Quality Time at Brussel Spring

There’s nothing as beautiful as the feeling of love from your family. Being around them is always warm.

Rasanya udah lama banget nggak jalan-jalan bareng keluarga. Entah sejak kapan rasanya rekreasi jadi barang yang mahal banget dikeluarga saya. It sounds so sad, and being part of it is even worse. So, kemarin waktu nganterin ande ke rumah Reza untuk therapy Mama Yvonne, sekalian saja saya ajak Nisah. Sepulang dari sana saya ajak mereka makan Belgian Waffel with Gellato di Brussel Sring – Epicentrum Walk.

Berkali-kali saya lihat seorang teman di Bandung checking in di tempat makan ini via Foursquare. Akhirnya karena penasaran saya googling aja, and i was stunned by it’s waffels. Air liur langsung aja berkumpul di sekitar mulut. Selidik punya selidik ternyata Brussel Spring juga ada di Epicentrum Walk, itu kan deket banget dari rumahnya Reza, nggak pikir dua kali dong, langsung aja ajak Ande dan Nisah ke sini.

Pertama kali saya menjejakkan kaki di Epicentrum Walk adalah satu tahun yang lalu, it was my first date with Reza. The agenda was eating in Pizza Hut (Pasar Festival) and then watching movie in this biggest theather in town. Waktu itu lagi happening banget tuh XXI di sana. Tapi setelah masuk ke theater nya, kayaknya sama aja deh kayak theater terbesar di Blitz Megaplex Grand Indonesia.

Epicentrum Walk saat itu masih kosong, nggak banyak tempat makan tersedia di sana. Tapi sekarang humm.. this place could be really nice to hang out. Especially this Brussel Spring. Tempatnya cozy banget dan interiornya nggak membosankan. Desainer ruangnya pinter banget dengan memberikan sentuhan-sentuhan yang nggak sama di setiap corner nya. Di bagian depan ada beberapa miniatur birthday cake yang definitely will make children screaming to have it on their next birthday (and it happened yesterday). Ada anak kecil aja gitu yang mewek-mewek sama Mommy nya minta kue Mr. Bean untuk pesta ulang tahunnya. Untung aja si Nisah udah nggak umurnya lagi mewek-mewek begitu, bisa mumet si Ande kalo Nisah juga pengen kue itu hahaha..😀

Karena sudah makan siang di rumah Reza, akhirnya kami memesan dua waffel with Gellato yang dimakan bertiga😀 Yang menarik adalah saat saya memilih Gellato untuk waffel nya. Mas mas nya langsung menjelaskan beberapa Gellato yang mengandung alkohol, mungkin karena lihat jilbab saya. I feel so secure. Jarang-jarang lho ada yang begitu jujurnya mengungkap kalo produk jualannya itu mungkin nggak halal, nggak peduli deh pembelinya Muslim atau bukan. Saya pilih Choco Mint Gellato dan Nisah pilih Mocca with (something, saya lupa)😛

The taste is great.. Waffelnya garing dan enak. Biasanya adonan waffel atau pancake itu suka ada asem-asemnya sedikit dan saya nggak suka, ternyata di sini nggak begitu. Gellato nya juga nggak bikin eneg buat saya. Nisah bilang sih dia nggak terlalu suka, tapi abis tuh sendiri, dasar😛. My mom, yaaah.. bilangnya sih enak-enak aja. She eats almost everything though..

What fun about that day was a quality time. Biasanya jarang banget saya, ande, dan Nisah ngobrol-ngobrol santai sambil makan yang manis-manis kayak gitu. Apalagi sebelumnya kami juga habis ngobrol-ngobrol banyak juga sama Mama nya Reza. It was a perfect day.

Membaca buku menu nya sih Brussel Spring menawarkan banyak. Ada steak, soups, bahkan sampai masakan khas Indonesia kayak nasi timbel. Ada juga special tea in a pot yang membuat saya mengernyit bingung. Itu bunga apaan ya kok gede banget? Next visit i will definitely order that tea😀

Bee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s