Tentang Air Mata

The After Cry

I never refuse to cry, because i know there’s no rainbow without a rain.

-bee-

Tears happen to be my loyal best friend this couple of years. Crying happen to be the most effective way to endure some pain, especially when you do it after shalat. As much as i have faith in God to give my life a happy ending and never stop believing that those pain someday will gone, waiting for me still a hard thing to do. And so until today i never refuse to cry.

Beberapa hari sebelum lebaran pekan lalu, saya menangis tersedu saat tahu Reza nggak bisa datang ke rumah untuk menemani saya bikin kue. Terkesan cengeng memang tapi nggak tahu kenapa saya susah banget untuk menahan air mata itu tumpah. Reza kedengeran bingung banget denger saya nangis, mungkin dia nggak pernah nyangka juga kali ya reaksi saya akan sebegitunya. Beberapa saat setelah tutup telfon, Yudith (adik perempuan Reza) bahkan sampai bbm saya untuk minta izin ngajak Reza mengantar dia ke suatu tempat. Saya kaget bacanya, sekaligus geli dan membatin “Tuh rasain deh Asiah, makanya jangan suka jadi Drama queen gitu!!” hahahahahaha… Saya langsung balas bbm itu plus juga bbm Reza untuk bilang kalau saya baik-baik saja. Di sanalah saya mulai berfikir tentang air mata ini. Tentang kebiasaan saya menangis.

Saya pernah berfikir kalau hidup saya seperti lelucon, kayaknya Tuhan nggak pernah berhenti mengajak saya bercanda. Setiap doa saya selalu dikabulkan dengan caraNya sendiri, SEMUANYA!! Padahal Tuhan tahu kalau tak semua doa saya itu layak untuk dikabulkan, karena kebanyakan justru akan menyakiti diri saya sendiri. Dan itu benar terjadi. Berkali-kali saya berdoa sekian kali itu pula Allah kabulkan doa saya, lalu sekian kali itu juga saya menangis. Karena realita kadang terlalu sakit untuk saya jalani. Jadi menangis adalah jalan yang paling mudah saya lakukan, sambil tentu saja mengadu pada Tuhan. Tapi dari itu semua saya belajar satu hal, Allah mencipta lisan saya bukan untuk berdoa seenaknya. Tak semua hal patut kita pinta dan paksa untuk ada, kerena yang terbaik untuk kita terkadang justru adalah hal-hal yang luput dari pinta. Cukup meminta yang terbaik saja, karena hal itu pastinya tak akan memproduksi air mata sebanyak sebelumnya.

Menangis bagi saya bukan karena berharap belas kasihan atau empati siapapun. Menangis bagi saya hanya curahan perasaan saja, kebanyakan adalah karena kecewa, sebahagian lagi karena amarah yang terlampau menyesakkan, sebahagian kecilnya karena kehilangan. Dengan menangis perasaan saya menjadi jauh lebih baik dan biasanya menangis tak akan membuang waktu lama. Semua emosi tertumpah begitu saja, lalu dalam sekejap saya akan bisa berfikir lebih jernih lagi. Sesaat setelah menangis rasanya adalah waktu yang tepat untuk introspeksi dan biasanya lebih efektif dibandingkan saat kita benar-benar meniatkan diri untuk berintrospeksi.

Lokasi favourite saya untuk menangis:

  • Di jalan (naik motor), muka tertutup helm dan bisa berteriak sesukanya..
  • Di kamar..
  • Di kamar mandi sambil membenamkan wajah ke air..
  • Saat hujan..
  • Di pelukan orang yang saya sayang…

Jadi nanti saat saya menangis, tolong peluk saya dan usap punggung saya.  Jangan ajak saya bicara, karena kalau saya ingin, saya pasti akan bicara. Kalau saya diam maka bicara adalah hal terakhir yang ingin saya lakukan. Kalau saya mengelak, tolong jauhi saya dan tinggalkan saya sendiri.

Suatu saat nanti kalau kamu menangis kamu mau saya melakukan apa?

have a nice cry everybody😉

-bee-

2 thoughts on “Tentang Air Mata

  1. Gak masalah, justru dengan nangis kita bisa meluapkan segala kesedihan yang ada di hati. Hati jadi lega.🙂 Kata orang, gampang nangis itu artinya hatinya lembut.😀

    Tapi….. itu serius nangis di pas ngendarain motor?? Seriuss??? Apa air matanya gak ngalangin pandangaaaan!?? *heboh* Bahaya juga….😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s