Inglorious Basterds

“Aku mo nonton nih, bagusnya apa ya?”
“Iglourious Basterds definitely, atau Ugly Truth banyak yang bilang itu bagus”


Dan saat itu saya lebih memilih film ke dua! Karena, apa pulak Inglorious Basterds? Sounds so hars for me haha..

Then saya duduk manis di studio 1 FX saat itu, lalu muncullah Brad Pitt dengan logat (entah dari daerah mana yang pasti aneh banget) berpidato di hadapan para prajurit Yahudi. Isi pidatonya makian semua, dan siapa yang dimaki?? NAZI! HITLER! NAH!!! Nyengir lah saya, ini trailer film apa ya?? Very very interesting. Lalu muncullah judul film itu setelahnya: INGLORIOUS BASTERDS. What the???

So, Inglorious Basterds automatically so INto my must see movie list. Well, kalo sekarang sih saya udah nonton donk, nih baru mau dibikin reviewnya. Enjoy…

Inglorious Basterds
Cast        : Brad Pitt, Christoph Waltz, Melanir Laurent, Diane Kruger, Martin Wuttke, Mike Myers, dll
Director  : Quentin Tarantino
Writer     : Quentin Tarantino

Film dibuka dengan sebuah scene yang settingnya mengingatkan kita pada film Little House on The Prairie. Rumah kecil, bukit hijau, wanita-wanita dengan gaun lusuh, dan ada yang menjemur pakaian pula. Lalu datanglah Col. Hans Landa (Christoph Waltz) bersama pasukannya dan suasana mencekam pun intens tersuguhkan di sisa Chapter pertama itu. Bagaimana tidak, ekspresi satu keluarga petani itu (ayah dan 3 orang anak perempuan) semuanya terlihat tegang. Dialog yang disuguhkan terkesan biasa saja, Col. Landa dengan keramahannya memperkenalkan dirinya sebaga Jew Hunter yang sedang mencari satu keluarga Yahudi yang hilang. Then dia memuji kecantikan ketiga putri petani itu, bahkan untuk duduk pun dia merasa perlu meminta izin, lalu ia memuji rasa susu sapi yang disuguhkan kepadanya, such a gentlemen. Semuanya terkesan biasa saja. Yang membuat tegang memang hanya ekspresi keluarga petani Perancis itu saja.

SAMPAI AKHIRNYA

Col. Landa mulai meminta privasi bersama si bapak. Ketiga putri petani diminta keluar rumah, ia lalu meminta izin untuk bicara dengan bahasa Inggris. Nah, dari sini saya mulai mengerti alur cerita selanjutnya dan ternganga sendiri dengan ending chapter satu itu. Si kolonel murah senyum itu mulai menunjukkan taringnya, hanya dengan kata-kata dan tatapan mata juga senyum tentunya dia berhasil mengintimidasi petani tersebut untuk kemudian mengakui bahwa di bawah rumahnya sedang bersembunyi satu keluarga Yahudi yang di awal cerita memang sudah dikabarkan menghilang.

Lalu… bang bang bang bang bang bang bang dan jutaan kali suara bang lagi, melayanglah semua nyawa keluarga Yahudi itu. Kecuali satu, Shoshonna Dreyfus (Melanie Laurent), yang berhasil kabur, oh bukan… (entah mengapa) dibiarkan kabur oleh Kolonel mengerikan itu.

Di chapter dua, saya seperti mengalami Déjà vu. Brad Pitt muncul sebagai Lt. Aldo Raine yang berpidato di depan pasukan Yahudi Amerika. Yap, scene ini yang saya lihat di trailer tempo hari. “Each and every man under my command owes me one hundred Nazi scalps… and I want my scalps!” begitu katanya, menutup pidato panjang memaki NAZI dan HITLER nya. Mereka menyebut diri mereka The Inglorious Barterds dan seperti pasukan Robin Hood dan kawan-kawannya mereka memakai cara mereka sendiri untuk menghukum penjahat, dalam hal ini Nazi.

Then, empat tahun selanjutnya muncullah Shoshonna Dreyfus yang sudah berganti nama menjadi ‘something’ Emmanuelle, menjelma menjadi gadis pemilik bioskop yang cantik. Seorang prajurit Jerman menggodanya di depan bioskop saat Shoshonna sedang bekerja. Inilah awal dari propaganda pada film ini. Prajurit tersebut ternyata dikenal sebagai pahlawan di kalangan mereka, karena berhasil membunuh ratusan tentara sekutu seorang diri, dalam satu pertempuran. Begitu dianggap berjasanya dia sehingga kisahnya itu diangkat menjadi sebuah film yang diperankan oleh dirinya sendiri. Demi memikat hati Shoshonna, dia meminta lokasi penayangan perdana filmnya yang berjudul “Nation Pride” tersebut dipindahkan ke bioskop kepunyaan Shoshonna.

Hal ini tentu merupakan sebuah kesempatan langka bagi Shoshonna dan para tentara Yahudi Amerika. All Nazis and Fuhrer him self will be in one place in a time! Mulailah mereka merencanakan operasi mereka masing-masing. Para tentara Amerika dan Inglorious Basterds dengan Operation Kino mereka, dan Shoshonna dengan operasi amatirnya sendiri.

Bagaimana dengan endingnya?? Well, do I look like I’m going to tell you and be the spoiler brat?? Nope!! Sorry… haha…

The movie was AMAZING!! 2 jam lebih durasi nggak akan terasa panjang karena semua tampilan akan membuat kita selalu terjaga dan berjaga-jaga, haha… Well, at least begitulah saya saat menonton film ini. Siaga dengan jaket di tangan, siap menutup wajah saya in case ada adegan-adegan yang membuat meringis. Terlebih beberapa tindakan anarkis yang disensor cuma sedikit doang, tetep aja saya bisa melihat kepala hancur karena dihantam tongkat baseball. Aaaarrgggghhhh…

Quentin Tarantino, well…. Sembilan jempol deh buat cerita dan dialog-dialog yang ditulisnya. He define a different version of Hystory. Film ini benar-benar satir dan saya suka caranya bersenang-senang dalam sejarah kelam Nazi dan German tersebut.

Tapi, satu hal yang membuat saya bertanya-tanya sepanjang film ini. KE MANA AJA SIH ITU SI OOM CHRISTOPH WALTZ SELAMA INI?? KENAPA DIA BARU MUNCUL SEKARANG?? Gila, aktingnya… pokoknya… hmm… hhgghhh…. Nggg… eerrrr…. (nggak nemu padanan kata yang tepat) pokoknya gitu lah.

Nonton! OK?? Pokoknya ditonton!! Rugi dan nggak asik banget kalo kamu nggak nonton. Sip??

-bee-
221009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s