Air Terjun Pengantin

Meweknya nonton Heartbreak.com apalah daya, kalah berdebat lagih!! Ya wes lah marilah kita tonton film yang sedang ramai akan didemo oleh FPI yang dengan gemah ripah loh jinawi (what the hell Asiah??) melewati film Binal dan Perkosa-perkosaan itu.

Ini FPI emang ketauan banget ya sok tau nya, saya rasa mereka pertama liat poster film ini, truss tercekat dengan banyaknya dada yang terpampang di sana, lalu memutuskan untuk melihat trailernya dan beristighfar-istighfar melihat Tamara Blezinsky yang hampir telanjang sedang merangkak-rangkak di pinggir pantai. Well, apakah di trailer Hantu Binal nggak ada adegan Five Vi sedang quicky dengan entahlah itu siapa pemeran laki-lakinya (saya rasa hasil pungutan pinggir jalan) di kamar mandi kampus?? Tolonglah FPI, adegan  dada di film ini nggak ada sepersekian porno nya dibandingkan film yang satunya lagi, yang saya rasa lebih cocok ditayangkan di bioskop-bioskop kelas tiga. Oh well… saya bahkan nggak menganjurkan film itu ditayangkan sama sekali. Film itu penghinaan buat otak kita, bener-bener deh!!! Oh… atau jangan-jangan para kroco FPI itu buta huruf ya? Nggak bisa membaca judul yang sudah sedemikian pornonya: Hantu BINAL Jembatan Semanggi, Kuntilanak DIPERKOSA Jenglot???

PUHHHH…. sumpah capek bener ngomel-ngomel… Baiklah… mari kita fokus ke Rizal Mantovani. Saya nih beneran deh ya serba salah banget nonton film belakangan ini, nggak Hollywood nggak Indonesia semuanya pada tersesat!!! Film-film yang disuguhkan belakangan ini sungguh nggak ngerti deh apa maunya. Mulai dari Serigala Terakhir, Ruma Maida, 2012, Hantu Bin (cuh, males nulisnya), New Moon, sekarang INI!! Rizal Mantovani… hear this and read my lips: SHAME ON YOU!!!

Mungkin besok-besok saya harus mencoba nonton film produksi Bollywood, atau kembali termehek-mehek nonton Ou Xiang Ju??

Well, here’s the Review…

Air Terjun Pengantin
Pemain        : Tamara Bleszynski, Marcel Chandrawinata, Tyas Mirasih, Kieran Sidhu, Navy Rizky Tavania, Andrew Ralph Roxburgh
Sutradara       : Rizal Mantovani
Penulis           : Alim Sudio

Yah gitu lah… filmnya dibuka dengan kejadian masa lalu yang melatar belakangi lokasi itu dinamakan Air Terjun Pengantin. Jadi, dulu itu ada dukun jelek (sumpah saya nggak boong, dia jelek!) yang ingin mengawini dengan paksa salah satu gadis cantik desa setempat. Penduduk desa yang nggak rela salah satu asetnya dimangsa begitu saja oleh si dukun ini memberontak dan menyerbu si dukun. Sampai akhirnya si dukun ini mengamuk dan berujung dengan kematian si gadis cantik. Kayaknya dia patah hati kali ya, besoknya dia ngamuk dan satu persatu membunuh semua penduduk desa itu dan kosonglah pulaunya.

Dan amat sangat tipikal, bertahun-tahun kemudian ada sekelompok anak muda (well jangan hitung tante Tammy ya, dia katanya sih dah kepala empat hihi…) yang sok berani dan sok asik ingin berlibur di pulau kosong ini. Saya sungguh mengernyit heran saat adegan mereka ketemu pantai. Tiba-tiba saja salah satu kembar Candrawinata itu berteriak sebegitu kencangnya melafalkan lokasi itu. “PANTAAAAIIIII” begitu kata dia sambil melotot-melotot nggak jelas gitu, ya iya lah bok loe bakal ketemu pantai, what do you expect? Malls?? Oh please! Yah mulailah setelah itu mereka berlomba-lomba telanjang di pinggir pantai, truss saling memamerkan pose paling sensual mereka, saling lirik dan bernafsu, lalu saling cemburu, dan tak lupa foto-foto. Cool abis khan mereka?? Cihiyy…

Nah, setelah itu perjalanan menuju air terjun dimulai. Di tengah jalan, salah satu dari mereka (di film ini namanya Dinar, tapi saya nggak tau siapa nama aslinya) merasa mual-mual dan memutuskan untuk kembali ke kapal. Saat itu saya langsung tahu kalau cewek inilah yang akan mati pertama kali. Dan biasanya tokoh yang dibuat mati paling cepat adalah tokoh permen, cuma pemanis doank. Dan bener donk, si Dinar inilah yang membuat emosi saya tersulut. Sumpah aktingnya NGGAK JELAS ABIS!!! Cara mati dia dijabarkan paling lugas di sini, pertama rambutnya dicabut, truss jarinya digergaji, truss diapain lagi gitu, truss kepalanya dibacok pake golok sampe hampir kebelah gitu. Tapi teriakan dia sama kayak cuma lagi dicolek-colek sama oom oom. Aww aww aww.. BEGITU DOANK… sekalian aja situ ngomong, oom nakal ih!! SEBEL SAYA!!

Truss… segerombolan orang keren ini menemukan sebuah rumah yang katanya bekas pabrik pengalengan ikan. Seingat saya, tadi Mas Kieran Sidhu sempet bercerita kalau pulau itu sudah kosong sejak lama, dan nggak ada lagi kehidupan di sana, termasuk tempat pengalengan itu donk. NAH!! Mungkin nggak tempat itu masih berbau amis?? Setelah bertahun-tahun peninggalan ikan di sana disapu angin dan air hujan?? Jadi ya bapak Rizal, logika saya… tempat itu udah nggak bau amis lagi. Tapi yah.. whatever lah, terserah situ.

Nah, di lokasi itu dua orang kembali mati. Kali ini adek Candrawinata lah yang menemukan mereka disekap di sebuah pondok kecil di dekat sana. Kelojotan donk dia… laporanlah ke teman-temannya yang lain. Dan perburuan dukun jelek VS gerombolan orang keren pun dimulai. Satu persatu dari mereka mati mengenaskan. Ada yang matanya dicolok pake tombak, ada yang ditusuk berkali-kali pake tombak juga, sampe ada yang kepalanya dibuntungin aja loh. Haha… lumayan bikin merinding sih hihi…

Over all… sebenernya film ini bisa menjadi film horor yang intens gitu lah., mengingat saya sempet meringis-ringis juga sih ngeliat adegan-adegan sadisnya. Walaupun teman saya malah ngakak-ngakak (shoot!!! rasaan kemarin Ninja Assassin saya yang ngakak-ngakak ). Dengan catatan pemainnya beneran bisa akting, bukan cuma pamer dada sama ekspresi mesum doank.

Sungguh mubazir sangat itu Tamara Belzinsky dibayar sampe 1 M, saya masih lebih suka akting Tyas Mirasih dibandingkan dia. Walaupun yah… salut banget sih sama bentuk badan yang masih bisa dia pertahankan sedemikian kencangnya di usianya itu. But still… saya kasihan sama anak tunggalnya yang kemarin dulu itu sempet wira-wiri di infotainment itu. Saya sempat bikin cerpen tuh inspired by that kid, ke manain ya itu cerpen?? Hmm…

So, err… terserah lah mau nonton apa nggak.

CHERIOS
-bee-
041209

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s