TimeCrimes – Inaff 2008

As I wrote on my blog before, hari jum’at kemarin saya nonton Inaff lagi. Kali ini Cuma bertiga sama Kiki dan Adit Tingit Ting (hahahaha… nama loe jadi keren Ting ;p).

Film pertama yang saya tonton adalah Timecrime. Waktu saya baca reviewnya di Inaff.com saya sempat berfikir kalo film ini pasti sadis abis,
(here’s the review):

A man who accidentally travels to the past alone.
A girl naked in the middle of the forest.
A strange individual with his face covered by a pink bandage.
A disturbing mansion on a hillside.
Spare a puzzle unpredictable leading to an unusual type of crime.
Who is the murderer?
Who is the victim?

Apalagi ngeliat foto-fotonya. Saya terbayang film yang pernah saya tonton waktu kecil. Nggak begitu ingat apa judulnya, yang pasti film itu bercerita tentang seorang psyco yang menyandera sebuah keluarga dan nggak segan-segan melakukan kekerasan terhadap para sanderanya, mulai dari menusuk lengan atau kaki mereka, mengikat mereka di pohon, menggantung salah satu dari mereka di dinding, menyundut rokok, sampai menodai salah satu wanitanya. Saya masih ingat perasaan mencekam yang saya rasakan saat itu. Saya ingin berhenti menonton, tapi penasaran.
Besoknya, saya demam tinggi hehe.. ;p

Tapi, itu khan waktu saya kecil, maka dari itu waktu saya diajak nonton film ini, saya mau-mau saja. Hitung-hitung uji nyali.
Tapi ternyataaaaaaa…. Saya sama sekali nggak merinding. Yang ada ketawa-ketawa nontonnya…

Film ini bercerita tentang sepasang suami istri yang baru saja pindah rumah. Mereka sedang bersantai sejenak di perkarangan (hebleh bahasa gueee ;p) rumah mereka saat sang suami melihat sesuatu yang mencurigakan di hutan dekat sana. Saat ia melihat ke arah hutan itu dengan teropong, dia terkejut bukan kepalang waktu sadar bahwa yang dilihatnya adalah seorang wanita dengan rambut yang disampirkan semua menutupi wajahnya (just like sadako did). Dia semakin terpana waktu melihat perempuan itu perlahan-lahan mulai membuka pakaiannya.

EMANG DASAR LELAKIII waktu si istri pamit pergi dari rumah untuk… (maaf, untuk yang satu ini saya nggak nyimak, anggep aja si istri mau ke pasar beli makanan ya hehe ;p) si suami malah pergi ke hutan itu untuk mencari si wanita yang hampir topless tadi. Benar saja… dia menemukan wanita tadi tergeletak begitu saja di tanah, with NO SINGLE FABRIC ON HER BODY.
Mulailah si suami salting setengah mati (oh iya, nggak Cuma si suami yang salting, mas-mas yang ada di ruang pemutar film kayaknya juga pada salting dehh, terbukti dengan usaha sensor lokal yang mereka lakukan, hehehe… Cuma orang-orang yang nonton di studio itu aja yang ngerti ;p). Si suami mulai melakukan usaha-usaha untuk memeriksa apa si wanita tadi sudah mati atau Cuma pingsan.
Dia lempar kayu ke arah perempuan itu, bergeming.
Dia halo-halo in, dicuekin.
Akhirnya dia beranikan diri untuk mendekatinya.
Baru beberapa langkah dia berjalan mendekat, tiba-tiba lengannya ditusuk oleh seseorang yang datang dari arah belakangnya. dialah si lelaki jubah panjang dengan wajah ditutupi perban berwarna Pink. Si suami ketakutan setengah mati. Dia berusaha untuk melarikan diri, mungkin dia kira orang itu adalah jelmaan makhluk dari Friday the 13th.

Singkat cerita. Si suami akhirnya bertemu dengan seorang laki-laki yang mengaku bisa mengoperasikan alat penjelajah waktu (sounds so Doraemon ya ;p). Si suami dibujuknya masuk ke dalam alat tersebut dan kembali lagi ke hari kemarin.

Di sinilah nilai kreatifitas si penulis cerita dieksplorasi dengan baik. Saya juga mulai bisa membaca semua kronologis kejadian yang dialami si suami selama bolak balik menjelajahi waktu tersebut. Mulai timbul pertanyaan-pertanyaan:

Saya : laki-laki yang berjubah itu sebenernya dia-dia juga.
Kiki : pertanyaannya adalah, kenapa dia harus nusuk dirinya sendiri?
Saya : Ya biar ceritanya bisa sama.. gue lebih penasaran, gimana cara dia bikin si cewek tadi mau ngebuka bajunya.
Ting Ting : yang nabrak mobilnya tadi itu siapa ya? Istrinya?
Saya : Kok bisa istrinya nabrak? Nggak ah terlalu aneh..

Bagaimana kalau kita lanjutin nonton aja ya temans??

Duh… saya kehabisan kata untuk meneruskan review ini. Bagaimana kalau kamu yang lagi di depan layar sambil ngemil, sambil makan, atau bahkan sambil ngupil… cari info di mana film ini akan diputar lagi, dan buru-buru hunting tiketnya. Worth to watch kok. Tiga bintang lah buat yang nulis ceritanya.

Kreatif… sangat kreatif…

Dan oh iya, tambahan lagi… film ini berbahasa Spanyol with English subtitle.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s