Ta Wan (The Porridge Place)

Ta Wan The Porridge Place

Atau dalam aksara China menjadi 大碗 (da wan) yang artinya mangkuk besar. Pertama kali makan di sini kalau nggak salah tahun 2006 atau 2007, pokoknya waktu Anji baru jadian sama Rini. Drive manggung di Margo City dan saya janjian sama Anji di sana. Kami ketemuan di Ta Wan Margo City dan saya ikutan makan (mumpung gratisan) hehehehe… Nah saat itu yang saya tahu tentang Ta Wan ini cuma another chinese restaurant aja, nggak begitu notice kalau speciality mereka adalah bubur. Saat itu Adi si drumer Drive memesan beberapa porsi bubur buat dia dan keluarganya, saya dan yang lainnya sempet bengong dulu waktu pelayannya menghampiri meja Adi sambil membawa beberapa porsi makanan yang disajikan dengan wadah yang super duper jumbo. Sempet pause beberapa detik sampai kemudian ketawa geli ngebayangin susah payahnya Adi, Istri dan anak-anaknya ngabisin pesanan mereka itu. Saya, Anji dan Rini memang nggak memesan bubur dan setelah melihat kejadian tadi kami jadi sedikit bersyukur haha!!

Then… beberapa tahun kemudian saya lupa dengan kejadian itu dan berdampak pada kemashlahatan perut saya dan Reza…

Bulan Juni kemarin saya dan Reza mengatur sebuah akhir pekan ke Planetarium. Sudah lamaaa banget saya pengen ke sana, ada beberapa kesempatan pergi bareng Rahne atau Macha, tapi selalu nggak kesampaian. Akhirnya bulan Juli kemarin saya pergi juga ke tempat itu sama Reza. Janjian pergi dari pagi karena lagi pengen sarapan bareng (ahak, sok kecentilan :P). Hari itu lagi kepingiiiin banget makan bubur, tapi bukan bubur ayam a la gerobak abang-abang. Saya kepingin bubur yang kayak di dimsum Diamond Solo. Apalah daya nungguin ke Solo dulu kayaknya baru bakal kesampean tahun depan hehehe… Akhirnya kami menyusuri Setiabudi One yang restonya bener-bener baru buka. Yang dicari waktu itu adalah Mangkuk Putih atau resto semacamnya yang diharapkan menyediakan bubur, tapi waktu melewati Ta Wan dan melihat tulisan The Porridge Place di sebelah logonya, kami seperti diberikan jawaban dari surga *lebay*. Masuklah kami ke tempat itu dan mulai melihat-lihat menu nya. Waw.. it is really the Porridge Heaven😛

Saya memesan bubur telor asin udang pithan porsi kecil (kalau nggak salah) dan Reza memesan bubur tiga rasa porsi besar (kalau nggak salah juga) plus satu lagi tambahan lumpia udang (kalau nggak salah part three). Minumnya sih biasa aja, saya memesan teh tawar hangat dan Reza memesan err.. jus melon? hadoh.. beneran udah nggak inget lagi sekarang hahahaha… Dan tepat di saat pesanan datang dan saya melihat porsi buburnya, saat itulah saya kembali teringat kejadian Adi Drive beberapa tahun yang lalu itu. Gaaahhh… dasar itu waiter nya kenapa nggak kasih penjelasan sih kalo porsi buburnya seukuran sama porsi dewa? Akhirnya saya dan Reza bersusah payah menghabiskan semua pesanan kami, karena menyisakan makanan bukanlah gaya kami. Tapi satu kesan kami saat itu, buburnya enaaakkkk. Jadilah sejak itu Ta Wan menjadi tujuan makan kami kalau pilihan yang lain terlihat kurang menggairahkan. Tapi kali ini kami hanya akan memesan satu porsi bubur ukuran besar dimakan berdua😉

Kemarin kami makan lagi di sana dan memesan Bubur telor asin udang pithan dan ayam saus lemon. Buburnya seperti biasanya enaaakkk… tapi ayam saus lemonnya nggak terlalu mempesona karena kami seolah sedang makan ayam goreng tepung disiram vitamin C cair buat anak-anak. Oh iya, saya juga pernah memesan tahu lima rasa yang kalau di menu nya terlihat sangat mempesona tapi pada faktanya kami dihadapkan pada tofu goreng disiram oatmeal dan butir-butir entahlah apa yang berwarna hijau dan merah. Rasanya? GAAHHH… what the hell??

Hahahahaha… kok begitu banget ya review saya? Yah pokoknya bisa disimpulkan kalau Ta Wan ini memang benar-benar Porridge Place karena cuma bubur saja yang citarasanya bisa diandalkan, sedangkan yang lainnya biasa saja bahkan cenderung membuat dahi berkerut dan mata mendelik bete hehe..

*Tiga bintang deh untuk keseluruhannya*

-bee-

2 thoughts on “Ta Wan (The Porridge Place)

    • hehehehe… iyaa… kapan-kapan ke Dimsum Diamond SOlo ya sayang, itu juga sama, kualitas bintang lima, harga resto biasa… (nggak kaki lima juga sih hehehehhe… :D)

      dan most importanto iiiisss… masakan udangnya banyaaakk.. nyaammm.. :9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s