Sushi Tei

Lalalaaa… aku suka sekali Sushi Tei

*nyanyikanlah dengan nada doraemon teman-teman*

Jadi orang yang memperkenalkan saya dengan Sushi Tei adalah Anggie. Walaupun dia dan Yura (suaminya) sudah mulai agak-agak berpaling ke Ra Sushi dan kemarin saya sempat bilang “Kayaknya emang Ra Sushi lebih enak ya dari Sushi Tei” pas ditraktir di Ra Sushi citos. Tapi di akhir sesi makan-makan, saya berubah pikiran. Sushi Tei masih lebih memenuhi selera lidah dibandingkan Ra Sushi, kayaknya sih kecap asin (apa sih nama kerennya? soyu? err.. whatever) nya deh yang bikin enak. Truss kuah udon nya juga nggak seciamik kuah ramen Sushi Tei, malah masih lebih enak kuah udon nya Gokana Teppan kayaknya. Jadi ini sebenernya pengen ngereview Ra Sushi apa Sushi Tei seh? heleh.. fokus Asiah!!! Fokussss!!! *menghipnotis diri sendiri*

Mbaiklah… here goes.

Jadi setelah masuk dua hari sehabis liburan (lebaran) dua minggu, saya langsung gajian HOREEE… Truss Jum’atnya dapet THR lagi pulak, kali ini dari sebuah instansi yang saya lupa namanya apa tapi masih tetap amat sangat berterimakasih. Tau aja deh kalo lagi nabung-nabung๐Ÿ˜‰ Seperti biasanya, baru gajian memiliki satu arti —-> makan-makan enaaakk hohohoho… kali ini kami memilih resto sushi yang nggak pernah nggak ngantri masuknya. Kecuali mungkin ya kalau datengnya pas ramadhan siang-siang bolong dan agak menjelang last order hihi..๐Ÿ˜€

Seminggu sebelumnya sempet ke sana juga, pas nobar Sang Pencerah bareng anak-anak plurk. Mungkin karena emang kelaparan atau siangnya abis makan nasi goreng kambing (di depan rumah Reza yang rasanya MASYA ALLAH enak benerrrr) malam itu kepala saya nyeriiiii banget kayak.. (undiscribeable). Makanlah di Sushi Tei PI dan duduk di deket ban berjalan yang memamerkan berbagai macam sushi itu lho. Si Reza melihat Rolls yang ini dan tertarik dengan tampilannya, ya udah saya grab aja langsung..

Reza's Favourite Rolls

Which happen to be not only Reza’s favourite but also mine. Ini tuh sushi roll udang yang luarnya ada telur ikan kecil-kecilnya itu loh. Harganya Rp. 28.000,- per porsi. Rasanya enaaaakkkk… kita juga sempet pesen dua jenis sushi roll lagi yang isinya tuna yah kalo nggak salah, dan keduanya terasa seperti hampa (caelah bahasanyaaaa).

Then saya juga memesan ini:

Maki Don

Harganya Rp. 45.000,- per porsi. Cuma berisi nasi pake udang tempura (4 pieces) dimasak pakai bawang bombai dan telur dadar. Menurut saya kuah asinnya kurang banyak, jadi nggak nutupin rasa nasi putihnya. Not gonna order that lagi, nanti aja bikin sendiri๐Ÿ˜‰

Minumnya?

Well… begitulah makan-makan kami hari itu. Habisnya sekitar Rp. 116.000,- cuma beda Rp. 16.000,- an sama pengeluaran pas makan di Martabak Kubang, tapi di sana tempatnya nggak se-cozy di Sushi Tei. Toh? iya toh?

Sebenernya masih mau nulis tentang Halal Bihalal keluarga Silungkang juga. Tapi kayaknya besok aja deh, agak khawatir nih, si Reza kenapa nggak baca-baca bbm saya ya? apa diaaaaa…. tedhooorrr??

-bee-

6 thoughts on “Sushi Tei

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s