Avatar

DUA KALI NGEDANGAK TAPI NGGAK PAKE PROTES!! Nah, beginilah kalo nonton film yang super duper keren. Dua kali saya nonton film ini; versi biasanya saya tonton di row A as in MENTOK LAYAR!! Versi 3D pun harus dengan ikhlasnya saya tonton dari row B as in ada kemajuan lah ya tapi YA SAMA AJA DONK!!

Tapi tetep aja loh dua kata yang keluar dari mulut saya dan teman-teman saya saat tulisan besar AVATAR muncul di akhir film: ORANG GILA!! Yah, saking jeniusnya si James Cameron ini, entahlah ya apa yang ada di otak dia saat menulis cerita film ini sepuluh tahun yang lalu. Saat Indonesia masih harus berbangga hati dengan Ada Apa Dengan Cinta, James Cameron sudah memiliki Pandora di kepalanya. Ini kalo nggak indigo, saya rasa crystal lah dia!! Ya nggak Tasyong? Haha..

Baiklah, cukup menye-menye nya. Here goes the review…

AVATAR

Cast: Sam Worthington, Zoe Saldana, Stephen Lang, Sigourney Weaver, Michelle Rodriguez

Director: James Cameron

Writer: James Cameron

Adalah Jake Sully (Sam Worthington), seorang mantan marinir yang sehari-harinya duduk di kursi roda karena entah kenapa yang pasti kakinya dari batas lutut ke bawah keciiilll banget! Mendapat sebuah ‘kehormatan’ untuk menggantikan almarhum saudara kembarnya yang dulunya adalah seorang ilmuwan di planet Pandora. Berkat ketiadaan saudara kembarnya inilah, dia mendapat kesempatan untuk memiliki dua kehidupan. Satu… menjadi Jake Sully si mantan marinir cacat dan dua… menjadi Jake Sully si avatar (sebuah makhluk buatan, perpaduan antara DNA manusia dan DNA makhluk setempat).

Jake Sully begitu girangnya ketika pertama kali melakukan proses penyatuan dirinya dan avatar. Dia yang sudah sekian lama lumpuh akhirnya dapat kembali berlari.

Semua itu berlanjut pada misi sebenarnya; terjun langsung ke Pandora. Dia bersama dua teman ilmuwan kakaknya sebenarnya hanya punya tugas untuk meneliti tumbuhan yang ada di planet indah itu. Namun, rasa ingin tahu yang begitu besar membuatnya berhadapan dengan begitu banyak bahaya. Ujung-ujungnya, terjun bebas lah dia ke sungai dan dinyatakan hilang. Di malam itulah akhirnya dia benar-benar bertemu dengan suku asli Pandora: suku Na’vi (I seriously in love with this name JC put on the native creature, it’s uniquely unexpectable).

Sungguh sebuah kenyataan yang lucu, ketika begitu banyaknya ilmuwan terlatih yang sudah hafal dengan sejarah dan seluk beluk Planet Pandora beserta suku Na’vi nya. Tapi yang dipilih Eywa (roh murni, yang dipercaya suku Na’vi bagaikan dewa dan Tuhan mereka) untuk kemudian menjadi salah satu dari mereka adalah si bandel Jake Sully ini. Jadilah ia melebur dengan para makhluk biru berbadan bak supermodel dan berjalan bak selalu ada di catwalk ini. Tak hanya itu, ia bahkan mendapat pelatihan khusus dari Neytiri (Zoe Saldana) si anak kepala suku untuk belajar bahasa setempat, berkuda, berburu, dan menerbangkan Ikran nya sendiri.

What a lucky Jake Sully eh? Sayangnya, dengan diiming-imingi kaki baru, ia kemudian dimanfaatkan para manusia parasit (yang memburu unobtainium yang kalau dijual di bumi bisa menjadi beeerrrr(entahlah) yang pasti MAHAL!) untuk kemudian menjadi great source for the info. Awalnya Jake masih terus memberikan informasi lanscape setempat, namun seiring dengan jatuh hatinya ia dengan alam Pandora, pada Neytiri, pada kemurnian cara hidup di sana, Jake mulai goyah. Ia mulai dapat melihat right from wrong, dan saat itulah semuanya terlambat. Kolonel Miles Quaritch (Stephen Lang) sudah terlanjur menjalankan misinya; menghancurkan pohon besar tempat tinggal suku Na’vi. James Cameron menampilkan kehancuran seperti di Afrika dan Ethiophia di sini. Raungan yang khas, tangis dan ratapan. Semua kesedihan yang ditawarkan perang. Senjata spektakuler bersaing dengan tombak dan panah. Merasa familiar?

Teman saya menangis tersedu di adegan ini. Menahan nafas untuk sekian menit scene itu, yah.. sesak sekali rasanya. Berkali-kali ditonton, saya rasa nggak akan hilang rasa sesak itu. Well… look what you have done to the society during wars you people! Oh.. No! you DEVIL!!

Lalu, berlanjutlah pada perjuangan Jake Sully untuk mempertahankan Pandora. Bagaimana ia kemudian harus meraih kembali kepercayaan Neytiri dan seluruh penduduk Pandora yang terlanjur menganggapnya pengkhianat. Caranya? Yah.. nggak mau spoiler ah, yang pasti keren!! Dan breath taking. Lalu seperti keajaiban yang terjadi pada perang Badar (huahahaha… serius loh saya sampe keinget sejarah nabi yang ini) dan keajaiban yang juga terjadi pada peperangan di The Lord Of The Rings, kemenanganlah yang diperoleh pasukan bertombak dan panah ini. Tentu saja filmnya berakhir dengan bahagia. Tenang saja… nggak ada yang menyedihkan di film ini. Bahkan kematian Grace dibuat menjadi sangat berarti di sini.

Dan saat kemudian mata Jake Sully yang lama terpejam selama proses re-born nya akhirnya terbuka, dan muncullah itu lagu penutup film dan rangkaian credits. Cuma satu yang saya rasa. PUAS!! Hilang semua rasa penat atas kekecewaan hasil kerja sutradara lainnya belakangan ini. Kalau pertapaan selama sepuluh tahun bisa menghasilkan film yang seperti ini, saya nggak keberatan tuh untuk menunggu sepuluh tahun lagi.

James Cameron… tolong terus berikan tontonan yang begini ya untuk anak cucu saya nanti. Bet they will love to watch movies like me. Cihiy..

Adios friends!!

Selamat menonton, karena belum afdhol rasanya kamu meninggalkan tahun 2009 kalau belum nonton film ini.

-bee-

251209

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s