Takut – Inaff 2008

Kira-kira seminggu yang lalu, Kiki mengajak saya untuk nonton Inaff. Sejujurnya saya nggak ngerti Festival Film macam apa Inaff itu. Waktu saya browsing, baru saya tahu kalau film-film yang ditayangkan di festival itu ber genre HOROR, atau yang bersifat SADIS dan PSYCO… Saya sempat ragu, saya khan nggak suka film-film kayak gitu.
Yang ada bukan nonton nanti di dalam sana. Ngapain bayar 25 ribu buat merem sama memilin-milin jari, PARNO? Makanya, pas Kiki tanya mau nonton film yang mana? Saya tambah bengong. Saya bilang, nggak ngerti ah, ngikut wae lah. Akhirnya Kiki ngusulin untuk nonton Takut. Waktu saya liat resensinya dan foto-foto trailernya, saya tertarik sama satu foto yang menampilkan salah satu adegan di film Dara. Looks familiar.
Akhirnya dengan sedikit ragu saya bilang, ya udah deh nonton Takut aja. Dan oh iya, saya juga sempet bengong lagi, waktu Kiki bilang film Takut yang hari minggu, diputernya jam setengah sepuluh malem. Heh???

Akhirnya kemarin, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya di Blitz Megaplex. Berhubung belom ada satupun yang datang, akhirnya saya duduk-duduk saja dulu di sofa sambil ngeliatin trailer film-film yang ditayangkan di sana. Jam setengah sepuluh lebih, kami (saya, Kiki, Dira, dan Aisy (adik aslinya Kiki)) masuk ke dalam studio.
OK… studio itu PENUH.
Kursi yang kesisa tinggal satuan (di festival ini, kita memilih sendiri bangku yang kita mau, dalam kata lain kalau kamu datang terlalu telat kayak saya dan teman-teman saya, siap-siaplah lesehan di bawah).
Untungnya kami cukup beruntung untuk mendapatkan kursi di bangku PALING DEPAN.
My thought was…
“Allrite Asiah, loe bakalan nonton film SADIS di bangku PALING DEPAN. Which means, u will see those blood, OR ghost OR psychopath, right to your eyes”
Whatever lah.. daripada pusing nyari tempat lagi.

Pertunjukan dimulai dengan film pendek besutan Agus Ringgo, si muka celana dalam, (hahaha… dunno why, dari dulu saya ngeliat Agus Ringgo, kalimat itu yang terbesit dalam pikiran saya). Judulnya, Menjemput Untung. Bercerita tentang kebodohan seorang bapak yang berfikir kalo usus besar anaknya memiliki mukjizat dari Tuhan. Si anak yang menelan uang receh bisa tiba-tiba menghasilkan sebuah cincin bernilai 50 ribu rupiah yang keluar bersama ‘maap’ fesesnya, tanpa tahu kalau sebelum menelan uang receh itu, si anak sudah lebih dulu menelan sebuah cincin. Akhirnya, dengan euphoria memiliki anak berusus besar ajaib, si bapak menyuruh anaknya untuk menelan receh lagi. Begitu kecewanya dia saat ternyata kali ini yang keluar adalah uang yang sama dengan yang ditelan. Tapi, apakah si bapak menyerah?
TENTU TIDAK…
Film pendek berdurasi 30 menit itu ditutup dengan permintaan si bapak kepada anaknya yang berusus besar ajaib:
“Coba lagi ya??”
Hehehe… DASAR INDONESIA!!!

Pertunjukkan dilanjutkan dengan film utamanya. Yang berjudul Takut itu tadi lhoo… seperti biasanya, film dibuka dengan pameran nama-nama beken di balik suksesnya film itu. Namanya juga film-film sutradara ternama, aktris yang memerankan juga yang OK punya lah.
Nama-nama beken seperti Marcela Zaliyanti, Lukman Sardi, Mike Muliadro, Dina Olivia, Junior Lim, Shanti, Fauzi Baadila, Shareeva Danish, Eva Celia, Ruben ‘something’ Hadju (saya lupa nama tengahnya, yang pasti bukan Onsu hehe..), de el el bergantian muncul di rentetan nama pemeran.

Film Takut ini merupakan rangkaian dari 6 film pendek yang nggak punya kaitan satu sama lain.

Film #1 Show Unit (Rako Prijanto)
Bercerita tentang seorang lelaki yang secara nggak sengaja membunuh anak pacarnya (jadi, dia pacaran sama janda beranak satu). Dengan kekalutannya itu, dia menyimpan anak itu di dalam bagasi mobilnya. Waktu bapak asli si anak hampir memergoki mayat si anak, laki-laki itu ikut membunuh si bapak. Tapi sialnya, ternyata mayat anak itu SUDAH MENGHILANG. Si penculik mayat meminta tebusan pada laki-laki itu dan menggunakan uang tebusan tersebut untuk membeli rumah di seberang rumah si laki-laki itu. Lalu, di manakah mayat si anak? Bukaaan, bukan di kamar mandi. Apa? Di lemari? Klise banget sih tebakan loe!! apa? Di mana? Nah…. Itu yang di ujung sana, anda benar sekali. Penculiknya menyimpan mayat si anak di…

Film #2 Titisan Naya (Riri Riza)
Bercerita tentang Naya, gadis keturunan Jawa Kejawen yang nggak percaya sama mistis. Suatu hari, saat keluarga besarnya mengadakan ritual cuci keris, Naya ikut datang hanya karena ingin bertemu dengan sepupunya yang seorang browniez (browdwong Maniez, hueks.. bahasa lo Siahhh!!). Nah! di tengah-tengah, film ini kayak kehilangan focus. Tiba-tiba aja saya kayak lagi nonton film drama remaja yang kena protes Aa Gym. Hehe… untung hilangnya focus ini nggak berlangsung lama. Akhirnya keteganganpun disajikan. Ketegangan macam apa?? Sook… please do nonton ndiri =D

Film #3 Peeper (Ray Nayoan)
Bercerita tentang OB tukang intip ruang ganti cewek yang menemukan ajalnya di tangan seorang penari jawa yang awet muda. Bola mata dan potongan jari ternyata adalah resep rahasia awet muda si penari. Ngerti donk gimana ending film yang satu ini??

Film #4 The List (Robby Ertanto)
Hehehe… film ini lucu euyh. Fauzi Baadila dan Shanty jadi sepasang mantan pacar yang saling membenci. Mereka sama-sama membayar dukun yang sama untuk mengguna-gunai satu sama lain. Si Fauzi Baadila akhirnya mati dengan kalajengking menggerogoti seluruh tubuhnya, si Shanty mati karena kelabang yang bersarang di perutnya. Segitunyeee deee..

Film #5 The Rescue (Raditya Sidharta)
Di film ini, Jakarta berubah wujud jadi Manhattan versi I am Legend. Zombie di mana-mana, gedung hancur, jalanan kosong, dan gedung-gedung gelap menjadi satu-satunya bangunan yang ‘hidup’. Eva Celia menjadi narator sekaligus the survivor. Menariknya, pasukan gegana yang ‘ceritanya mungkiin’ punya misi untuk menyelamatkan Eva Celia diberi nama sama dengan Pahlawan-Pahlawan nasional kita oleh si penulis. Hatta, Ngurah Rai, Dirgantara, dll. Ada Sogi loh di film ini, dia masih terlihat begituuu EXTRAVAGANZA.

Film #6 Dara (Mo Brothers)
INI DIA JAGOANNYA. Ini film paling keren kalo kata saya. The only movie that makes me close my eyes and clutch my hands tight over and over again. Shareeva Danish berperan sebagai Dara, Chef in Chief di sebuah restoran fine dining. Parasnya yang cantik dan pembawaannya yang misterius membuat banyak laki-laki kesengsem sama dia. Oh iya, plus kelihaian dia membuat sebuah hidangan. Satu persatu cowok diajaknya makan di rumahnya. OH, THEY JUST HAVE NOOO IDEA. Siapa yang sangka sih kalo di rumahnya, Dara punya sebuah bangsal penjagalan sendiri? Mirip ruangan di film Saw. Bangsal ini berfungsi sebagai tempat penjagalan mangsa-mangsanya, yang tak lain dan tak bukan adalah para lelaki yang naksir dia itu. Danish beneran pas banget memerankan Dara. Wajah uniknya, mata tajamnya, cara bicaranya. Eleeuuhhhh…. Gak bisa ilang euyh di otak gue. Psyco abis tu orang. Wajib tonton, kalo yang ini, wajib tonton… =)

Vote: Cukup Inaff =)

Kesan : Pfuihh… ternyata boleh juga lah film beginian ditonton. Film Horor Indonesia emang cocoknya yang pendek-pendek begini. Kalo udah dipanjangin suka pada mengada-ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s