I Think I Am The Dying Breed My Self

what? jadi pacar lo dateng ke rumah lo? dari Depok ke Setiabudi? ya ampun.. gue iri sama lo, masih ada ya cewek yang kayak gitu..

-Randhy (to Reza)-

Err… jadi apa yang salah sih dengan itu?? Toh selama ini saya memang hobi berkeliaran ke sana ke mari. Dulu bahkan ke mana-mana sendirian, kadang nggak punya arah tujuan, akhirnya kelayapan nggak jelas. Sekarang sejak ada pacar jadi jelas tujuannya: mau ke rumah pacar😉

OK.. jadi gini, rumah saya di Depok dan pacar saya tinggal di Setiabudi sana. Untuk bisa mencapai rumah pacar (atau pacar ke rumah saya) membutuhkan sekurangnya 1.5 jam perjalanan (kalau lagi lancar). Kadang akhir pekan dihabiskan untuk mengunjungi tempat-tempat yang lokasinya nggak jauh dari rumah pacar, jadi kalau pacar harus menjemput saya dulu ke rumah untuk kemudian jalan bareng ke lokasi kunjungan, kayaknya buang waktu dan biaya aja. Jadi alternatif yang paling sering diambil adalah bertemu di suatu tempat yang letaknya di tengah-tengah (biasanya di halte busway Jatipadang), semua demi kepraktisan semata.

seriously! what u can see from this silly look?

Banyak orang tertipu dengan penampilan saya, people like to judge me from the cover (which i don’t really understand what they see on the cover :P). Banyak yang bilang saya cewek manja, nggak mungkin ke mana-mana sendiri, beberapa mungkin terkecoh dengan umur dan yang paling parah adalah saat  salah satu teman guru bilang begini “Asiah bisa masak? ah… aku nggak yakin!” saya cuma diem aja saat itu sambil senyum-senyum. Beberapa hari setelah itu saya bawa makanan yang saya buat sendiri ke sekolah, waktu itu kalo nggak salah setup macaroni. Saya sengaja makan di depan dia dan menawarinya mencicipi, setelah dicicipi saya senyum-senyum lagi mendengar komentarnya “Ih enak nih, beli di mana?” saya jawab aja “Bikin sendiri dooong” dan dia bengong nggak percaya. Kalau kata Reza sih kayak ada yang bilang ke dia “Ih.. perut buncit gitu mana mungkin bisa main bola!” hehe.. senyum lagi aaahh🙂

Nah, anggapan Randy yang saya quote di awal itu apa similar juga dengan kasus di atas ya? Apa Randy melihat saya yang berwujud mungil dan terkesan anak manja ini nggak mungkin banget berani ke Setiabudi sendirian naik angkutan umum? well… sejujurnya saya sering banget ‘dinakali’ di perjalanan. Yang disentuh-sentuh sama sopir angkot lah, yang dipepet trus digesek-gesek sama cowok bajingan di bus lah, yang tiba-tiba dipepet sama another cowok bajingan di kereta api yang lagi sepi (sampai dikejar keluar kereta waktu saya berusaha untuk menghindari dia) lah. Hiy.. kalau inget rasanya mau banget saya bunuhin mereka semua truss saya kebiri anu nya dan saya congkel matanya. Tapi itu semua resiko bukan? saya nggak punya kendaraan pribadi yang bisa membawa saya ke manapun saya mau, dan hal itu nggak akan pernah bisa menahan saya untuk pergi menjelajahi tempat-tempat yang saya inginkan, apalagi ke rumah pacar. Jadi walaupun setiap naik kendaraan umum saya selalu punya perasaan was was yang sama, tetap saja saya pergi ke sana ke mari dengan properti itu.

Yeayy.. i've got the best mom ever!!

Well.. saya tetap cewek manja kok. Walaupun banyak teman lama yang bilang saya adalah cewek mandiri, deep down inside i know i am one of those brat. Saya manja bangeeeetttt… (tanya aja sama Reza) tapi saya memang memilih orang-orang yang ingin saya manjai. Untuk saat ini saya paling suka manja sama Reza dan Ande (my mom), i love being spoiled by those two people, because i love them too much.

Saya juga cewek cengeng, mungkin saya cewek paling cengeng yang sudah atau akan kamu kenal. As i posted days before, i love crying. I can cry over almost all things. Terserah aja, bebas mau karena alasan apapun, nggak harus yang bikin sedih. Saat saya sedang amat sangat bahagia pun saya mungkin akan menangis.

Saya juga moody kok, saya bahkan cewek moody yang buruk. Saya bisa tiba-tiba kesel sama sesuatu yang mungkin nggak akan kamu sangka-sangka. Saya bisa tiba-tiba diam, kesel, truss beberapa jam kemudian happy-happy lagi deh. Ini lebih dikarenakan kemampuan saya untuk mengontrol emosi amat sangat buruk dan saya tahu itu. Kadang saya akan kesal akan sesuatu hal sepele, kemudian saya akan uring-uringan nggak jelas, bukan karena rasa kesal saya akan sesuatu yang sepele itu. Lebih karena  merasa bodoh sudah merasa kesal akan sesuatu yang sepele. Jadi kalau sudah begini biasanya saya akan mengalihkan perhatian saya pada hal-hal yang menyenangkan, dan mungkin akan mengabaikan semua orang yang ada. Lalu saat perasaan saya sudah mulai lebih baik, saya akan kembali lagi dengan senyuman. Saat itulah kamu nggak perlu lagi merasa khawatir atau semacamnya. Karena saat saya tersenyum, maka senyum itu benar dari hati. Because i don’t do faking.

If we make each other happy, then we just can't lose

But above all that, saya beruntung memiliki keluarga, sahabat, dan pasangan yang bisa mengerti saya apa adanya. Ande nggak akan mengganggu saya sama sekali saat saya sedang moody atau nangis, sahabat-sahabat saya sangat tahu bagaimana harus memperlakukan saya saat sedang terlalu ‘ramah’. Oww.. Reza, walaupun baru kenal saya selama 7 bulan, sangat mengerti dengan perangai saya yang suka nggak jelas dan aneh itu. Dia nggak cuma mengerti, dia super duper sabar menghadapi saya yang manja ini.

Alhamdulillah.. belakangan saya seriiiing banget melafalkan kalimat syukur itu. Allah memang baik banget. Terimakasih Allah buat semuanya, i’ll do my best to keep all those good things YOU’ve gave me.

Well, mungkin saya memang diciptakan untuk membuat keluarga dying breed kembali lestari, tak lagi ‘hampir punah’😉

-bee-

2 thoughts on “I Think I Am The Dying Breed My Self

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s