeki saya.

Di akhir acara, para orang tua murid menjamu kami dengan makanan kecil dan semangkuk bakso. Sayangnya saya sudah harus pulang. Aaz terkunci di dalam rumah dan nggak bisa pulang karena kunci rumah dibawa bapak. Well, tak apa deh, persembahan dari siswa tadi sudah cukup bagi saya.

May i say i work in heaven, because i see little angels everyday ♥

Bee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s