Definitely Maybe

Oke deh! Sebenarnya saya dah lama nonton film ini dan ingin menuliskan reviewnya, BUT!! Since waktu itu saya nggak sempet2 nulis reviewnya karena kesibukan bergaul yang semakin menarik (ahak! Sok gaol abes) akhirnya saya pun lupa dengan jalan cerita film ini. Pas mau nonton lagi, entahlah kenapa DVD player nya ngadat. Truss waktu itu DVD player dah sembuh, kini kepingan DVD nya yang ngadat, filmnya jadi gagap gitu, bikin saya males. Yah beginilah resikonya beli DVD bajakan, makanya jangan ditiru yah, mending beli yang asli. Apa? Saya? Kapok? Oh nggak donk, abis ini ya tetep lah belanja bajakan, ngapain beli yang asli sih? Mahal bok! Hihihihi… *aduh eta punten nyak para pelaku film, atuh jangan diamuk lagi saya nyah, jangan diomel2in via twitter lagi atuh, saya mah cuma berusaha untuk jujur, sumpah* ihik…
Well yak, ngelanturnya makin ke mana-mana. Bagaimana kalau kita langsung aja ke reviewnya, setuju? Oke siP!

Definitely Maybe

Cast: Ryan Reynolds, Abigail Breslin, Elizabeth Banks, Isla Fisher, Rachel Weisz
Director: Adam Brooks
Writer: Adam Brooks

Jadi… Will Hayes (Ryan Reynolds) adalah lelaki tampan yang memiliki satu orang anak dan satu orang isteri yang sebentar lagi akan diceraikannya. Menjelang perceraiannya itu, dia dan calon mantan isterinya ternyata sudah memutuskan untuk hidup terpisah. Itu menyebabkan mereka harus mulai membagi 7 hari dalam seminggu menjadi dua untuk puteri tunggal mereka. DAN hari itu adalah saat si anak, Maya Hayes (Abigail Breslin) untuk menghabiskan waktunya bersama sang ayah.

Kebersamaan mereka hari itu dimulai dengan Will menjemput Maya di sekolah. Saat membuka pintu masuk, Will menemukan beberapa murid sedang asyik membaca buku tentang sex. Yah, ternyata hari itu kelas Maya sedang membahas tentang sex. Lalu muncullah Maya dari kerumunan yang langsung nyerocos tentang apa yang dia dapat di kelasnya seharian itu. Will hanya dapat terdiam dan memperhatikan, ia benar-benar tak tahu apa yang harus dia ungkapkan pada puteri semata wayangnya itu yang terlihat punya kecerdasan di atas rata-rata.
Sampai di rumah pembicaraan semakin menjurus ke arah kehidupan sex si ayah. Maya mendesak Will untuk menceritakan kehidupan cintanya hingga ia menikah dengan ibunya dan kini memutuskan untuk berpisah.
Will awalnya ragu, tapi akhirnya dia membuat kesepakatan dengan Maya untuk bercerita tentang semua gadis yang pernah dekat dengannya namun tanpa menyebutkan identitas asli wanita-wanita tersebut. Yah! Will Mengubah nama para wanita itu.

Then the story goes…

Tersebutlah EMILY (Elizabeth Banks)
Kekasih pertama Will yang sudah dipacarinya sejak mereka duduk di bangku kuliah. Suatu kali Will memutuskan untuk mengejar cita-citanya ke New York. Dengan semua wanita cantik dan menggoda yang ditemuinya di New York, Will setengah mati menahan dirinya untuk tidak jatuh cinta pada satupun dari mereka. Ia benar-benar menjaga semuanya demi Emily, ia yakin bahwa Emily adalah the one. Dia bahkan sudah berniat untuk melamarnya. Namun kenyataan tidak berkata begitu, tepat saat Will melamarnya, Emily malah mengaku selingkuh. Hancur sudah dunia Will. Oh well… THANKS EMILY, YOU BIATCH!!!

Then here comes APRIL (Isla Fisher)
April adalah gadis cantik yang bekerja di kantor Will sebagai gadis foto copy. Sejak awal saya sudah bisa membaca bahwa pertemanan mereka akan dimulai dengan percakapan yang menyebalkan dan berakhir dengan unconditional love yang pada akhirnya masing-masing dari mereka nggak bisa menolak keberadaan satu sama lain pada sisi hati mereka. Yah… persahabatan yang berubah menjadi benih-benih cinta. Tapi Will dan April sama-sama sadar bahwa hubungan mereka nggak akan pernah bisa lebih dari itu. Sampai puncaknya ketika Will menyakiti perasaan April dengan mengatakan gadis itu butuh bantuan psikiatris “You should go to life rehab or something like that” begitu katanya. Dalam keadaan mabuk, setelah dia mengatakan kalau dia jatuh cinta pada April. Gagis itu menampar Will dan mengusirnya dari teras rumahnya. WELL YOU ARE SO GENIUS WILLIAM HAYES. POOR YOU APRIL😦

Lalu ada lagi si SUMMER (Rachel Weisz)
Nggak dipungkiri lagi donk kecantikan wanita matang ini. Rachel Weisz cukup berhasil membawakan peran seorang mahasiswa yang jatuh cinta pada dosen pembimbing paper nya yang juga adalah seorang penulis terkenal tersebut. Will bertemu pertama kali dengan perempuan ini saat menunaikan amanat Emily untuk mengembalikan sebuah jurnal yang di dalamnya berisikan pengalaman liar mereka saat sekolah dulu. Saat itu, Summer tiba-tiba saja mencium Will di depan lift apartemennya hanya karena penasaran. Lama setelah itu, mereka bertemu lagi dan memutuskan untuk berpacaran. Lalu saling menyadari kalau mereka benar-benar jatuh cinta. Untuk kedua kalinya Will berniat untuk melamar gadis pujaannya. Namun lagi-lagi sesuatu terjadi. Summer yang seorang jurnalis itu menuliskan suatu issue tentang kandidat Gurbernur di mana Will adalah tim suksesnya. Berkat tulisan itu, habislah karier semua orang. Karier si kandidat, karier Will dan juga teman-teman tim nya. Begitu juga hubungan Will dan Summer. PERFECT SUMMER!!

Well… begitulah, film ini membawa kita pada kegagalan demi kegagalan cinta yang Will alami. Membuat kita bertanya-tanya, siapa sebenarnya ibu kandung Maya. Dan ternyata bukan itu inti dari film ini. Ada hal yang lebih penting dari hanya sekedar mengetahui identitas ibu kandung Maya.

Dan apakah itu? that’s the secret I’ll never tell…

XOXO… GOSSIP GIRL! ;p

hahaha… ini sebenernya review film apa sih?? *mulai kehilangan konsistensi*

my favourite quote taken from here

April: You and me, it’d kinda be like cats and dogs.
Will Hayes: Oil and water.
April: Sand paper and bare ass.
Will Hayes: That’s gross.
April: And you’re the ass

haha! cerios😉

-bee-
020210

8 thoughts on “Definitely Maybe

  1. Nice movie… Like it… But well I never get the chance to watch it from the beginning… Poor me.
    Thanks for the review, now I know the part that I missed.

    PS: I love you…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s