Loversus

Pertama kali denger tentang buku ini ya dari siapa lagi donk selain dari Jia si editor hehe… waktu itu saya masih kerja di Lingkar Pena (well not too long a go actually) kadang saya dan Jia suka bertukar fikiran tentang buku-buku yang sedang kami garap. Yah well most of the time sebenernya Jia yang lebih banyak curhat sama saya since she is the editor in chief while i am only the promotion supervisor. WAIT! oke… not ONLY, it’s also an important position hehe.. tapi saya nggak begitu banyak terlibat dengan proses pembuatan buku, which actually i am interested to. So yah one day dia mengirimi saya e mail kaver dari buku ini dan i was like oowwkeee… this is good, something i wish LPPH have for their books🙂 dan actually kaver buku ini pernah saya ajukan juga di rapat redaksi hehe.. ;p

So, suatu kali saya main ke Serambi dan Jia langsung mengambil buku ini dari rak buku toko dan menyodorkannya pada saya. Then we talked like bla bla bla… by the end of the day she said the book is on her, so… asyiiikk dapet buku gratis haha.. ^^v

Entah kenapa saya lambat banget dalam membaca belakangan ini, banyak buku yang saya beli dan cuma berakhir di rak buku dalam kamar aja. Hmm… mungkin karena saya lebih banyak nonton bioskop ya belakangan, atau belum ada buku seru lagi yang akhirnya bisa menyerap perhatian saya? Seperti buku Kitchen by Banana Yoshimoto yang beberapa quote nya bahkan sering kali saya tulis di status facebook pada saat saya membaca bukunya. Nah… Loversus akhirnya bisa saya lahap juga sampai habis.

So, here goes the review

LOVERSUS

Writer   : Farah Hidayati

Editor    : Jia Effendie

Desainer Kaver : Adrinalia

Awalnya saya pikir buku ini akan sama dengan teenlit-teenlit yang berserakan di toko buku sana, tapi saat membaca kalimat-kalimat yang ditorehkan penulisnya di halaman pertama, saya langsung menepis prasangka itu dan meneruskan membaca. Sebenarnya hal ini bisa langsung kita rasakan dari sinopsis yang tertoreh di punggung buku:

Elang pernah bilang hidupku bukan kisah dongeng. Lalu kenapa dia membeberkan hidupku di buku itu? Seolah aku ini Cinderella. Gadis yang tinggal di sela rak buku, tumpukkan Koran, berbedak debu, kemudian dijemput impiannya ke London.

Tapi sinopsis biasanya dituliskan oleh sang editor. Jadi belum tentu gaya bahasa yang ada di punggung buku akan sama dengan yang akan bertebaran dalam isi. Yang ini? berbeda… i can assure that. Itu mungkin yang membuat saya nggak melepaskan kembali buku ini ke belantara rak buku di sudut kamar. Karena biasanya saya akan langsung membuang bacaan yang menurut saya sangat abege.

Bercerita tentang Cinta Lestari dan Elang yang memulai persahabatan mereka karena sepatu. Celetukan-celetukan Elang yang terdengar nakal tak disangka bisa disejajari oleh Cinta yang bukan merupakan (bahkan tidak mendekati) anak populer di SMA Taman Ilmu (Tami). OK!! jujur, saya nggak terlalu suka dengan ide memendekkan nama sekolah ini menjadi Tami, sounds awkward dan nggak cool hehe ;p

Elang yang merupakan penulis rubrik PAT (parodi dari peristiwa yang terjadi di Tami) untuk majalah Sky (majalah sekolah Tami) dengan dalih ingin menjadikan Cinta salah satu nara sumber edisi berikutnya dan juga ingin menulis sebuah novel yang berdasarkan kisah hidup Cinta, akhirnya terus menjaga kedekatan dengan gadis itu.

Cinta memang memiliki kehidupan yang unik, bagaimana tidak? ia tinggal di Rendra Studio, di sebuah ruangan yang mirip dengan gudang, karena ia dan sang ayah nggak sanggup untuk membayar kontrakan rumah. Jangankan itu, untuk makan saja terkadang sulit mereka dapatkan. Namun di samping itu, Cinta indeed memiliki tas dan sepatu dengan logo G di bagian tertentu, dan itu bukanlah barang tiruan. Cinta tentu saja tidak mendapatkan barang-barang semacam itu dari Ayahnya, seorang satpam nggak akan sanggup membelikan anaknya barang semahal itu. Lalu dari siapa Cinta mendapatkan barang-barang mahal tersebut?

Elang selalu nggak bisa menolak Cinta. Dari meminjamkan alamat rumahnya agar paket yang setiap bulan selalu Cinta tunggu kedatangannya memiliki tempat untuk berlabuh, hingga memberikan Cinta kamar waktu kecilnya untuk beristirahat setelah pulang dari Klaten, karena ia nggak bisa kembali ke Studio Rendra setelah  memergoki ayahnya selingkuh dengan salah satu pegawai di sana.

Suatu kali Cinta berkata pada Elang bahwa tidak ada resiko dalam persahabatan. Tapi persahabatan antar lawan jenis nggak pernah menjadi ide bagus. Harus ada yang dikorbankan kalau memang ingin semuanya bertahan pada kata persahabatan. Itu yang kemudian terpapar di bahagian akhir dari buku ini. Sejak kemunculan Keanu yang selama ini sekolah di Luar Negeri, Elang mulai merasa tidak aman. Ia terus melakukan banyak kekonyolan, termasuk mengirim sms pada Keanu yang berisikan sesuatu yang kurang mengenakkan tentang Cinta. Kesalahan paling fatal ialah, dia nggak tahu saat Keanu menerima sms itu, Cinta sedang berada di sampingnya.

Then what happened? you’ve got to read it your self🙂

Sebenarnya tema yang diambil penulis untuk buku ini sangat familiar. Cinta dan Elang, memulai persahabatan dengan cara yang unik, lalu merasa cocok satu sama lain, lalu saling menepis perasan yang sebenarnya mereka miliki untuk satu sama lain, lalu saling merasa cemburu, then BAM mereka marahan. Yah se simple itu! Tapi cara penulis menuturkan kisahnya menarik kita untuk terus membaca sampai akhir. Kalimat-kalimat dan percakapan yang dipilihnya membuat saya senyum-senyum sendiri. Well… buku ini cocok untuk teman minum teh di siang hari (huahaha… yeaa rait! itu kegiatan apa sih? who did that these days?). OK… ini yang lebih rasional: ambil  buku ini dari rak di toko buku, bayar dan buka plastik pembungkusnya dan mulai lah baca, bawa ke manapun kamu pergi, karena REALLY!!! there are lot’s of things you can do to kill your spare time than always checking new statuses on your facebook, twitter, or ym! hihi… look who’s talking ;p

So, happy reading everyone🙂

-bee-

010210

4 thoughts on “Loversus

  1. errr, karena editornya malas (atau kalo kata penulisnya, kebanyakan kerjaan), sinopsis belakang buku ini, yang nulis adalah penulisnya sendiri. hihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s