It Started With Kiss

偶像剧 (ou xiang ju) diambil dari dua kata dalam bahasa Cina; 偶像 [ou xiang ; idol] dan [ju ; drama] arti keseluruhan ya Drama Idola lah!! Kalau Jepang punya dorama, Korea punya Korean Wave, NAH!! Taiwan punya ou xiang ju.

Di post sebelumnya, saya bilang khan ya kalo belakangan ini saya lagi keranjingan banget nonton ou xiang ju? Di plurk juga saya sering menulis thread seperti “sedang ou xiang ju”atau “weekend bermalas bersama kepingan ou xiang ju”

Seminggu terakhir ini ada dua judul ou xiang ju yang membuat saya nggak bisa tidur, begadang membabat semua 35 episode seri pertamanya disambung ke 20 episode seri kedua.

OK OK call me cheesy to watch a movie like this, bodo amatan!! Who cares!! Here goes the review. Enjoy!!

It Started With Kiss || Ou Xiang Ju Review
Cast          : Ariel Lin, Joe Cheng, Jiro, dll.
Director  : who cares!! Nyahahahaha…
Writer      : Do I look I care?? Hakhakhakhakhak…

Jadi begini ya ceritanya, Yuan Xiang Qing (Ariel Lin)adalah seorang anak SMA yang terhitung bodoh, dia adalah penghuni kelas F (kelas anak dengan kemampuan dibawah rata-rata) yang naksir habis-habisan dengan seorang laki-laki dari kelas A (sarangnya para jenius) bernama Jiang Zhi Shu (Joe Cheng).  Jiang Zhi Shu ini bukan anak sembarangan, dia adalah juara pertama di sarang jenius itu. Dengan kata lain, dia ini biangnya jenius. Episode pertama dibuka dengan adegan Xiang Qin yang menjulurkan surat cinta buat Zhi Shu (ehem… typical komik banget yaa). Zhi Shu of kors dengan santainya melewati Xiang Qin begitu saja, dia bahkan dengan dingin dan santainya bilang “我不喜欢笨女人 [saya nggak suka cewek bodoh]” BLAR!!! Buyar semua lah impiannya Xiang Qin,kasian!!

Adegan berlanjut menceritakan kehidupan Xiang Qin yang hanya hidup berdua dengan ayahnya. Mereka baru saja pindah rumah, ayah Xiang Qin setelah sekian lama, akhirnya bisa membeli rumah sendiri. Rumah itu terlihat sangat tua dan renta. Nggak salah lagi, saat Taiwan dilanda gempa, hancur lebur aja gitu itu rumah. Sumpah, untuk adegan ini saya terbengong-bengong gitu ngeliatnya. Rumah segede itu yah, bisa bener-bener rata sama tanah. Bhuahahahaha kocak abiss…

Sahabat lama ayah Xiang Qin yang melihat berita keruntuhan rumah mereka di TV langsung menghampiri lokasi bencana dan mengundang ayah anak itu untuk sementara tinggal di rumah besar mereka. Di rumah yang sungguh besar, nyaman dan apik itu hanya ditinggali oleh ayah, ibu, dan dua orang anak laki-laki. Coba tebak siapa anak pertama mereka??hayooo siapa hayooo??? Sapa lagi deh kalo bukan Jiang Zhi Shu. Hahahaha… beruntung banget deh pokoknya jadi si Qiang Xin ini, tiba-tiba aja bisa tinggal satu rumah sama pujaan hatinya. Ibunya Zhi Shu nggak perlu didekati lagi, sejak awal ketemu Qiang Xin dia udah jatuh cinta.

Selanjutnya, cerita bergulir seputar Qiang Xin yang dengan naturalnya bisa menarik perhatian Zhi Shu. Ada juga A Qin (Jiro Wang) yang sudah sejak lama jatuh cinta sama Qiang Xin. Jadilah putaran antara Qiang Xin yang mati-matian ingin mengambil hati Zhi Shu, Zhi Shu yang mati-matian menolak Xiang Qin, AQin yang mati-matian ingin mengambil hati Xiang Qin dan mati-matian mengutuki Zhi Shu. Puyeng nggak sih loe?? Yah pokoknya begitu lah…

Saya nggak begitu pintar bercerita tentang jalannya cerita sebuah film, apalagi yang serial semacam ini. 35 seri mau dipadatkan jadi beberapa paragraph?? Wedeww… susah lohh ituuu…

Yang saya suka dari serial ini, selain tentunya pemain yang ehem guanteng dan cantik (masih kalah sih sama dua idola Taiwan saya lainnya) tapi yah lumayan lah yaaa…^^ Tapi juga pesan yang ingin dijual para sineasnya. 偶像剧 memang selalu menjual mimpi, begitu juga dengan serial ini. Tapi dari sini kita bisa belajar kalau sebuah ketulusan, bagaimanapun juga akan bisa menaklukkan semuanya. Zhi Shu yang semula begitu dinginnya menghadapi kebodohan Xiang Qin, bisa berbalik jatuh cinta dan takut kehilangan karena sudah terbiasa oleh ketulusan hati Xiang Qin. Dia yang nggak pernah tahu bagaimana rasanya sakit hati, marah, takut, dan sedih akhirnya bisa merasakan semua perasaan itu saat mendengar A Qin akan melamar Xiang Qin. Dia berlari di tengah hujan, basah kuyup mencari Xiang Qin, dengan paniknya bertanya apakah Xiang Qin menerima lamaran itu atau tidak. Takut Xiang Qin akan direbut orang lain, akhirnya Zhi Shu melamar Xiang Qin, di hadapan seluruh keluarganya. Hwaaa… beautifull sangat…

Hal lain yang juga saya suka dari serial ini adalah kehangatan dari perpaduan keluarga Jiang dengan ayah dan anak Yuan. Dilengkapi dengan rumah besar yang terlihat sangat nyaman, mereka menjelma menjadi sebuah keluarga yang saya impikan. Ibu yang ramah, begitu cinta kepada semua anggota keluarga tersebut, juga pintar memasak, ibu yang sempurna. Ayah yang sangat berdedikasi dan nggak banyak menuntut. Adik yang lucu, dan agak menyebalkan. Apa lagi sih yang kurang dari keluarga itu. Mereka sempurna!! Gambaran keharmonisan rumah tangga yang sangat saya impikan. Semoga nanti saya bisa membina rumah tangga seperti itu. Lha??? Napa jadi ngelantur begini sih??

Hal terakhir yang juga ingin disampaikan melalui serial ini adalah tentang cinta yang nggak selamanya bisa berbalas. Walau sekeras apapun kita berusaha, setulus apapun kita menyerahkan hati, tapi kalau memang belum jodoh nggak akan pernah bisa ketemu. Serial ini sarat dengan kasus bertepuk sebelah tangan. Sebagian besar di antaranya pada akhirnya bisa bahagia. Sedang sebagian kecil lainnya harus menggigit bibirnya sendiri. Terpaksa menerima kebahagiaan orang yang dicintainya di atas penderitaan hati kecilnya.

Allrite… cukup ya reviewnya, sebenarnya ada sequel dari serial ini. I’ll post it later. Tertarik nonton yang ini nggak friends?? Happy hunting

-bee-
100709

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s