Get Married 2

Satu hal paling krusial dan menjadi sebuah titik balik paling penting dalam pembuatan sekuel ini, menurut saya adalah penggantian cast tokoh Rendi. Awalnya saya agak nggak ngeh dengan perubahan ini, sampai adik saya bilang “Kak, kalo nggak salah yang pertama bukan si Nino Nino ini deh yang meranin” truss saya baru ingat. YAP!!! benar sekali… di film pertamanya, tokoh Rendi diperankan oleh Richard Kevin, di mana menjadi satu-satunya alasan saya memberikan hanya dua jempol untuk film tersebut. Sumpah!! itu aktor aktingnya haww haww banget. Kebanyakan bengongnya, cengok nggak tau musti gimana, dan kalo kata Yura sih Retarted ahahahahaha…. maap ya ganteng, tapi ya emang itu kenyataannya hahaha…

THANK GOD! akhirnya tim film ini mengganti cast si suami dari Maemunah ini. Nino Fernandez plays it muuuuccchhhhh better… Dia pas banget memerankan tokoh laki-laki kaya yang sibuk dengan pekerjaannya dan menikah dengan gadis kampung yang teramat dia cintai.

So… here goes the review…

GET MARRIED 2
Cast             : Nirina Zubir, Nino Fernandez, Aming, Desta, Ringgo Agus, Jaja Miharja, Meriam Belina.
Director       : Hanung Bramantyo
Scriptwriter: Cassandra

Seperti cerita sebelumnya, Rendi (Nino Fernandez) dan Mae (Nirina Zubir) sudah menjalani pernikahan mereka selama empat tahun. Tepat hari itu, di rumah Rendi sedang diadakan perayaan ulang tahun pernikahan mereka yang ke 4. Semua orang ada di sana, termasuk ketiga sahabat Mae; Eman (Aming), Beni (Ringgo), dan Guntoro (Desta) beserta isteri dan anak-anak mereka. Mae terlihat sumringah seharian itu, sampai akhirnya Rendi memberitahukan via telfon kalau dia masih terjebak di tengah rapat yang masih belum bisa ditinggalkan. Mae tiba-tiba berubah geram, dia berjalan menghentakkan kakinya ke arah microphone dan berteriak “Pestanya BUBAAAARRRRR”. Seketika setelah itu, dia sudah berlari keluar rumah tersebut dengan menyeret satu koper besar. MAE MINGGAT!

Lalu, jadilah Rendi panik dan menyusul Mae ke rumah orang tuanya. Bertemulah dia dengan bapak mertuanya yang memang sudah lama menyimpan unek-unek karena sampai detik itu, Mae belum juga mengandung calon cucunya. Maka, saat Rendi bermaksud untuk ikut Mae tinggal di rumah itu, tercetuslah syarat tersebut “Loe boleh tinggal di sini, tapi dengan satu syarat! loe HARUS ngebuntingin Mae!” Gila tu dialog, bebass abissss…. .

Masalah semakin absurd saat Mae memergoki Rendi sedang menciumi leher seorang wanita cantik. Tuntutan cerai pun tercetus lalu nggak lama setelah itu, Mae malah mendapat berita kalau dirinya hamil. Semakin absurd lah itu cerita.

Film ini nggak punya banyak pesan sih kalau menurut saya. Yah, buat entertaining aja. Kalaupun ada, ya paling cuma pesan-pesan klise aja tentang esensi sebuah kepercayaan dan kesetiaan dalam hubungan suami isteri. Ditambah bumbu-bumbu persahabatan yang terkadang malah terkesan lebay dan konyol. Tapi memang hubungan Mae dengan ketiga sahabat laki-lakinya itu merupakan bumbu paling tasty dari film ini. Tapi, kalau mau di-gudge  inti dari film ini adalah kisah persahabatan mereka, saya agak kurang setuju.

Yah, walaupun begitu film ini benar-benar recomended untuk mengisi liburan lebaran ini. Humor-humornya cerdas, printilan-printilan dialognya oke punya, dan dibandingkan dengan seri pertamanya, hari ini saya nggak ngomel-ngomel gemes sepanjang film.

Instead of that, i really enjoyed it a lot..

selamat menonton friends..

-bee-
200909

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s