Perfume, The Story of a Murderer

Once i watch this movie, i say to my self right away, this movie so gonna be the next movie that i will write the review. Gila ini film mencengangkan abis, dari awal sampai akhir cerita kita nggak berhenti disuguhkan kejutan-kejutan yang pastinya akan membuat kita berfikir, begh… ini apa lagi? Nggak cukup apa ya kejutan di awal tadi? Kapan ya terakhir kali saya merasakan hal ini saat menonton film? Haduh saya bahkan sudah lupa. Oke baiklah, inilah dia…

PERFUME, THE STORY OF A MURDERER

Cast: Ben Wishaw, ALan Rickman, Rachel Hurd-wood, Dustin Hoffman, John Hurt (narator) dll.
Director: Tom Tykwer
Screenplay: Andrew Birkin, Bernd Eichinger, Tom Tykwer
From The Novel by: Patrick Suskind

Jean-Baptise Grenouille adalah sebuah keajaiban yang terjadi di sebuah pasar ikan kumuh di sebuah kota di Paris. Suatu hari ibunya yang merupakan salah satu penjual ikan di sana melakukan persalinan sendirian, tanpa didampingi siapapun. Memperkenalkan Jean-Baptise ke dunia dengan cara yang semena-mena. Ini barulah pembuka film dan saya yakin kamu pasti akan ternganga sendiri melihat bagaimana cara si melahirkan Jean-Baptise saat itu. Namun, dari mukjizat yang tak dimiliki kakak-kakak sebelumya, tangisan Jean-Baptise membuat sebuah ironi awal dalam hidupnya; menyelamatkan nyawanya, namun membawa ibunya ke akhirat.

Jean-Baptise kemudian tumbuh di sebuah panti di mana menampung anak yatim piatu merupakan mata pencaharian pasangan pemilik panti. Jangankan diperlakukan sebagai seorang anak, semua individu yang ada di sana kemudian dibesarkan menjadi budak yang diperlakukan tak jauh berbeda dengan binatang. Anugerah yang dimiliki Jean-Baptise ternyata tak berhenti saat peristiwa kelahirannya itu saja, beranjak dewasa, ia yang terlambat bicara memiliki penciuman yang jauh melampaui makhluk apapun. Dengan sekali hirup, Jean-Baptise dapat mendeskripsikan sebuah benda atau seseorang dengan detail yang bahkan oleh kasat mata saja tak dapat terlihat. Kelebihan yang dimilikinya inilah yang kemudian membuat seorang saudagar parfume yang nyaris bangkrut kemudian membelinya untuk kemudian bekerja dengannya. Benar saja, dengan kemampuannya tersebut, Jean-Baptise dapat menciptakan banyak aroma yang tak pernah diciptakan orang sebelumnya. Saudagar parfume itu kembali berjaya.

Suatu ketika, Jean-Baptise mencium sebuah aroma yang mampu membuatnya merasakan getaran berbeda, datang dari seorang gadis cantik penjual buah. Ia yang seolah terbius dengan wangi tersebut kemudian mengikuti wanita tadi dan tak sengaja membunuhnya. Saat gadis itu mati, ia kehilangan aroma tubuh wanita tersebut, Jean-Baptise kalang kabut bukan main, untuk pertama kalinya ia tak dapat mencium sebuah aroma yang diinginkannya. Berpegang pada ilmu dasar dunia parfume yang diajarkan masternya di Paris, Jean-Baptise kemudian pergi ke Grass, berharap dapat mendapatkan ilmu membuat parfume dengan aroma yang sempurna, seperti yang ia dapatkan dari gadis tadi.

Sampai di Grass, Jean-Baptise benar-benar menemukan formula untuk meracik parfume yang sempurna. Kamu harus menonton sendiri film ini untuk tahu terbuat dari apakah parfume racikannya itu. Saya benar-benar nggak habis pikir, apa yang ada dalam otak penulis cerita ini sampai dia punya imajinasi seliar itu. Dan Tom Tykwer benar-benar sangat sempurna memvisualisasikan semuanya di layar. Saya menahan nafas berkali-kali, nggak bisa menebak bagaimana cerita ini akan berakhir, dan apa lagi yang dilakukan Jean-Baptise terhadap parfume itu. Ditambah lagi sebuah adegan orgi di hampir ending film ini (argh.. saya tahu ini spoiler. Can’t help it friends, sorry). Jujur, saya bukan penggemar adegan-adegan sex dalam film, suka sih, tapi nggak sebegitunya, malah kadang suka jijik sendiri truss saya skip. Tapi di film ini, adegan ini, di mana satu kota melakukan adegan tersebut di alun-alun, sampai pemuka agama mereka pun ikut terlibat. Dengan ritme yang sedikit diperlambat dan dengan diiringi musik klasik yang membuai. DEFINITELY! Inilah salah satu adegan terbaik dalam film ini. Saya terperangah! Beneran deh.

Walaupun teman saya bilang, novelnya jauh lebih keren dari film ini, tapi yah whatever! Saya sudah cukup puas dengan film ini. Yang belum nonton, ayo cari di lapak…

cherios

-bee-
270510

2 thoughts on “Perfume, The Story of a Murderer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s