2012

2012 itu kiamat!!! JENG JENG JENG JENG..

Haha… manusia tuh kadang suka over pede yah. Bahkan Rasul yang kekasih Allah aja nggak tau kiamat itu kapan, lha ini ada lagi yang memprediksi kalau dua tahun lagi kiamat. Sampe dibuat film segala!

Oh ralat!

Ini bukan film tentang kiamat, ini film tentang bumi gonjang ganjing. Name it! Bumi retak, gedung runtuh, Eifell tumbang, New York tenggelam, inti bumi mendidih, Matahari ngamuk, Presiden Amerika (yes! Berkulit hitam), Peneliti India, pesawat, mobil mahal, kapal, orang kaya, penguasa dzalim, pahlawan kesiangan semua ada di sini. So.. ini film rangkuman semua disaster movie yang pernah ada, termasuk tention dan drama-dramanya.

Sebenarnya saya nggak begitu tertarik juga awalnya dengan film ini, tapi setelah membaca review ini dan Bimo menyebutkan durasi film ini yang sampai 2 jam lebih, wuaahhh… saya langsung tertarik nonton. Saya memang sedang membutuhkan sebuah suguhan bombardir semacam ini. Otak saya memang sedang ingin menyusu adegan ledakan, jeritan, lalu ledakan lagi dan jeritan lagi haha… maka marilah kita tonton.

Here goes the review…

2012


Cast       : John Cusack, Amanda Peet, Thandie Newton, Liam James, Morgan Lily, Woody Harrelson.
Director : Roland Emmerich
Writers   : Roland Emmerich, Harald Kloser

Sooo Deep Impact and Core! Film dimulai dengan adegan para ilmuwan yang menemukan sebuah fakta tentang alam yang bergejolak. Kali ini ledakan pada permukaan matahari menyebabkan inti bumi mendidih. Bumi, selayak microwave, begitu kata ilmuwan India itu. Okeh.. sedikit intermezzo, saya terganggu dengan acting Jimi Mistry di sini. Agak le to the bay. Maaf yah oom…

Lalu, mari beralih ke Gedung Putih. Di sana sedang diadakan sebuah acara amal, entah apa. Lalu datanglah ilmuwan ini, si bukan siapa-siapa yang dengan susah payah menarik perhatian Carl Anheuser (Oliver Platt) (jangan tanya saya apa jabatannya di sana, pokoknya jangan!) untuk melihat laporan gejolak alam yang dibawanya ini. Lalu, menjelma angsa lah si ilmuwan yang bukan siapa-siapa ini. “You reporting for White House now!” Begitu kata Anheuser.

Then mari kita mampir ke sebuah rumah di California. Di sana ada Jackson Curtis (John Cusack), seorang penulis yang juga supir sebuah keluarga bilionaire, plus seorang ayah yang punya image urakan dan terlalu santai. Not really a great gentleman. Hari itu sebenarnya adalah jadualnya untuk menjemput dua anaknya untuk tamasya ke Yellowstone Park, dan dia terlambat bangun. Hmm.. typical..

Sesampainya di Yellowstone Park, Jackson dan kedua anaknya terpana melihat danau tujuan piknik mereka hari itu sudah kering kerontang. Bahkan mayat-mayat binatang menghiasi danau itu. Petugas dan ilmuwan di sana hanya menjelaskan bahwa area itu sedang tidak stabil. Okeh, kalau saya jadi mereka sih saya nggak akan percaya begitu saja. Ketidak stabilan macam apa yang menyebabkan sebuah danau menjadi kering kerontang seperti itu. Sama seperti Charlie Frost (Woody Harrelson) si penyiar radio amatir yang sepertinya sih juga ilmuwan, yang tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasan petugas lewat mulut Jackson itu. Dia inilah yang nantinya membocorkan rahasia negara kepada Jackson.

So, nggak usah protes lah ya kalo di film ini Amerika lagi-lagi menjadi pahlawan. Kalau kamu mau Presiden SBY yang pegang kekuasaan atas bencana ini, ya bikin aja film sendiri. Kalahkan itu si Emmerich haha… Tapi yang mengganggu banget di sini adalah keputusan Presiden Thomas Wilson (Danny Glover) Presiden Amerika saat itu yang begitu saja melepas tanggung jawabnya sebagai pemimpin dan sok-sok mau jadi pahlawan kesiangan dengan tetap tinggal di Gedung Putih saat Anheuser dan para pemimpin dunia lainnya menggiring rakyatnya yang dinilai pantas hidup dan akan berguna nantinya ke bahtera yang sudah tersedia di Cina. Well at least ya bapak Presiden yang baik hati, bapak tunjuklah satu orang dulu untuk menggantikan posisi bapak di bahtera nanti. Jadi drama perebutan kekuasaan yang agak lebay itu nggak perlu terjadi di sana. Capek deeh…

Sisanya? Drama drama drama dan banyak drama lagi. Lalu ledakan, tanah retak, bumi mengamuk dan langit bergejolak lagi. Aksi-aksi penerbangan amatir dan drama drama drama lagi. Hahaha… yah, banyak bener emang drama nya di sini. Nggak begitu perlu sebenernya, tapi nanti durasi nya nggak jadi panjang lagi donk.

Over all, saya suka film ini. Karena memang mencukupi ekspektasi saya. Dengan kondisi mood yang seperti sabtu kemarin itu, worth it lah itu beberapa puluh ribu saya keluarkan untuk tiket dan cemilan-cemilan. Dan oh iya, satu lagi yang saya nggak suka. Bapak-bapak gendut yang duduk di sebelah kanan saya. Kamu kok bau kaos kaki sih Pak!! Sebel deh…

Selamat menontoN

-bee-
161109

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s