My Girlfriend Is My Favourite Actress

Saya nggak begitu ingat kapan pertama kalinya fallin’ on Fajar Nurgos’s writings. Yang pasti sejak saya membaca Bunuh Diri Massal, yang membawa saya mengunjungi sutradarakacangan.multiply.com, saya menemukan tulisan-tulisan dengan gaya bertutur yang menyenangkan untuk dibaca. Tema yang diangkatnya pun beragam. Saya baru pertama kali menemukan sebuah tulisan yang terinspirasi dari patung-patung bersejarah yang tersebar di Jakarta, yup betul.. patung pancoran dan kawan-kawannya itu (cerpen yang ini belum tercantum di buku ini, so klik aja http://www.facebook.com/note.php?note_id=41157565638&id=702483666&index=20). Dan Bunuh Diri Massal?? Belum ada yang berani menuliskannya segamblang itu bukan? Saya percaya pasti ada satu atau dua orang kreatif yang terfikirkan ide ini, tapi Cuma Fajar Nugros dan Alanda Kariza yang kemudian menuangkannya menjadi sebuah karya. Hebat..

Lalu, saat saya tahu kalau cerpen-cerpen dalam sutradarakacangan.multiply.com itu dibukukan, saya langsung membelinya. Untuk sekedar informasi aja buat penerbitnya, buku ini susah banget dicarinya, saya sampe ngubek-ngubek Depok, nggak ada! Ngubek-ngubek gramedia Grand Indonesia, Nihil! Saya hampir menyerah saat saya bahkan ngubek-ngubek gramedia Pondok Indah dan nggak menemukan tanda-tanda keberadaan buku bersampul merah, bergambar setengah hati itu. Tapi akhirnya… pada detik-detik terakhir, saya menemukannya terselip di antara novel-novel yang lain, dengan warna kaver serupa yang menyebabkan sebuah kamuflase yang memusingkan, dan tinggal empat eksemplar pula, kalo saya beli seminggu kemudian, mungkin udah raib kali ya?? So.. Lain kali sebarlah secara merata ya mbak-mbak dan mas-mas.. biar nggak repot nyarinya…

Allrite, buku sudah di tangan, mari kita kupas isinya. Saya nggak akan membahas semua cerpennya yah, bisa jadi satu novel sendiri nanti huehue ;p

Orang-orang yang mengenal saya dengan baik pasti tahu cerpen apa yang langsung menarik perhatian saya begitu membaca daftar isi. Queen Bee.. That’s it! Since I am a Yellow Bee so Queen Bee sounds like a long lost auntie to me.. hehe.. ^^ Cerpen ini bercerita tentang seorang pemuda di sebuah warnet di bilangan kemang yang buru-buru meng-klik status invisible to everyone di ym nya begitu melihat si Queen Bee online. Dia merasa nggak ada untungnya chating sama cewek yang putus harapan, bosan, dan merindukan kematian. Lebih menyenangkan buat dia membuali gadis-gadis lain yang diajaknya chatting saat itu. Dia nggak tahu kalau kelakuannya itu bisa menjadikannya sebagai korban penculikan. Andra yang Cuma laki-laki biasa, nothing special about him, tiba-tiba saja diringkus penculik.. untuk apa? What ransom do they espect from a guy like him. Tapi… are u really sure that they’re only JUST a kidnaper? What’s Queen Bee relate to them? Nah… baca aja sendiri ya..

Next, mari kita bahas cerpen yang judulnya diambil menjadi judul buku ini, My Girlfriend is My Favourite Actress. Ceritanya tentang seorang pemuda yang begitu lugunya hingga ia selalu percaya dengan bualan-bualan pacarnya. Saya stunned dengan cara penulis menggambarkan kelakuan si perempuan dari sudut pandang si laki-laki. Siapapun yang membaca cerpen ini pasti bisa melihat betapa cinta si laki-laki bisa begitu menggerogoti akal sehatnya sehingga selalu melakukan denial. Ketika si pacar meminta dibawakan pizza dengan keju di tepi saat dia sakit, ditambah lagi request untuk menemaninya ke salon karena rambutnya butuh perawatan setelah tidur seharian, si laki-laki malah merasa dirinya adalah pahlawan bagi tuan puterinya itu, karena bisa mewujudkan semua keinginannya. Si laki-laki masih saja bergeming saat pertanyaan “Kenapa kamu diam saja dari tadi” dijawabnya dengan “Aku takut kamu lupa kalau ultah nanti aku mau hadiah handphone dari kamu”. Perempuan gila emang tuh pacarnya. Saya mau tahu, apa yang dilakukan si cowok waktu dia melihat foto-foto si cewek di sebuah album yang di-post seseorang bernama Dharma, bertajuk “party ulang tahun” di news feed facebooknya. Padahal malam itu si cewek menolak ajakan makan malamnya karena harus belajar kelompok buat quiz esok harinya. Saya saranin cowok itu mending rukyat deh, kayaknya dia kena pelet hehe ;p

Nah… sekarang kita bahas salah satu cerpen favorite saya yah. Saya sukkaa banget sama cerpen yang judulnya Palmistry. Ide nya sebenernya biasa, saya pernah melihat cerita yang similar (hampir sama, tapi nggak seseru yang ini) di sebuah FTV Taiwan berjudul The Story With Flower and Fragrance (Lavender). Bercerita tentang Brama yang terlalu percaya pada ramalan seorang peramal yang ditemuinya secara nggak sengaja di sebuah bioskop. Lewat palmistry peramal itu mengatakan kalau Brama akan menikah dengan dua orang perempuan, pernikahan pertamanya gagal, dan setelah bercerai dia akan menikah lagi dengan yang lain. Brama mulai tertarik dan menurut saja saat peramal itu menyuruhnya mengambil dua kartu yang masing-masing mewakili satu nama. Brama mulai bingung, karena sebenarnya hanya satu nama yang ada di benaknya, dan he’s dying to know apakah nantinya dia akan menikah dengan perempuan itu. Dengan Marsha. Brama terlarut dengan permainan itu dan nggak disangka-sangka benar-benar melakukan semua hal agar ramalan-ramalan itu menjadi kenyataannya. Meskipun penulis menyajikan alur maju mundur untuk cerpen yang satu ini, kita nggak akan kebingungan membacanya. Satu hal yang membuat saya menyukai cerpen ini, yaitu endingnya. “Mampus tu cowok!!” itu yang tercetus di mulut saya waktu itu. Hehe.. jadi penasaran juga? That’s my point friends ;p. Palmistry merupakan satu dari empat cerpen yang sangat sangat saya sukai, tiga yang lainnya berjudul 100 Cinta, Lelaki Penggenggam Hati, dan Cintanya Melukai. Cerpen-cerpen yang lainnya?? Yah… baru sangat saya sukai sajah.

ADA APA DENGAN:
1. Andra. Hampir semua tokoh utama pria di cerpen-cerpen ini bernama Andra. Kalau kamu mau tahu kenapa, klik aja http://www.facebook.com/note.php?note_id=48661065638&id=702483666&index=6..

2. Kata depan (Well hehe.. ini sebenernya berhubungan dengan pengalaman pribadi sih ;p). Waktu kuliah dulu saya mengambil paket penyuntingan sebagai mata kuliah umum. Saya sering banget diprotes sama dosen saya karena menuliskan kata depan dengan disambung. Contohnya kata di tengah yang seharusnya dipisah malah saya tulis menjadi ditengah. Begini dosen saya mengomeli saya saat itu “Begini deh Asiah, kalau kamu masih juga bingung membedakan sebuah kata adalah kata depan atau bukan, saya kasih rumusnya. Kalau kamu bertemu dengan kata sambung (di, ke, dari, dan teman-temannya) dan keterangan tempat secara bersamaan di sebuah kalimat, saat itulah perpaduan itu menjadi kata depan, jadi kamu harus memisah mereka.Oke?” dan sayapun manggut-manggut. Sejak saat itu saya selalu gatel pengen ngedit kalau ketemu kata depan yang penulisannya disambung. Dan di buku ini, kasus itu terjadi berulang dan berulang dan berulang dan berulang, sampai saya nggak tahan untuk nggak menuliskannya di sini. Hehe.. Mas Nugros… boleh juga tuh nasihat dosen saya jadi masukan.

3. Sepatu. Kayaknya si penulis maniak sepatu dehh. Pasalnya sepatu secara konstan selalu muncul di beberapa cerpennya. Such as.. Sepatu Macbeth di The Commitments, sepatu keds ku yang butut di Queen Bee dan Maestro Cinta, Sepatu kulit di Good, Beautiful, dan One More (ini cerpen based on true story ya mas?), sepatu keds putih di Jantung Hati, Sepatu Adidas di Lelaki Penggenggam Hati, dan lainnya dan lainnya.

4. My Most Favorite Quote: Dasar bodoh! Tuhan menciptakan jodohmu dari tulang rusukmu sendiri. Harus baca Cintanya Melukai dulu biar mengerti secara utuh ^^

Eih.. nggak kerasa udah lebih dari tiga halaman folio saya menuliskan review buku ini. The longest review ever wrote, until now. Hueh.. udah ah.. pegel..

Happy reading everybody ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s