Bike For Fun

Cycling indeed really fuuuunnn!!!

Sebenarnya bersepeda sudah menjadi bahan pembicaraan cukup hangat belakangan ini. Bukan hanya di antara teman-teman twitter tapi juga teman-teman guru. Rahne setelah dipinjamkan sepeda oleh cyclor -sebuah komunitas sepeda yang meminjamkan sepeda kepada para pekerja yang nge-kost- jadi betul-betul beli sepeda dan menjadikannya sarana transportasi utama ke kantor. Rahne memberi nama SADIE untuk sepeda barunya itu.  Nggak jarang weekend nya juga berisi perjalanan ke berbagai tempat dengan mengendarai sepeda. Weekend kemarin dia bersepeda ke Tidung. Melihat foto-fotonya, semacam seruuu banget dan pastinya nggak makan biaya banyak, karena biaya bensin sama makan bisa dijadikan satu hehehe..😀

Beberapa minggu yang lalu, ruang guru di sekolah mendadak jadi rusuuuuh sekali. Beberapa orang guru heboh bercerita tentang pengalaman mereka bersepeda dari Depok Timur menuju monas, pulang-balik. Yang satu kulitnya terlihat gosong terbakar matahari, yang satu cuma mesem-mesem saja mendengar teman-temannya heboh bercerita, dan yang lainnya terus mengeluh bokong-nya pegal-pegal. Saya cuma bengong saja dengarnya, mencoba mencerna jarak antara Depok Timur – Monas – Depok Timur yang bagi logika saya terdengar seperti Indonesia – Zimbabwe – Indonesia. Itu kan jauh bangeeettt.. Tapi melihat keceriaan di wajah mereka tentu terbesit rasa penasaran di benak saya, sebegitu menyenangkannya-kah bersepeda itu?

Akhirnya weekend kemarin, saat saya mulai merasa bosan menghabiskan akhir pekan di rumah saja, dan Kiki mengajak Reza untuk bersepeda di Car Free Day, langsung saja saya bilang mau ikut. Reza sempat suangat meragukan kemampuan saya bersepeda dari rumahnya menuju Jalan Sudirman, tapi saya sendiri nggak pernah merasa ragu. Sempat berubah-ubah pikiran memutuskan bagaimana caranya biar saya nggak perlu bersepeda dari Rasamala, sampai Reza sempat bengong lamaaaa sekali memikirkan hal ini. Saya tetap keukeuh ingin bersepeda.

The road is ours😉

Maka di hari minggu kemarin berangkat sangat pagilah saya dari rumah menuju Rasamala, lalu bersiap-siap gowes menuju monas. Reza masih konsisten meragukan kemampuan saya. Akhirnya, meminjam sepeda lipat Mama Yvone (Reza’s mom) kami gowes menuju Monas. Rute (berangkat) nya: Rasamala – Casablanca – Bunderan HI – Monas. Bohong banget kalau saya bilang nggak capek sama sekali, gila aja.. lha wong bending sepuluh kali aja saya udah ngos2an hehehe..😀 Saya merasa sangat menikmati perjalanan itu, walaupun sepertinya wajah saya gosong sebelah (kanan saja) tapi sudahlah, pengalaman pertama bersepeda itu menyenangkan banget.

Sampai Monas kami hanya duduk-duduk saja. Bertemu dengan Kiki, Derry, Angga, dan Ikal. Setelah itu makan soto langganan Ikal di Jalan Sabang, bertemu dengan Wulan. Then, saya yang memang nggak begitu suka menetap di satu tempat dalam waktu lama tanpa melakukan apapun akhirnya mewek untuk pulang. Kami berpisah dengan Ikal dan Wulan di sana, berpisah dengan Kiki, Derry, dan Angga di Landmark, lalu saya dan Reza lanjut ke Ambassador. Reza mau membeli Hands Free untuk blackberry nya. Setelah itu gowes lagi pulang. Rute pulangnya: Monas-Sudirman-Ambassador-Kuningan-Rasamala.

Menurut Endomondo-nya Reza, total jarak perjalanan gowes kami hari itu sampai 20 km. Whoaaaa… i’m so proud of my self😀 Bapak kemarin bilang mau memperbaiki sepeda kami. Kalau begitu Bike To Work sudah di depan mata. Yippity Yeaaayyy…😀

Have a nice day everybody,

Kring kring😉

-Bee-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s