The Princess And The Frog

Yah well… A friend of mine yesterday told me that she’d rather choose “Hari Untuk Amanda” over this movie. I was like HAH?? You’ve got to be kidding me!! Yah dan akhirnya dia memang nonton film besutan Angga Dwimas Sasongko Itu dibandingkan kartun terbaru dari disney ini. Dan HAHA!! Dia menyesal mati-matian. Saya cuma bisa bilang.. Mang enak! Huahahahaha….

So.. Oke saya tanya donk ke dia alasan lebih milih Film terbaru Oka Antara itu, dengan polosnya dia menjawab “yah itu khan paling kartun disney tentang tuan putri nyium kodok. Itu khan film lama” huahahaha…. Polos banget sih dia. Kok masih-masihnya mikir kalo Disney akan membuat (oke let’s say me-remake) kartun klasik nya sama plek dengan versi lama nya. “HEL-oo…. It’s Hollywood.. Hutan film paling sadis.. Masa’ iya sineasnya sebegitu bodornya sih?? Ckck… Think girl.. Think!!” begitu kata saya waktu itu, dan dia cuma bengong dan bilang “iya yah… Nggak kepikiran ih” i was like Hufff…

Dan kenapa pulak saya malah misuh-misuh di sini?? Weleeehh… Ya wes lah mari lanjut menuju review sebenarnya.

The Princess and The Frog

Dubber   : Anika Noni Rose (Tiana), Bruno Campos (Prince Naveen), Jennifer Cody (Charlotte), Keith David (Dr. Facilier), Oprah Winfrey (Eudora), dll
Writer     : Ron Clements, John Musker
Director  : Ron Clements, John Musker

Once upon a time, tersebutlah dua gadis cilik Tiana dan Charlotte yang walaupun memiliki perbedaan strata yang cukup mencolok, namun mereka cukup akrab, bersahabat. Charlotte yang hidup bergelimangan harta, terbiasa mendengarkan dongeng sebelum tidur tentang pangeran yang dikutuk menjadi kodok dan kutukan itu hanya dapat dipatahkan oleh ciuman seorang puteri. Ia tumbuh dewasa dengan kepercayaan bahwa suatu saat nanti akan ada seorang pangeran (atau seekor kodok) yang datang ke kehidupannya dan membawanya ke dalam dunia dongeng yang lebih indah lagi. Berakhir happily ever after.

Lalu Tiana, tumbuh di keluarga sederhana dengan family bond yang begitu kuat, terbiasa untuk mendapatkan segalanya dengan usaha sendiri. Ayahnya bahkan mengomelinya panjang lebar saat dia terlihat berdoa pada langit (err… bintang?). katanya impian hanya akan terwujud kalau kita berusaha. Jadilah Tiana muda berjuang banting tulang bekerja siang malam demi mewujudkan impiannya dan ayahnya: Tiana’s Place (a family restaurant). Dan tidak! Tiana nggak percaya dengan cerita negeri dongeng itu.

Tapi kemudian ironi pun terjadi, Tiana yang tak pernah percaya akan dongeng Puteri dan kodok itu malah benar-benar bertemu dengan Prince Naveen yang dikutuk jadi kodok. Dalam keputus asaan atas kegagalan mempertahankan calon Tiana’s Place akhirnya ia mencium kodok itu dan VOILA!!! Keajaiban pun terjadi.

Film ini merupakan false version dari dongeng klasik disney dengan judul yang sama. Saya suka sekali dengan kemasan semuanya. Pemilihan mereka untuk tetap memilih kartun instead of animasi keren semacam finding nemo dan lainnya itu, cerita dan dialog yang mereka sajikan, lagu-lagu dan liriknya, juga pemilihan dubber yang pas banget semuanya (apalagi dubber nya Charlotte, the voice is so hillarious, like her the most).

Yang paling saya suka adalah pemilihan karakter dan sifat-sifat dari karakter tersebut. Semuanya manusiawi, penjahatnya masih punya rasa takut akan hukuman yang nanti akan menimpanya, kroco-kroco penjahatnya rakus dan tolol, Tiana nya enerjik dan nggak mudah menyerah, Charlotte nya manja tapi sangat setia kawan, pangerannya brengsek dan nggak munafik. Tapi memang sih ada yang agak melenceng sedikit, buaya nya gembul dan lucu… impiannya menarik, dia ingin jadi manusia. haha..

So… apa lagi yang bikin kamu lebih memilih Hari Untuk Amanda dibandingkan film ini teman-teman? Yah baiklah kalau masih nggak yakin juga akan saya tulis deh itu review Hari Untuk Amanda (udah kok saya dah nonton haha). Humm… biasanya saya nggak melakukan ini sih, tapi bener deh kalau pilihan film tinggal 2 judul itu aja dan uang kamu Cuma cukup untuk beli satu tiket film, mending pilih yang ini.

*lirak lirik* (ada orang disney nya nggak ya di sini? Siapa tau saya bisa dikasih kerjaan menarik gitu, haha… NGAREP)

Pesan moral: DREAMS REALLY DO COME TRUE
-bee-
130110

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s