Meluruhkan

So, the old desease is coming back to the body. Surprisingly…

It’s been like three years now since the doctor said that i’ve healed? Hari kamis lalu tiba-tiba saja saya drop lagi. Jadi sejak Rabu malam saya sudah batuk-batuk ria, saya pikir cuma batuk biasa karena paginya saya sarapan  kroket dan pangsit goreng buatan ande. Nggak taunya pas tidur saya terbangun beberapa kali karena merasa ada yang salah tidak hanya dengan tenggorokan tapi juga paru-paru saya. But then again, i choose to think positively. Kamis paginya saya tetap mengajar, saya sempat  beli-beli baju bayi buat kado di flea market yang diadakan siswa SD di saung sekolah. Bajunya bagus-bagus bangeeeettttt dan harganya doong cuma berkisar sepuluh ribu rupiah saja. Baju bayi bahkan dibandrol 10k per 3 pieces. I was like, wooww.. baik banget Allah ya, di saat saya memang sedang bingung mau beli kado apa buat Little Queena (mbak Fikih and Oom Yoni’s first daughter) eh ada Flea market di sekolah. Pas bangeeett… dan hanya dengan mengeluarkan kocek 30 ribu rupiah saja, saya sudah membawa pulang 6 pieces baju bayi dan 1 piece kemeja buat saya sendiri. DEFINITELY no flea market could beat Al-Fikri’s price hahaha…. fun!!

 

Flea Market with Bu Widi and Pak Arief

Okay! setelah belanja-belanja dan kembali ke kantor untuk bersiap mengajar, saya mulai ngerasa nggak enak badan. Semua tubuh rasanya nyeri-nyeri dan kepala mulai pusing, mata mulai panas. Tenggg…. saya tetiba diam. Pinjam jaket punya teman dan tidur-tiduran menunggu giliran mengajar. Di kelas saya nggak banyak bicara juga, cuma kasih latihan ke anak-anak kelas sembilan dan sudah. Habis itu saya langsung izin pulang dan benar aja,  begitu sampai rumah suhu badan saya langsung naiiikkk drastissss… puanaass cyyynnn. Saya langsung rebahan di tempat tidur dan merem. Nggak bisa tidur lama saking panasnya ini badan, yang mengherankan saya nggak mengeluarkan keringat sama sekali, dan batuk-batuk semakin menjadi. Baik frekuensi dan sakit dari batuk itu mulai menyamai rasa sakit tiga tahun yang lalu, waktu dokter memvonis saya mengidap TBC. Di rumah cuma ada Aas (si mbak), ande sama Jijah lagi arisan di Margo City (si Jijah makin kayak emak-emak aja dah kelakuannyaaa hahahaha). Di meja makan cuma ada tongseng kambing buatan bapak, martabak keju dan pisang, saya jadi bingung mau makan apa. Akhirnya untuk ganjel-ganjel saya makan saja martabak keju dan pisangnya, karena tongseng kambing di saat kondisi badan lagi begini? aduh ntar dulu deh. Truss telfon Jijah nitip bubur ayam, tapi ndilalah pas ande pulang (sendirian) nggak ada apapun di tangannya kecuali kotak sepatu. Katanya ande kelupaan beli bubur karena terlanjur kaget denger mama mertuanya Jijah masuk rumah sakit karena syok, mobilnya (mama mertua Jijah) ditabrak brimob dari belakang while si Mama ada di dalamnya. Heleeehhh sepertinya timing sakit saya sedang tidak tepat hohoho..😀

Yah, begitulah sejak hari kamis saya bedrest di rumah. Dan semakin hari semakin yakin kalo ini penyakit paru-paru balik lagi, walaupun (hopefully, ya Allah tolong Asiah) nggak separah dulu. Hari ini rencananya mau periksa, just to make sure how bad (or not) it is. Pray for me, oh dear readers. We never know who’s prayer are listened first. Sayapun berharap sakit ini bisa meluruhkan dosa-dosa saya yang sangat banyak sekali itu. Amiinnn…

Have a nice day and stay healthy o dear friends🙂

-bee-

4 thoughts on “Meluruhkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s