Kitchen (Banana Yoshimoto)

Saya menemukan buku ini pertama kali di MP Bookpoint. Desain kavernya langsung menyerap pehatian saya. Simple, hening, tapi tegas. Judulnya lalu membuat saya semakin ingin mengangkat buku itu dari display dan membaca sinopsisnya. Si editor buku ini hanya menuliskan tentang si tokoh utama yang ditinggal mati neneknya dan hidup sebatang kara. Namanya Mikage, dan dia tidak bisa tidur di tempat lain selain dapur. Ditulis oleh Banana Yoshimoto yang merupakan peraih penghargaan Kaien Newcomer Writers di tahun 1987 (WOW… that’s a very long time a go eih??). Entah apa yang membuat saya tidak langsung membeli buku ini saat itu juga, sepertinya sih alasan finansial hehehehe . Tapi, nggak berapa lama kemudian saya membaca reviewnya di sini, nggak pakai pikir panjang, Kitchen ini langsung masuk ke dalam rencana pembelian buku untuk saat itu juga. Sekitar dua minggu yang lalu, berpindahlah buku ini dari Toga Mas ke dalam tas kecil saya, dan beberapa hari setelahnya buku itu menemani saya membunuh kebosanan di dalam angkot dan tempat-tempat membosankan lainnya. Here Goes the Review. ENJOY.

*******************************************************

Mikage Sakurai, adalah seorang perempuan sebatang kara yang jatuh cinta pada dapur. Dia bahkan pernah membayangkan alangkah indahnya kalau dia mati di dapur. Sejak neneknya meninggal dunia, Mikage baru bisa menutup matanya di malam hari jika mendengar suara dengkuran kulkas di dapurnya. Praktis sejak saat itu, dia memindahkan kamar tidurnya ke lantai dekat kulkas, di dapur.

Di hari pemakaman neneknya, dia melihat seorang pemuda yang tidak dikenalnya datang untuk melayat dan menagis tersedu-sedu. Ia sempat mengira kalau pemuda itu adalah kekasih gelap neneknya. Ternyata pemuda itu adalah Yuichi Tanabe, seorang pekerja paruh waktu di toko bunga yang sering dikunjungi neneknya. Mikage sering mendengar neneknya itu bercerita tentangnya, katanya Yuichi adalah pemuda yang sangat baik.

Melihat Mikage yang sebatang kara, Yuichi mengundangnya untuk tinggal di apartemennya. Yuichi hanya tinggal berdua saja dengan Eriko, ayah Yuichi yang sejak kematian ibunya memutuskan untuk menjadi perempuan.

Buku ini bercerita tentang hubungan Mikage dan Yuichi yang pada akhirnya sama-sama kehilangan orang yang mereka cintai [Eriko mati dibunuh laki-laki yang jatuh cinta padanya dan merasa ditipu setelah tahu kalau Eriko adalah seorang transexual] dan sebatang kara. Bagaimana mereka pada akhirnya menemukan cinta di hati mereka masing-masing dan menyadari kalau selama ini mereka memang saling membutuhkan.

Entah kapan terakhir kali saya memiliki perasaan yang membuncah seperti ini saat membaca sebuah buku. Banana Yoshimoto berhasil membuat saya merasa sedih dan bahagia dalam waktu yang bersamaan. Begitu banyak kutipan-kutipan yang membuat saya ternganga karena kagum dan membawa sebuah pensil mekanik ke mana-mana untuk menandainya. Saya tenggelam dalam melankolik sastra yang ditawarkannya.

Sebenarnya, ada dua novelet yang disajikan di dalam buku ini. Tapi saya belum habis membaca novelet yang kedua. Karena takut nantinya lupa, akhirnya saya publish yang ini dulu saja, yang kedua menyusul nanti.

*******************************************************

My Favourite Quote:

  • Begitulah, tapi kalau manusia sama sekali tidak pernah merasa putus asa, kita tidak akan tahu bagian mana dari diri kita yang tidak sanggup kita singkirkan. Lalu kita akan tumbuh dewasa tanpa benar-benar mengerti apa saja yang bisa membuat kita gembira. Aku bahagia karena bisa menderita. [page 53]
  • Saya mengerti perasaanmu, tapi saya rasa semua manusia ialah makhluk yang hidup dengan berusaha mengurusi perasaannya sendiri. Dari semua yang tadi kamu katakan, hanya ada satu masalah. Semua itu bukan mengenai perasaan saya. Bagaimana mungkin kamu yang baru pertama kali bertemu dengan saya bisa memahami apa yang tidak saya pikirkan? [page 97]
  • Kata-kata yang diungkapkan secara terlalu terus terang akan kehilangan keseluruhan maknanya. [page 103]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s