JIFFest || Mammoth

Well… remember when I said “serba salah” while watching movies lately?? Kemarin akhirnya quote itu runtuh… Thanks JIFFest to bring us such a beautifull movie. Film ini… INDAH… pokoknya INDAH!!! Jam paling bontot pemutaran film hari itu nggak menjadikan alasan mata saya untuk mengatup. Mungkin karena sempat tidur sebentar di Oh La La juga kali ya, tapi bener deh, Lukas Moodysoon berhasil mengganjal mata saya dengan tayangan yang INDAH. Baiklah… mari kita lanjut aja ke reviewnya, sebelum itu kata (stop it Asiah nggak usah ditulis lagi, nanti kesannya lebay haha) ‘yah you know what’ semakin mubazir saya umbar-umbar di sini.. hihi..

Baiklah, here’s the review…

MAMMOTH
Cast           : Gael Garcia Bernal, Michelle Williams, Marife Necesito, Sophie Nywiede, dll
Director     : Lukas Moodysson
Writer        : Lukas Moodysson

Film dibuka dengan pemandangan klasik sebuah keluarga kecil; Leo Vidalles (Gael Garcia Bernal) , Ellen Vidalles (Michelle Williams), yang sedang menikmati waktu luang bersama. Si ayah mengejar anaknya keliling rumah untuk kemudian mengelitiki dan mengangkatnya dan mengayun-ayun tubuhnya, sedangkan si ibu tertawa gembira melihat keakraban suami dan anak satu-satunya tersebut. Sebuah gambaran keluarga sempurna, sangat sempurna.

Tibalah kemudian matahari kembali bersinar keesokan harinya. Mulailah tampak kehidupan mereka yang sebenarnya. Ayah yang seorang Web Designer yang hari itu harus bertolak ke Thailand untuk menandatangani sebuah kontrak kerja, sedangkan si ibu adalah seorang dokter bedah. Pasangan tersebut seringkali terperangkap dalam situasi pekerjaan yang mengharuskan keduanya terpisah. Hal ini kemudian juga mengharuskan mereka mempekerjakan seorang pengasuh untuk menemani keseharian anak mereka. Di sinilah kemudian konflik dimulai.

Leo Vidalles tampak begitu tidak menikmati perjalanannya ke Thailand, padahal sudah tersedia fasilitas kelas satu untuknya. Ia berkali-kali menelfon isterinya untuk sekedar bercerita, tapi terkadang telfonnya tak diangkat karena kesibukan isterinya tersebut dan hanya dapat meninggalkan pesan di voicemail saja. Ia lalu memilih untuk melakukan perjalanan sendiri ke sebuah tempat terpencil dan kemudian berakhir dengan sebuah kesalahan manis yang sejak awal terlihat amat sangat ia hindari.

Ellen Vidalles tak kalah bosan dengan suaminya. Keseharian yang begitu menantang, dengan silih berganti datangnya kasus bedah yang beragam, terasa tak cukup membuat dinamika dalam hidupnya jadi bergerak seru. Terlihat sekali ia kehilangan banyak cinta. Terutama dari anak tunggalnya.

Jackie Vidalles (Sophie Nywiede) adalah gadis cerdas dengan banyak curiosity. Rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap semua hal membuatnya memiliki pengetahuan yang sangat luas, dimulai dari pengetahuan tentang luar angkasa dan teori big bang sampai dengan bahasa tagalok yang merupakan bahasa ibu pengasuhnya, Gloria (Marife Necesito).

Gloria merantau dari Philiphine, meninggalkan dua anaknya yang masih bocah. Sebagai tulang punggung keluarga ia memilih untuk jarang pulang ke Philiphine dan mengirimkan semua penghasilannya untuk membangun rumah di kampungnya. Ini mungkin yang menyebabkannya bisa begitu mencuri hati Jackie, dia memperlakukan gadis manis itu seperti anaknya sendiri. Di sinilah kemudian Gloria mencuri banyak cinta dari Jackie, cinta yang seharusnya dia curahkan untuk Ellen.

Inilah sebuah gambaran kehidupan yang di copy paste ke dalam film. Semuanya realita. Apa yang kita lihat di sekeliling kita, apa yang kita dengar dari cerita seorang teman, apa yang kita baca di koran dan majalah. Mungkin itu yang membuat saya begitu terserap ke dalamnya, saya ingin tahu bagaimana akhirnya kesalahan manis, rasa cemburu, dan kemudian dillemma hidup berakhir dalam film ini. Namun kemudian saya disuguhi  kenyataan bahwa hidup tak berhenti begitu saja, episode itu masih terus bersambung, sampai kemudian mati membuatnya menjadi…. TAMAT.

A must see movie, kalau masih ada kesempatan di JIFFest (sayang saya meninggalkan jadual JIFFest saya di rumah) sebaiknya langsung beli tiketnya deh, nggak usah pakai mikir dua atau bahkan tiga kali dulu. Okeh?? Then tell me how you think about it. Compare to NEW MOON!!! Huahahaha… OK sorry, I’ve completely ruin the review…

-bee-
081209

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s