Taare Zameen Par [every child is special]

OMG!! this movie is (almost) perfect. It cost my tears from the very begining until the very end.

Saya nggak pernah begitu menyukai film India sebelumnya, bahkan 3 idiots yang begitu banyak dibicarakan beberapa saat yang lalu saja nggak membuat saya ingin mengajak semua orang untuk ikut menontonnya. Tapi yang satu ini, saya benar-benar menganjurkan semua orang menontonnya. Bahkan tadi pagi di ruang guru, saat sarapan bersama, saya nggak berhenti mempromosikan film ini. Membuat seisi ruangan penasaran, or at least that what they picture on their face😀

Here goes the review..

Taare Zameen Par (Every Child Is Special)

Cast: Aamir Khan, Darsheel Safary, Tisca Chopra, Vipin Sharma, Sachet Engineer, Tanay Chheda.

Director: Aamir Khan

Sceenwriter: Amole Gupte

"you know one name i didn't mention before, Ishaan? It's me..." -Nikumbh-

Ishaan Awasthi adalah bungsu dari dua bersaudara. Kakak laki-lakinya, Yohaan Awasthi adalah seorang murid berprestasi di sekolah. Setiap hal yang dijalaninya berakhir dengan prestasi. Namun tidak dengan Ishaan, ia bahkan harus mengulang tahun ketiganya, karena nilai semua pelajaran yang ia raih tak pernah melebihi angka tiga. Semua guru meyakini bahwa Ishaan adalah anak yang nakal, malas, dan tidak peduli dengan pelajaran. Ditambah lagi dengan tingkah lakunya yang sering kali membuat semua orang naik pitam. Ishaan suka memukuli tetangganya, ia suka membolos, dan sering berbohong. Ayahnya yang memang punya harapan cukup tinggi terhadap anak-anaknya berulang kali hampir kehilangan kesabaran menghadapi komplain tetangga dan guru-guru Ishaan. Hampir tak ada yang melihat kelebihan yang tersimpan di balik sikap ‘special’nya itu.

Suatu waktu, kepala sekolah memanggil kedua orang tua Ishaan untuk menyampaikan ketidak-sanggupan sekolah untuk terus mendidik Ishaan. Ayah Ishaan sangat terpukul saat kepala sekolah menyampaikan bahwa Ishaan tak akan lagi diterima di sekolah tersebut di tahun berikutnya. Dalam keputus asa-annya, ayah Ishaan menelfon sebuah boarding school untuk mendaftarkan Ishaan di sana. Pendek cerita akhirnya mereka menitipkan Ishaan ke boarding school itu. Ishaan terus menyalahkan dirinya sendiri atas keputusan ayahnya itu, ia merasa terbuang dan tak lagi diterima di keluarganya. Perlahan Ishaan menarik dirinya dari kehidupan. Ia tak lagi ceria, setiap hari dihabiskannya dalam diam.

Saya benar-benar salut pada Aamir Khan yang bisa menggambarkan apa yang selama ini hanya ada dalam benak saya ke dalam rangkaian adegan yang begitu indah. Salah satu alasan saya malas menonton film India adalah adegan menyanyi dan menari. Tapi pada film ini saya benar-benar menyimak semuanya, karena bahkan lagu yang didendangkan sepanjang film ini mampu membuat tangis saya tak berhenti terurai. Lirik dan iramanya melengkapi adegan. Tak ada yang tak sesuai.

Beberapa adegan dalam film ini terasa akrab sekali dengan keseharian saya. Ishaan merupakan salah satu anak dengan kebutuhan khusus. Di sekolah, saya juga menghadapi beberapa siswa yang ‘berbeda’. Tak semua anak dapat begitu saja terlihat ‘perbedaan’nya. Namun dengan pendekatan tertentu pada akhirnya dapat diketahui kalau ada yang lain pada anak tersebut. Namun tak semua orang tua dapat menerima hal ini. Kebanyakan dari mereka betul-betul memaksakan anak itu untuk terus belajar, belajar dan belajar, mengejar ketertinggalannya. Padahal bukan itu yang mereka butuhkan, bukan karena malas belajar maka anak tersebut sulit mengikuti pembelajaran. Ada masalah lain yang lebih besar di balik semua itu. Dan hal itulah yang seharusnya terlebih dahulu dibenahi.

Saya sedih sekali saat ayah Ishaan berkata ia tak dapat membayangkan bagaimana Ishaan menjalani masa depannya, ia tak bisa membayangkan persaingan yang harus dihadapi anak itu. Menyekolahkannya ke Boarding School adalah harapan terakhirnya, karena di tempat itu ia akan ditempa dengan disiplin yang ketat. Ia berharap Ishaan akan dapat belajar lebih baik lagi. Ia tak sadar, bahwa keputusannya itu akan membawa Ishaan pada kondisi terburuknya.

Film ini mengajarkan kita untuk lebih terbuka pada kehidupan. Bahwa masa depan tak hanya ditentukan pada berapa nilai matematika-mu di sekolah dulu. Bahwa sekolah tak seharusnya menjadi tempat yang menyeramkan dan belajar bukanlah kegiatan yang menakutkan. Menyayangi anak, tidaklah cukup dengan memberikan mereka kehidupan yang layak, tak cukup dengan hanya mengetahui apa masalah yang mereka hadapi tapi juga ikut mendampingi mereka melewatkannya.

Menyayangi adalah saat kamu memeluk anakmu dan mampu membuatnya berfikir bahwa apapun yang terjadi di hidupnya, ayah dan ibunya akan selalu ada untuk mendukungnya.

This movie really worth your time to watch, whoever you are, whatever your age is. Please do watch it🙂

Bee

One thought on “Taare Zameen Par [every child is special]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s