Klik, Submit [Ubud Writer Festival]

Hihi… akhirnya ikutan juga nih yang lagi heboh banget di twitter.. Sudah dari beberapa hari kemarin banyak banget teman-teman saya mencantumkan link cerita mereka di Festival penulis ini untuk kemudian dibaca dan di-vote. Setelah saya buka link nya dan baca -baca cara mainnya sepertinya menarik juga untuk dicoba. Akhirnya tadi iseng-iseng tulis satu cerita dan kirim ke sana. Nggak berapa lama kemudian di-publish sama admin nya yang bernama mbak Sarah. Terimakasih ya mbak Sarah..

And here goes the story..

My Writings on Kilat! The Flash Fiction Challenge

KLIK, SUBMIT

Di atas sana, jauuuhhh di langit ke tujuh sana, Tuhan sedang duduk terpaku melihat kehidupan ciptaan-Nya di dunia.

KLIK. SUBMIT.

Bersahutan ia mendengar doa dipanjatkan dari mulut hambaNya. Di pinggiran rel kereta di sebuah gubuk kardus tak berjendela, seorang anak perempuan memohon ibunya cepat pulang membawa obat untuk ayahnya yang sedang terkapar sakit. Lalu, KLIK. SUBMIT. Si ibu muncul dari kejauhan, tergopoh-gopoh berlari pulang. Tangannya menggenggam sebutir obat yang ia dapat dari hasil meminta-minta sejak subuh tadi, satu butir obat untuk menyambung nyawa suaminya hari itu, sambil berharap esok akan ada butir lainnya dalam genggaman. Tuhan mendengar harapan itu, dan menunggu untuk..

KLIK. SUBMIT.

Di sebuah rumah megah dan mewah, seorang bapak menangis dalam sujudnya. Di kamar paling besar rumah tersebut ia memohonkan keselamatan dunia akhirat untuk keluarganya. Doa yang setiap hari selalu dipanjatkan dalam sujud akhir shalat fardhu. Di sebuah gang kecil di perkampungan belakang rumah mewah itu, seorang gadis cantik berjalan pulang setelah berkunjung ke rumah sahabatnya. Di ujung lainnya sekelompok pemuda mabuk berjalan sempoyongan ke arahnya. Tak berapa detik sampai pandangan para pemuda itu tertumbuk padanya, ia teringat akan barangnya yang tertinggal. KLIK. SUBMIT. Ia memutar badannya kembali ke arah kampung. Tuhan mengabulkan doa bapak tadi.

***

Pada sebuah sudut dunia, Tuhan memicingkan matanya jauh lebih tajam. Di sana hening, tak ada doa.

“Papa selingkuh kan?” PRANG.. suara vas bunga yang pecah di dekat kaki lelaki yang dipanggil papa.

“Mama nggak usah munafik!! Itu siapa yang kemarin nganterin mama pulang? Jangan kira Papa nggak tau!!” BLESK.. suara tubuh wanita yang dipanggil mama terjerembab di atas sofa, setelah dilempar kasar oleh laki-laki yang ia panggil papa.

Di sudut ini, hanya suara-suara itu yang Tuhan dengar. Tak ada doa.

Oh tunggu.. di sudut kamar itu..

“Tuhan.. jika memang Engkau ada, jika memang benar kata para orang-orang beragama itu, Kau bisa mengabulkan doa-doa. Ini aku berdoa untuk pertama kalinya dalam hidupku. Hentikan semua keributan ini!!”

KLIK. SUBMIT.

Esok harinya, pasangan papa dan mama tersebut ditemukan dalam keadaan mengenaskan di mobil masing-masing bersama pasangan masing-masing. Mobil mereka saling berhantaman di tikungan kompleks, keributan pun berhenti.

Click here to vote

-bee-

ps: kayaknya dulu pernah denger tentang Festival Penulis Ubud ini waktu masih jadi Promosi nya Lingkar Pena. Ini festival yang sama bukan ya? hmm…

2 thoughts on “Klik, Submit [Ubud Writer Festival]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s