Bakmi Lenteng (terasa sampai di hati)

NO!!! i did not made that up, it really called Bakmi Lenteng (terasa sampai di hati) need proof?

See? TOLD ya😀

Bakmi lenteng ini happen to be THE BEST mie ayam in THE WHOLE COUNTRY!!! Not that i’ve done the research or something, but i am pretty sure that there’s no other bakmie ayam could beat the taste of these. Pertama kali nyicipin udah luamaaaa buangeett (around 2003 or something) barengan sama Alifa dan teman-teman SSC. Saat itu saya benar-benar terpana sama rasanya. Ada taste unik dari mie nya, atau bumbunya? atau minyaknya? waduh saya bener-bener nggak bisa memastikan bagian mana dari mie ayam ini yang membuatnya terasa begitu berbeda. Bahkan hari itu rasanya pengeeen banget nambah lagi dan lagi dan lagi dan lagi.. (emang coki-coki? >.<) tapi karena waktu itu bener-bener dikejar waktu banget, akhirnya ya sudahlah makan satu porsi saja, dengan niat akan kembali lagi ke sana lain kali. TAPI lagi, posisinya yang agak rumit saya jangkau (waktu itu masih polos, belum menjelma jadi petualan nekat :P) dan waktu beroperasi yang dimulai sejak pukul empat sore, akhirnya niatan untuk berkunjung kembali lain kali tadi terpending sampai dua tahun. Saat saya PKL di TETO (Taipei Economic and Trade Office) lenteng agung menjadi jalan yang saya lalui setiap hari. Sepulang kerja, makanlah saya di sini and the taste is still great, i’m speechless. Waktu kerja di LPPH (Lingkar Pena Publishing House) saya lebih sering lagi ke sini.

Doyan mas??

Kemarin saya ajak Reza makan di sini. Kami sempat beli martabak keju dulu buat Yudith dan cakwe buat saya😀 sambil menunggu pesanan datang. Saya pesan dua porsi mie ayam (tanpa bakso) dan dua teh botol sosro. Saat pesanan datang saya langsung mengaduk-aduk mie (i more like it plain, without sauce or pepper or any other  spices) dan menyantapnya dengan lahap. Reza (like he always did these couple of days) sibuk dengan hape barunya (Samsung i5503 kalo nggak salah :P) utak atik foursquare en despreh en debleh sambil saya suapi cakwe. Then di suapan pertama saya tanya pendapatnya, dia cuma bilang “Iya enak..” tapi segera setelah itu tiba-tiba dia bungkam. Saya sibuk foto-foto dan menghabiskan porsi saya, then voila… udah mau abis aja dia. Gila makannya lahap bangeeettt…

Sampai di mobil saya tanya lagi, “gimana tadi mie ayamnya?” dijawablah “Enak banget, beneran deh aku sampe nggak berenti makannya. Semoga nggak ada minyak babi nya” mwahahahahahaha…. sumpah saya ngakak abis itu. Bener-bener deh saya dan dia kenapa selalu satu pikiran kayak begitu ya?? Saya juga selalu mikir gitu tuh, curiga kalau yang membuat beda justru adalah minyaknya yang TERNYATA.. diambil dari lemak babi. Abis rasanya bener-bener beda banget, saya nggak pernah makan babi jadi nggak tau rasanya kayak apa.

penampakan mie ayamnya

So could somebody please… please… PLEASE.. tell me it is not pork oil >.<

nb: bersisian dengan depot mie ayam ini ada gerobak gorengan (yang tahu sumedang dan risolnya wenak), gerobak mpek-mpek (yang juga enak), plus gerobak martabak manis plus cakwe plus roti bantal plus plus lainnya (yang cakwe dan roti bantalnya juga enak). REALLY!!! that pork oil, if it’s true, could definitely ruin my mood. I could really burn the place, haha.. *no, am just kidding*😛

2 thoughts on “Bakmi Lenteng (terasa sampai di hati)

  1. Itu mie emang rasanya luar biasa🙂

    Tapi sekarang tempatnya lagi dibongkar. Belum sempat mampir lagi nih saya. Ayah saya adalah pelanggan setia sejak dia bujangan dan diwariskan ke saya hingga saat ini dan saya pun menularkan ke kerabat2 saya. Tapi saya juga ga tau tuh pake minyak B2 apa nggak😦

    Toko Indah Prasasti (Spesialis Marmer dan Granit)
    Batu Nisan, Prasasti Gedung, Lantai, dll
    Jaksel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s