The so called (ex)boyfriend

Asyeeem bener ini si MELODY MUCHRANSYAH tweeting ultah mantan pake bilang kagak bakal mau sama bekas saya pulak😛😛😛 (kesannya barang loakan banget yak, ‘bekas’ :P). Oke, here’s the story…

Pagi ini saya buka facebook dan tadaaaa… di sanalah nama Parjono –bukan nama sebenarnya- (anjrit ngakak) si mantan yang pernah saya cintai dengan segenap jiwa remaja saya dinyatakan berulang tahun. Sebelumnya, selamat ulang tahun dulu kepada Parjono, semoga Tuhan memberkati, ahmeen.. *pose doa*. Lalu nggak lama sebelum saya menulis post ini, notification twitter saya muncul dan Melody mention saya:

Jd hari ini yg ulang taun adalah Rama (my uncle), @reinsuadamara (my cousin), and… errr… My ex? Hahaha… Toel @sittyasiah :p

Eww… saya langsung belagak pilon ngejawab:

happy birthday buat mantannya Melody *pura2 pilon*😛 RT: @MELmuchransyah: uncle, cousin and… errr… My ex? Hahaha… Toel @sittyasiah :p

Yang kemudian lanjut dibalas beberapa tweet termasuk ini sama Mel:

So, yes, me n @sittyasiah have the same ex. He was mine first, then I ‘gave’ him to Asiah. I would never take her leftover! ROTFLOL😀😀😀

Mwahahahaha… asem beneeer😛 But then again i remembered, hey the story didn’t  stop there. After the break up, we still close as a friend and i was there during his search to a perfect lady (of her own) well at least until i felt sick of his and his bestfriend’s attitude and DRAMA!!

Here goes the story..

The DISSAPPEARENCE

Sebelum putus, mantan saya ini menghilang dari peredaran selama hampir dua bulan. Dia nggak kasih saya kabar sama sekali dan yang paling membuat saya nggak habis pikir adalah selama dua bulan ini dia juga bolos kuliah. That time i thought, masa’ iya sih Cuma karena nggak mau ketemu sama saya (tapi cukup pengecut untuk bilang putus sama saya) dia sampai mengorbankan kuliahnya seperti itu. Sedih karena merasa dikhianati dan dibuang saya sampai menangis dan meratap di minggu-minggu awal. Saya bahkan berpenampilan tidak maksimal pada salah satu wawancara kerja that the interviewer said that i am less happy than i appear at my CV’s picture, I looked like an old lady who is really desperate. DAMN!!

The finally APPEAR(ing)

Dia muncul lagi di belantara Depok (dia tinggal di Bogor) setelah tahu kalau cewek gebetannya zaman dahulu (sebelum jadian sama saya, setelah putus sama Melody) which now happen to be an artist; Nabila Putri (anyone ring a bell?) yang baru lulus SMA di Cilacap (Jawa Tengah) akan meneruskan kuliahnya di UI, Depok. Syalalalala… sungguh sumringahnya dia dan TADAA.. muncullah kembali ke hadapan saya, MASIH belum bisa mutusin saya. Saya tungguuu tungguuu dan tuuuuunnngggguuuuu tetep aja si Parjono nggak punya nyali. Ujung-ujungnya saya yang telfon dia duluan dan paksa dia mengeluarkan kata-kata sakti itu. Tepat tanggal 17 Agustus 2008 single kembalilah saya. Ahoyy…

The After The Break

Selayaknya wanita setelah putus cinta dan sebagai wanita yang baru pertama kalinya putus cinta, saya kehilangan kepercayaan diri. Saya nggak bisa sendiri dan selalu mencari alasan untuk terus ada di dekat dia dan tahu semua perkembangan hidupnya, terutama perkembangan dia dan Puput. Ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan dan dengan gaya ‘ah gue nggak butuh Puput’ dia kembali menghilang. Kali ini nggak pernah lagi lama-lama kok, Cuma hitungan hari. Then he flirt another after another girl without a concrete result with me always wanted to know the whole story. My friends keep telling me to just forget about him, but i tell you my friend, when the time is right, i’ll know when enough is enough. And appearently that time come😉

The Enough is ENOUGH

So, selama dia menghilang saya tentu saja berusaha segala macam cara untuk mencarinya. Telfon sana sini, pergi ke kost-kost an sahabatnya, menunggu kalau saja dia muncul. Dan hal yang (surprisingly) paling terakhir saya lakukan adalah bicara dengan salah satu sahabatnya dari SMU which happen to be Puput’s cousin, and he is the one who always dissagree with our relationship. Dan nggak saya sangka sebelumnya, justru dialah yang kemudian membantu saya banyak. Dia yang selalu menenangkan saya kalau sudah mulai galau lagi ingat si Parjono, dia yang selalu bilang akan bantu saya dengan cara apapun untuk temuin Parjono dan bawa dia ke Depok lagi. Dia yang terus updating facebooknya dan mengirim message ke Parjono, pokoknya dia membantu saya banget.

Nggak lama setelah saya putus sama Parjono, si sepupu Puput -yang juga merupakan pacar sahabat saya- ini mulai suka sms aneh-aneh, makin aneh dan makin aneh sampai akhirnya nggak saya gubris sama sekali. Singkat kata tiba-tiba dia telfon saya dan menyatakan perasaan suka nya sama saya dan itu membuat saya nggak bisa berkata-kata. Saya hargai pengakuan dia, tapi maaf tolong jadilah laki-laki nyata dan hargai perasaan perempuan. Then nggak berapa lama setelah itu, karena sebuah permasalahan (yang pasti bukan karena saya) laki-laki ini dan sahabat saya putus. Saya ceritakan tentang pernyataannya itu pada sahabat saya dan dia meradang. Lalu diamuki dan dikata-katailah saya oleh si laki-laki ini macam perempuan pesakitan di depan umum, di Depok Town Square. Sumpah adegan itu macam di reality show termehek-mehek saja.

Yang paling membuat saya kecewa dengan kejadian itu adalah saat semua orang yang ada di sana (teman-teman saya dan juga mantan saya) seolah bekerja sama untuk menyerang saya. They didn’t even pull their crazy friend back when he yelling at me and saying me words. Saat itulah saya tahu enough is enough. Saya hanya pasrahkan saja pada Tuhan balasan untuk mereka, karena saya amat sangat marah dan Cuma Tuhan yang punya balasan cukup untuk mereka.

The KARMA

Then, muncullah hari itu, di mana Tuhan menunjukkan kuasa-Nya kepada saya. Suatu hari Parjono menelfon saya dengan suara yang putus asa. Dia yang saat itu berpacaran dengan sahabat saya yang mantannya si laki-laki gila yang meneriaki saya di mall itu, menanyakan keberadaan sahabat saya tersebut. Saya yang mengira mereka memang sedang menikmati masa awal-awal pacaran sehingga jarang terdengar kabarnya cukup heran dengan pertanyaannya itu. Lalu berceritalah Parjono tentang sikap sahabat saya yang belakangan mulai aneh. Dia suka menghilang dan nggak bisa dihubungi, dia begini dia begitu dan itu semua pembaca sekalian, adalah hal-hal yang dulu pernah Parjono lakukan pada saya. Saya bungkam sebungkam-bungkamnya. Pada hari itu juga Parjono dan sahabat saya putus hubungan. Saya tak lagi tahu bagaimana kabar Parjono, sampai sekarang.

Gilaaaa… masa remaja memang gejolaknya gila-gilaan ya. Saya nggak pernah menyangka akan bisa berada dalam situasi seperti di atas tadi. Tapi dari semua pengalaman tadi saya belajar banyak hal. Kebanyakan sih tentang bagaimana laki-laki bisa begitu BRENGSEK dan NAIF… hehehe…

So Melody, do you enjoy my story? Tell me yours😛

-bee-

6 thoughts on “The so called (ex)boyfriend

  1. huahahahahahahaha..
    *ngakak guling2 sepuasnya*
    guatauceritainiiiii ohmaigaddddd.. =))
    he seems fine, btw.. baru 2 minggu lalu gue ketemu dia. ahahahaha
    aduh gue gak bisa berenti ngakak! (lmao)

    • yep, begitulah kejadiannya Chie hehehehehehe… yah cuma bisa berdoa biar mereka diberikan petunjuk untuk kembali ke jalan yang benar hahaha..😀

      mudah-mudahan sekarang dah cukup dewasa yah untuk tahu yang mana yang pantas dan nggak pantas dilakukan terhadap perempuan (atau) semua orang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s