Istana Kedua

ISTANA KEDUA

Writer              : Asma Nadia

Publisher      : Gramedia

Tebal                : 248 hal

“Mungkin, dongeng seorang perempuan harus mati, agar dongeng perempuan lain mendapatkan kehidupan.”

Arini, adalah seorang wanita yang tak pernah berhenti bermimpi. Ia sangat yakin bahwa suatu hari nanti akan ada seorang pangeran datang padanya untuk membawanya ke dalam kehidupan yang bahagia. Meminangnya, dan membangun istana mereka berdua.

Mei Rose, adalah seorang wanita keturunan Tionghoa yang tak pernah berani memiliki mimpi. Ia bahkan mengutuk semua mimpi indah yang tertera dalam setiap dongeng. Karena yang ia tahu, hidup akan selamanya kelam. Dan hari-harinya adalah sebuah rangkaian episode mengenaskan.

Lalu hadirlah Pras, yang seolah dikirim Tuhan untuk membuktikan janji-janji Nya akan keadilan. Bahwa kehidupan yang dianugerahiNya bukanlah sekedar sebuah episode utuh tentang tawa atau air mata saja. Ada rangkaian abu-abu yang tak mereka sadari telah mengikuti takdir mereka sejak awal.

Awalnya, Arini adalah satu-satunya Cinderella dalam kehidupan Pras, begitupun pikir Arini. Kehidupan mereka bahagia, dan tiga orang anak yang manis-manis pun ikut mewarnai kabahagiaan mereka. Hidup seperti di dalam dongeng, Cinderella, The Prince, and The Kingdom. Lalu hadirlah Mei Rose, Cinderella kedua dalam kehidupan Pras. Pertemuan yang terjadi secara kebetulan. Sebuah kebetulan yang mengubah hari ceria Arini menjadi air mata, dan hari-hari kelam Mei rose menjadi bahagia. Prasetya harus berpoligami, menduakan Arini untuk menyelamatkan kehidupan Mei Rose dan anak yang dikandungnya.
***
Asma Nadia membuat rangkaian kisah yang patah-patah dan penuh misteri tentang Arini, Prasetya, dan Mei Rose. Alur yang tak beraturan tidak serta merta membuat pembaca kebingungan, melainkan semakin membangun rasa panasaran akan kisah mereka yang seutuhnya. Sebuah pandangan lain tentang poligami berhasil dihadirkan dengan unik oleh penulis yang sudah menelurkan lebih dari 30 judul buku ini. Dengan proses matang dan riset panjang selama enam tahun, tak heran buku ini dinobatkan sebagai buku Fiksi Islami Terbaik pada Islamic Bookfair 2008 kemarin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s