Kaleidoskop 2010 (#1)

Yah well, hidup kan nggak melulu tentang cinta yaaa… dan menjelang akhir tahun ini nggak ada salahnya kembali mengintip apa yang sudah terjadi di hampir 12 bulan ke belakang. Semoga bisa jadi sarana mempermudah introspeksi diri untuk saya😉

Launching Adriana

 

With All Hermesian

Yak… prestasi awal tahun dimulai dengan diluncurkannya buku Adriana: Labirin Cinta di Kilometer Nol yang sudah sejak pertengahan tahun 2009 saya perjuangkan di LPPH. Saya sudah pernah menuliskan proses pengerjaannya di beberapa postingan. I also wrote it on facebook. Rasanya senaaang sekali akhirnya bisa membukukan cerita itu. Dari proses terciptanya cerita Adriana ini pula, saya mendapat sahabat-sahabat baru yang beragam dan luar biasa kreatif. Kami menyebut diri kami HERMESIAN.

 

Buy my first blackberry

 

my very first blackberry

Huahahaha… kurang penting apa coba nih yang beginian ditaro di sini😀 Yup, akhirnya setelah menimbang-nimbang dan berpikir-pikir sekian lama, blackberry pun sampai di tangan. Rasanya memang menyebalkan ya, di mana saya sering ketinggalan berita karena teman-teman saya lebih suka membahas sesuatu di bbm groups dibandingkan sms atau bahkan facebook (kalo sekarang kayaknya lebih suka bahas di twitter). Sebel banget saat suatu hari saya hampir ketinggalan acara reuni teman-teman kampus karena mereka janjiannya via bbm. Meeehhh… nggak semua orang punya blackberry oy.. Ya tapi akhirnya saya putuskan untuk beli juga toh. Dan karena blackberry ini pula, proses pedekate sama Reza berjalan super lancar mwehehehe..😀

*the sad thing is.. by the time this post launched, my first blackberry happen to be broken. It appears offline permanently starting yesterday. So.. i’m using my old nokia E71 again, and i lost so many contacts. Meh..😦

Own my first netbook

My first netbook

 

Along come with the blackberry, there is my own personal netbook. Sebenernya yang muncul duluan netbooknya sih. Kenapa barang ini begitu penting? karena saya mendapatkannya dari Azizah yang dengan baik hati menghibur saya yang agak sedikit sedih dari fakta di mana saya tetap single saat dia sudah menemukan pangerannya. Dan benda kecil ini praktis menjadi teman saya setiap hari. Efektif banget buat dibawa ke manapun, pakai tas kecil pun orang-orang nggak akan tau kalau saya bawa laptop hehe..😀 And of course this gadget really helpfull for the working.

Azizah’s Wedding

 

Mush'ab, Imam, Jijah, Me

Inilah dia moment paling bersejarah di keluarga saya setelah kelahiran Annisah Dz Dz (adik bungsu saya) di tahun 1998 lalu. Ande dan bapak untuk pertama kalinya melepas anak gadis mereka untuk orang lain. Keunikan yang agak menyebalkan terjadi di sesi pengajian yang ande selenggarakan menjelang pernikahan Jijah, mengundang kelompok mengaji dan murobi mereka. Saya yang saat itu sudah resign dari kantor, berkesempatan untuk ikut acara tersebut. Dari 100% acara, saya rasa 80% nya habis dengan membahas bagaimana saya begitu sabarnya meng-ikhlaskan Azizah mendahului saya menikah. Hadeeehhh… banjir air mata deh hari itu. Jujur saya nggak merasa terganggu sama sekali dengan pembahasan mereka itu (mengingat saya sering sekali kesal dengan pertanyaan “kapan nikah”). Saya malah merasa sangat terbantu dengan semua petuah Mbak Sita (Murobi ande, dkk). Dan saya percaya, berkat doa mereka jugalah pada akhirnya nggak lama kemudian saya menemukan seseorang. Alhamdulillah🙂

In a Relationship Status

The lovely stranger😛

Nah, nggak lama setelah pernikahan Jijah, saya didekati oleh orang aneh ini. Begitu anehnya sehingga membuat saya jatuh hati (jiaaahhhh merinding bulu kudukku mwahahaha..) Akhirnya di bulan Juni kami membuat satu komitmen. Berubahlah itu relationship status di facebook. Sudah lebih dari setengah tahun saya dan dia resmi bersama. Rasanya banyaaak banget hal yang masih harus terus dipahami satu sama lain (tentang satu sama lain). Semoga Allah memberi kami pintu kemudahan menuju jalan ridho-Nya. Saya nggak pernah menyangka, kalau beribadah bisa menjadi sangat sulit. Kata ande baru-baru ini, kebenaran itu memang perlu perjuangan. Dan Allah akan selalu menguji hamba-Nya untuk bisa belajar dan terus berusaha. Yah, Bismillah saja, semoga Allah memberi kemudahan🙂

Getting a New Job

 

Teaching wardrobe, is batik😀

Jadi guru lagiiiiii… Akhirnya setelah menimbang-nimbang karier apa yang ingin saya jalani setelah nekat jobless itu, saya kembali pada profesi lama saya. Menjadi guru. Awalnya sempat tergoda untuk kembali kerja di penerbitan, truss coba-coba melamar ke radio jadi penyiar, truss sempat dipanggil wawancara di sebuah sekolah di Cilandak. Akhirnya atas pertimbangan lokasi yang tinggal joget india langsung sampe tempat kerja, saya memutuskan untuk kembali mengajar di SIF Al Fikri. Mata pelajaran yang saya ambil ya tentu saja bahasa Cina. Sempat ditawari untuk mengajar PPKN juga demi memenuhi syarat menjadi pegawai full time, saya langsung menolak. Mengerikan… boro-boro mengajar PPKN, lha wong sebagai pelajar saja saya paling males kalau disuruh belajar PPKN hahaha..😀 Tapi ternyata menjadi pengajar semi full time sangat menyenangkan. Saya jadi nggak perlu berlama-lama di sekolah. Jam satu siang saya sudah bisa pulang dan mengerjakan hal lain lagi. Jadi punya banyak waktu untuk masak-masak deeh hehehe..😀

Jadi guru itu menyenangkan banget. Setiap hari adaaa aja tingkah murid yang bikin kita geleng-geleng kepala. Apalagi sekolah tempat saya mengajar adalah sekolah inklusi (menerima siswa dengan kondisi apapun). Ada beberapa siswa yang berkebutuhan khusus, kadang tingkah mereka bikin saya dan teman-teman guru kewalahan. Tapi nggak jarang juga bikin ketawa dan jadi ngangenin kalo lagi liburan begini😀

Ditambah lagi suasana kerja yang menyenangkan. Ibu Alam sebagai kepala sekolah merangkap koordinator guru bisaaa banget memimpin semua guru yang kadang juga bertingkat selayaknya anak berkebutuhan khusus ini dengan sabar dan penuh senyuman. Hahahaa.. jadi inget suasana rapat mingguan. Permainan tebak siswa adalah permainan favourite kami. Caranya adalah salah satu dari kita berakting meniru tingkah salah satu siswa, lalu yang lain menebak guru tersebut sedang berakting jadi siapa. Dan guess who invented this play?? MEEE..😛

Getting a New Blog

 

Setelah sekian lama bercuap-cuap di multiply, saya akhirnya berpindah ke wordpress. Pertimbangannya, err.. ya banyak sih. Salah satunya adalah comment box di wordpress ini bisa diisi oleh siapa saja (bahkan non wordpress user). Walaupun nggak banyak juga sih yang mengisi comment hehe..😀 Berkurang drastisnya comment mungkin juga diakibatnya dari berkurang drastisnya pembaca. Tapi nggak apalah, toh jurnal ini bukan saya buat semata-mata hanya untuk dibaca. Saya hanya ingin mengabadikan perjalanan hidup saya lewat tulisan, tsaaahhh… Blog ini juga untuk keturunan saya nanti. Semoga mereka bisa belajar dari pengalaman hidup saya yang belakangan berisi masak dan makan ini, hahahaha..😀

-to be continued...

-bee-

 

2 thoughts on “Kaleidoskop 2010 (#1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s